
" Than, Lo suka sama Naura ? tanya Keenan tanpa basa-basi
" kalua, iya kenapa kalau gue suka sama Naura"
Keenan sangat shock mendengar jawaban Ethan, setelah beberapa saat diam, Keenan menjawab dengan tegas
" gue nggak akan biarin ini terjadi,"
" kalua Naura sukanya sama gue ? Lo tetep mau ngalah, kan, " tanya Ethan bernada menentang
Keenan mengertakkan giginya, " Gue akan bikin Naura suka sama gue,"
" Kalua Lo cuma mau mainin Perasaannya kayak mantan mantan Lo sebelumnya, Please jangan Naura, Dia terlalu berharga buat Lo sakitin,"
" Gue serius sayang sama Naura,Than!" Keenan membantah cepat ucapan Ethan, " Gue nggak akan Pernah sakitin dia, kalau Lo juga suka sama Naura, itu artinya Lo harus siap berantem sama gue, "
Keenan dan Ethan saling Pandang dalam suasana Penuh ketegangan Tatapan mereka menusuk satu sama lain. Hingga kemudian, tawa nyaring Ethan tiba-tiba membuat Keenan mengerutkan keningnya
" Lo serius banget sih, Keenan, " Kata Ethan sambil tertawa, " Gue bercanda kali, mana mungkin Naura suka sama gue,"
...•••...
Walau masih bingung dengan Perubahan ekspresi Ethan yang tiba-tiba. Tapi nyatanya hal ini membuat Keenan bisa sedikit bernafas lega. Ethan masih tertawa keras di sebelahnya. sedangkan Keenan sama sekali tidak mengerti apa yang harus ditertawakan. Perdebatan mereka barusan terasa sangat nyata.
Percakapannya dengan Ethan di rumah Satya siang tadi masih memenuhi kepala hingga malam hari ini. Dia masih belum bisa menganggap Perkataan Ethan siang tadi hanya berupa candaan. Namun, dia juga tidak memiliki banyak fakta yang menunjukkan bahwa Ethan memang tertarik Pada Naura.
" Lo hobi banget gangguin gue, ya "
Keenan menoleh ke samping, Naura berdiri tepat di sebelahnya sambil berpangku tangan. Senyum Keenan langsung mengembang. Dia seolah memiliki harapan besar bahwa Naura menyambut Perasaannya tidak lama lagi. Buktinya, cewek itu selalu menyanggupi Permintaannya Beberapa saat lalu. Keenan mengirim Chat pada Naura untuk minta ditemani di taman terbuka hijau di belakang kompleks mereka
" Duduk sini," kata keenan sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya
Naura berdecak sekali, Kemudian duduk di ujung bangku dengan terpaksa. Dia mengetatkan jaket yang dikenakannya ketika angin malam menyambut kehadirannya. Dia mengunci rislesting jaketnya hingga tertutup sempurna
Keenan tertawa Pelan di sebelahnya," Rupanya Lo banyak belajar tentang pengalaman ya ? katanya, sikap Naura mengingatkannya kembali saat dia memaksa Naura mengenakan jaket miliknya ketika hujan
Naura melirik Keenan dengan salah tingkah. Dia kini jadi lebih sangat menghargai sebuah Peribahasa itu yang berbunyi, " sedia payung sebelum hujan, " jadi tidak salahnya bila dia sedia jaket sebelum hujan,kalau tidak ingin hal yang memalukan seperti waktu itu terulang kembali
" Lo mau cerita apa ? tanya Naura, mengalihkan topik
Tawa Keenan Perlahan memelan hingga benar-benar hilang. Dia menghela nafas berat beberapa kali. Topi bahasan tentang Moza memang selalu menguras Pikiran serta emosinya. Sudah hampir satu semester dia Pindah sekolah ke SMA ANGKASA. tetapi sampai detik ini dia masih belum menemukan siapa yang dengan tega membuat adiknya celaka. Dia merasa semakin gagal menjadi seorang Kakak
Perubahan ekspresi wajah Keenan yang drastis membuat Naura sungkan bertanya lagi. Satu yang dia yakini, Keenan kini sedang berusaha keras melawan Perasaan sedihnya akan kepergian adik kesayangannya.
" Di antara Satya, Miko Ethan dan Johan Lo Paling dekat sama siapa, "
" Eh, " Naura terkesiap. Dia belum Paham apa maksud Pertanyaan Keenan
Keenan menoleh, " Lo sekelas sama mereka waktu kelas 1 kan ? tanyanya yang dijawab Naura dengan anggukan, " Di antara mereka Lo Paling dekat sama siapa waktu itu,"
" Kenapa Lo tiba-tiba tanya gitu,"
" Karena mereka semua ngakunya dekat sama Lo waktu kelas 1, " jawab Keenan beralasan
Naura mengalihkan pandangannya sambil berpikir, " Gue dekat sama Ethan karena gue sama dia selalu sekelas sejak kelas VII. Kalua Satya sama Miko karena mereka ke mana-mana selalu sama Ethan, jadi kadang suka sok akrab "
Keenan mendengarkan dalam diam. Dia merasa informasi ini penting, karena bisa saja dia mendapat Petunjuk untuk menebak siapa Cowok yang sering diceritakan Moza pada Naura ketika curhat
" Kalua sama Johan Kami satu tim waktu Perlombaan renang tingkat provinsi," lanjut Naura
" Perlombaan renang,"
Naura menoleh Kemudian mengangguk, " Waktu Kelas 1 Johan sempat ikut ekskul renang. Tapi, cuma satu semester. Habis Perlombaan, dia udah nggak latihan lagi ".
" Kenapa,"
Naura mengangkat bahu, " Yang jelas, gue bersyukur banget dia keluar dari klub renang waktu itu. jadi keempat temannya yang suka ngikutin dia. jadi nggak Punya alasan lagi main ke arena renang Kerjaan mereka cuma bikin rusuh. Suka godain anak-anak Klub renang"
" Tapi Arsen nggak genit kayak teman-teman Lo itu, " bela Naura
Hening beberapa saat. Keenan mencoba menghubungkan semuanya dengan Moza. Dari Penjelasan Naura, dia masih belum menebak siapa Cowok yang disukai Moza. Nyatanya, kelima cowok itu mempunyai kemungkinan yang sama kuatnya. Mungkin terkecuali Johan, Dan dia harap mau membantunya mengungkap kasus Moza.
" Jadi sebenarnya Lo mau Cerita apa ? Tanya Naura. Dia baru menyadari sejauh pembicaraannya dengan Keenan, jutsru Naura yang banyak bercerita Padahal, tujuannya datang ke sini adalah untuk mendengarkan Keenan bercerita
Keenan tersadar dari lamunannya. Dia mendongak menatap langit malam yang mendung, " Udah mau hujan ini Gue antar Lo Pulang sekarang ya gue Takut lo nanti sakit, "katanya sambil bangkit sambil berdiri
Naura ikut memperhatikan langit di atas kepalanya, kemudian menyusul Keenan yang sudah berjalan lebih dahulu
Keduanya berjalan bersisian tanpa suara. Naura sempat berpikir bahwa ucapan Bunda ada benarnya. Mungkin saja selama ini Keenan bersembunyi di balik cerianya. Padahal cowok itu hanya berusaha menutupi kesedihannya
" Makasih, ya, " Ucap Naura ketika sudah sampai di depan Pagar rumahnya
" Gue yang harusnya makasih. Makasih udah temenin gue, " sahut keenan sambil tersenyum simpul
Naura menggaguk, kemudian berbalik dan membuka pintu pagar. Namun ketika dia hendak melangkah masuk, Keenan meraih sebelah tangannya dan membuatnya kembali berbalik
" Ra, Lo masih ingat kata-kata gue untuk jauhi Arsen, kan ? tanya keenan tanpa melepas tangan Naura, " Gue nggak akan Pernah berhenti buat ingetin Lo. karena gue nggak mau kehilangan Lo "
Naura mengerutkan keningnya. Dia berusaha membebaskan tangannya, tetapi Keenan semakin menggenggamnya, erat.
" Keenan Lo ... "
" Gue tahu Lo Pasti anggap gue ini aneh atau gila, gue cuma takut, Ra Gue takut kehilangan untuk kedua kalinya,"
Naura kehilangan kata-kata untuk menimpali Perkataan keenan yang sama sekali tidak dia Pahami. Dia semakin membeku ketika kini Keenan meraih sebelah tangannya yang lain dan menggenggamnya dengan kedua tangannya
" Satu hal yang gue mau Lo tahu. kalaupun suatu hari keadaannya berubah, gue mau Lo Percaya bahwa rasa sayang gue ke Lo nggak akan Pernah hilang. Gue Sayang sama Lo, Ra Dan, gue akan tunggu sampai Lo mau buka hati Lo buat gue, " Keenan menggenggam kedua tangan Naura erat-erat. Tatapan matanya sungguh-sungguh. Dia sungguh ingin melindungi Naura lebih dari apapun
Naura tak menanggapi. Dia terlalu terkejut dengan semua ucapan Keenan. Bahkan, ketika Keenan melepaskan tangannya dan menyuruhnya masuk, Naura masih bergeming beberapa saat
Ketika tersadar, Naura bergegas masuk ke rumah dan buru-buru menutup rumahnya. karena dia yakin, Keenan masih berdiri di depan Pagar sebelum dia benar benar masuk
Naura bersandar di balik Pintu. Dia merasakan hatinya menghangat ketika mendengar kata-kata Naura tadi. senyumannya Perlahan mengembang. Dia rasa, ini yang dinamakan Perasaan berbunga bunga seperti ada kupu-kupu yang bermain-main di Perutnya Rasanya sungguh menyenangkan
...••••...
Keenan tiba di sekolah pagi-pagi sekali. Karena yang dia tahu, Johan selalu ada di kelas lebih awal daripada teman-teman sekelasnya yang lain
Dugaannya benar ketika Keenan masuk ke kelas, Johan sudah ada di sana, sedang duduk di bangkunya sambil sibuk membaca Novel Naruto
" Eh Tumben pagi-pagi udah di kelas," sambut Johan sambil melirik sekilas Keenan yang baru saja duduk di sebelahnya
" Sengaja. Ada yang mau gue tanya sama Lo "
Perkataan keenan sukses membuat Johan penasaran. Johan menutup komik di tangannya dan meletakkannya di atas meja. Dia lalu menatap Keenan Penuh tanya
" Mau tanya apa , "
Keenan langsung menghela nafas sesaat, kemudian balas menatap Johan, " Waktu kelas X Lo sempat masuk Klub renang,"
Johan menyipitkan matanya, " Lo nge-saltk gue ? tebaknya Curiga
" Gue tahu dari ini Naura, " sahut keenan, " Emang bener "
Johan menyandarkan Punggungnya di sandaran kursi, " iya tapi cuma satu semester Emangnya kenapa ?
" Berarti Lo kenal Moza Larasati "
Johan langsung menegakkan Punggungnya ketika mendengar nama itu, " Lo ... kenal sama Moza ? Dia malah bertanya balik
Ekspresi yang ditunjukkan Johan justru membuat Keenan semakin penasaran. Dia yakin, Johan tahu banyak tentang kasus Moza