My Love My Enemy

My Love My Enemy
Part 35 MELAWAN KATA HATI



Sudah, lebih setengah jam Keenan masih bertahan di posisinya tanpa bergeser sedikit pun. Dia tidak melawan sama sekali saat Pukulan bertubi-tubi dari wanita Paruh baya mengarah ke dirinya.


Keenan masih berlutut tidak jauh dari ranjang Ethan. Dia memohon maaf Pada wanita di hadapannya saat ini. wanita yang Pasti sangat terpukul melihat Putranya yang terbaring tak berdaya karena ulahnya


Safira menangis sambil memukul-mukul bahu Keenan begitu tahu bahwa keenan-lah yang membuat Putranya sekarat seperti itu. Ditambah tangisan nyaring bocah berusia 6 tahun yang terdengar sahut-sahutan sambil menyebut Kakaknya yang belum juga membuka matanya


" Ethan itu anak yang baik, " Safira terpukul luar biasa. Dia duduk di lantai karena tak kuasa melihat kondisi Ethan saat ini. Pukulannya di tubuh Keenan Pun semakin melemah kemudian ia menatap Keenan " Dia nggak Punya musuh selama ini,"


Keenan sungguh merasa bersalah. Pukulan Naura sungguh tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kesakitan Ethan saat ini


Entah sudah berapa kali Keenan mengucap kata maaf. Namun, dia sadar dengan Perbuatannya tidak bisa dimaafkan semudah itu. Hingga Keenan berjanji akan menunggu Ethan sampai sadar, menjaganya hingga sembuh, dan berlutut bila emang Ethan meragukan Penyesalan dan Permintaan maafnya


...•••...


Naura, Loli dan Santi baru saja muncul di Pintu ruangan rawat Ethan Naura bergegas masuk dan mendekat, Dikuti Loli dan Santi. Mereka mengabaikan dua pasang mata yang menatap mereka saat ini, Johan dan Keenan. Bahkan Keenan harus rela mundur beberapa langkah untuk memberi Naura dan lainnya ruang bergerak di samping ranjang Ethan


" Ya ampun Ethan Kenapa bisa begini, Jon, " tanya Naura cemas setelah melihat kondisi wajah Ethan yang hampir tidak dikenalinya.


Santi dan Loli tak kalah terkejut. Mereka hampir tidak percaya orang yang terbaring tidak berdaya itu adalah Ethan, teman sekelas yang mereka yang terkenal bawel dan selalu banyak tingkah


Naura menoleh Pada Johan yang cukup lama belum juga menjawab Pertanyaannya. Namun tidak ada sedikitpun tanda cowok itu akan bersuara


Malam ini di ruang rawat Ethan hanya tersisa Keenan dan Johan yang menjaga Ethan.


Naura Perlahan menyentuh tangan Ethan yang di tempel selang infus Dan, bersamaan itu Pula, mata Ethan bergerak dan terbuka walau hanya setengah


" Ethan, " Naura menyambut sadarnya Ethan dengan perasaan lega. Dia buru-buru menekan tombol di dekatnya agar Perawat jaga segera datang ke ruangan


Semua mendekati Ethan yang baru saja sadar, Termasuk Keenan dan Johan


" Nau-ra, " ucap Ethan terbata dengan suara nyaris tak terdengar


Mungkin Naura tidak akan tahu kata yang dilontarkan Ethan kalau saja dia tidak bisa menebak dari gerakan bibir cowok itu


" Lo kenapa bisa kayak gini,"


" iya Than, sebenarnya ada apa, " Loli juga ingin tahu


Ethan tersenyum samar. Dia senang orang Pertama yang dilihatnya ketika dia sadar adalah Naura. Rasanya damai sekali kesakitan sekujur tubuhnya saat ini seolah sirna


" Lo kha-wa-tir sa-ma gu-e, " Ucap Ethan dengan susah payah. Dia masih menyempatkan menyunggingkan bibirnya menggoda Naura


" Masih bisa bercanda lagi !" tegur Naura terharu, " Cepet-cepet sembuh deh. Lo tambah jelek kalau sakit begini," lanjutnya dengan mata berkaca-kaca


Rasanya Ethan ingin sekali tertawa sekeras-kerasnya saat ini juga Kalau saja rasa sakit di sekujur tubuh dan wajahnya tidak langsung mengingatkannya untuk menahan diri


" Bia-sa-nya ga-nteng, dong, " Ethan masih berjuang keras untuk tersenyum


" Biasanya jelek aja, Kalau sekarang jadi jelek banget, " ejek Naura terang


terangan suaranya tawanya menyusul kemudian. Membuat senyum di wajah Ethan Semakin lebar


Tanpa sepengetahuan yang lain, Keenan Perlahan mundur dan keluar dari ruangan. Dia merasa keberadaannya hanya akan mengganggu Yang dibutuhkan Ethan saat ini adalah Perhatian dari Naura. Keenan akan membiarkannya, walau membayangkan saja sudah terasa menyakitkan baginya


Johan satu-satunya menyadari sikap keenan menjauh. Dia merasa tidak tega dan juga Prihatin terhadap Keenan secara bersamaan.


Tidak beberapa lama kemudian, seorang Perawat dan dokter masuk ke ruang Ethan untuk memeriksa kondisi Ethan yang baru sadarkan diri. Lalu berganti, Naura yang keluar dari ruangan dan kini berhenti tepat di hadapan Keenan, Keenan menebak Cewek itu sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi Tentang dia mengakibatkan Ethan hampir kehilangan nyawanya. Keenan dapat dengan mudah membaca semua itu dari sorot tajam cewek itu Padanya


" Lo itu jahat banget bikin Ethan babak belur kayak gini, " omel Naura melampiaskan kekesalannya, " Lo emang nggak tahu diri. Yang gue tahu Ethan itu orangnya baik banget, dan Care sama teman-temannya Tapi, Lo malah mau bunuh Ethan, Lo udah gila,"


Keenan tidak membalas sama sekali Ucapan Naura. Dia hanya menatap Naura dengan Perasaan campur aduk. Bagaimana bisa keberadaan cewek itu sangat dekat dengannya saat ini justru membuatnya semakin jauh dari sosok itu ? Naura, dekat tetapi seolah tidak tergapai olehnya. Naura sangat membencinya. itu fakta


Keenan hampir tidak memperhatikan kata kata Naura yang terus memarahinya. Dia sibuk merasakan Perasaannya yang pahit ketika menyadari mungkin saja ini saat terakhirnya bisa memandang wajah cantik Naura sedekat ini. Dia Pastikan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini


Setelah Cukup lama melampiaskan kekesalannya pada Keenan, Naura menghentikan ocehannya setelah menyadari sesuatu. Sudut bibir Cowok itu tampak terluka. terlihat dari darah segar yang sudah tampak mengering


Naura mengerutkan keningnya. Dia berhasil menahan tangannya sendiri yang hampir saja melayang untuk meneliti luka itu. Dia kemudian menunduk, memperhatikan kedua tangan Keenan yang terluka. Naura sampai tidak berani membayangkan sesadis apa Pukulan-pukulannya Keenan Pada Ethan


Keenan juga terluka


Mata Naura kembali menatap Keenan yang juga masih menatapnya tanpa kata. Keduanya terdiam untuk waktu cukup lama. mereka berlomba untuk saling melawan kata hati masing-masing. Hingga suara pintu yang dibuka membuat mereka kompak menoleh


Dokter dan Perawat baru keluar diikuti loli ,Santi dan Johan Keenan langsung mendekat dengan Perasaan Cemas setelah dokter dan Perawat menjauh


" Gimana keadaan Ethan, " tanya Keenan Pada Johan


" Ethan masih Perlu dirawat beberapa minggu di sini, sambil melihat Perkembangan luka di bagian belakang kepalanya, "


Keenan menghela nafas lega. Walau didengarnya bukan sepenuhnya kabar baik, tetapi setidaknya dia bersyukur Ethan telah sadar, Dan, dia berharap Ethan Cepat sembuh


Santi dan Loli mengajak Naura untuk Pulang setelah menengok kembali Ethan yang kini sedang beristirahat


" Gue akan usahakan sering ke sini kalau sempat, " kata Naura pada Johan kemudian mengikuti Santi dan Loli yang sudah berjalan lebih dahulu. Dia melewati Keenan begitu saja. Seolah cowok itu memang tidak ada di sana


...•••...


Johan keluar dari ruang rawat Ethan sesaat mendapatkan Chat dari Naura untuk menemuinya sebentar


" Ada apa ? tanya Johan langsung, " Ada yang ketinggalan, " tebaknya


Naura menggeleng, kemudian mengeluarkan Plastik Putih pada johan


" Apaan, nih, " tanya Johan sambil menyambut Plastik Putih


" Tolong kasih buat temen Lo," kata Naura dengan suara Pelan


Johan mengintip isi plastik itu, " ada kapas, alkohol dan obat merah. Dia langsung mengerti siapa yang di maksud Naura


" Kenapa nggak Lo kasih aja langsung ke Orangnya ? Orangnya lagi ada di dalam tuh"


" jangan bilang ini dari gue, Gue Pamit Pulang sekarang," kata Naura yang langsung berbalik tanpa menunggu tanggapan dari Johan


Johan kembali masuk ke ruangan setelah menatap kepergian Naura cukup lama. Dia langsung menemukan Keenan tengah bersandar di tembok tepat di samping Pintu entah sejak kapan


Johan mengulurkan plastik putih di tangannya Pada Keenan, " Gue nggak bilang ini dari dia, Tapi, gue yakin Lo udah denger semua !" Ucapnya sambil berlalu menuju sofa, dan mulai berbaring di sana


Keenan meremas Plastik di genggamannya setelah mengintip isinya Dia tidak tahu lagi harus mengartikan perasaannya seperti ini, Naura masih saja menujukkan sifat tidak tegaannya


Tidak bisa dimungkiri, hati Keenan kini menghangat menerima Perhatian tidak langsung dari Naura Namun, disisi lain hal ini membuatnya goyah dalam menentukan sikap selanjutnya