
BEGITU tiba di rumah, Keenan masuk ke kamarnya dan langsung meraih buku diary Moza yang dia simpan di laci meja belajarnya. Dengan cepat, dia membalik lembar-lembar halaman buku itu untuk memastikan sesuatu. Percakapannya dengan Naura di taman membuatnya teringat sesuatu yang pernah dia baca di buku diary Moza.
" ini dia !" seru Keenan ketika berhasil menemukan halaman yang dia maksud
23 Desember 2019
...Dia manis dan Cantik walua kelihatannya jutek, tapi sebenernya dia itu baiiiik banget. Cowok mana yang nggak suka sama dia ? Gue aja yang cewek terpesona banget sama dia. Dia care dan perhatian banget sama gue. seandainya aja gue nggak marahan sama Kak Keenan, gue mau deh kenalin dia sama Kak Keenan, Eh tapi jangan deh,dia terlalu baik buat Kak Keenan. Gue takut dia malah sakit hati kalau pacaran sama Kak Keenan yang playboy....
...Bagi gue, dia itu spesial. Gue sayang banget sama Dia dan. dia udah gue anggap seperti kakak gue sendiri. Sekarang dia jadi tempat curhat gue semenjak gue merasa kak Keenan udah nggak asyik lagi buat diajak curhat...
...Gue beruntung banget dekat sama dia. karena secara nggak langsung gue bisa cari tahu kebiasaan dan segala sesuatu tentang cowok yang gue suka. Karena kebetulan, dia sekelas sama cowok yang gue suka. Senangnyaaaa...
...Kami satu ekstrakurikuler renang. Dia panutan gue banget Gue mau jadi seperti dia. di sukai dan dikagumi semua orang...
" Jadi, dia yang di maksud Moza di buku ini adalah Naura, " Keenan menyimpulkan sendiri
Keenan kemudian bergerak mendekati satu-satunya lemari besar dalam kamarnya. Dia membuka lemari itu, kemudian perlahan membuka salah satu laci di dalam sana. Tumpukan album foto adik kesayangannya langsung tampak. Keenan meraih salah satunya dan membuka album itu dengan perasaan yang kembali bergejolak
Keenan mengambil salah satu foto yang Paling dikenalinya dari album ini. Dia tidak mungkin lupa pose Moza di foto itu. Senyumannya, sudut Pengambilan serta latar belakang di tepi kolam. Semuanya mengingatkan kembali Pada foto Naura yang dia lihat di wallpaper ponsel milik Naura.
Semua ini terlalu kebetulan. Hingga Naura yang mirip dengan Moza, melainkan justru Moza yang sangat mirip dengan Naura. Adiknya itu rupanya selalu meniru semua gaya dan tingkah Naura
...•••...
Setibanya di sekolah, Naura sengaja mengikuti Keenan hingga ke kelasnya. Beruntung, suasana kelas masih sepi, hanya ada beberapa murid yang memang terbiasa datang Pagi. Johan yang Naura tahu adalah siswa yang sering datang yang paling awal, kali ini tidak terlihat di kelas. Naura hanya bisa menemukan tas Johan di atas meja yang kebetulan bersebelahan dengan meja Keenan
Keenan menjatuhkan diri di bangkunya. Bersamaan dengan itu pula dia baru menyadari Naura menyusulnya hingga masuk ke kelasnya. Senyumannya langsung mengembang sempurna ketika Naura kini berhenti di samping mejanya. Dia senang karena menyadari tujuan cewek itu ke kelasnya untuk mencarinya
" Ada apa Pagi-pagi gini nyariin gue kangen ya baru semalam kita ketemu lho," godanya, masih tersenyum
" jadi Orang nggak Usah ke-gerran deh gue nyariin Lo mau tanya sama sesuatu sama Lo tadi malam lo udah lihat apa aja, " Ucap Naura dengan nada sengaja di Pelankan agar tidak terdengar orang lain
" Maksudnya, " Keenan mengerutkan keningnya, tidak mengerti
Naura berdecak kesal, kemudian meletakkan jaket keenan yang sudah ia cuci dia keringkan dan di lipat rapi di atas meja Keenan
" Lo nggak lihat macam-macam,kan Tadi malam," tanya Naura ragu. Dia merasa malu luar biasa begitu mengerti mengapa Keenan bersikeras memaksanya untuk mengenakan Jaketnya ketika hujan kemarin.
Keenan Tersenyum semakin lebar begitu mengerti maksud perkataan Naura, " Lo udah Paham kan sekarang"
" Lo nggak lihat,kan " Naura kembali memastikan
Kali ini Keenan terkekeh sangat Pelan
" jangan hujan-hujanan tanpa gue, "
Baru saja Naura membuka mulut untuk kembali menimpali Ucapan Keenan, tetapi kehadiran Johan membuatnya urung dengan perasaan kesal yang tertahan, Naura berbalik dan bergegas ke luar dari kelas
Sesampainya di Pintu kelas, dia hampir saja bertabrakan dengan Satya dan Miko yang baru saja muncul
" Eits, hampir aja nabrak, " Ucap Miko yang secara refleks menghentikan langkahnya ketika menyadari seseorang baru saja keluar dari ruangan kelasnya," Yah, nyesel gue berhenti. Coba aja nabrak beneran aja, kalau tahu itu Naura," keluh sambil memandangi berlalunya Naura ke ruang kelas sebelah.
Keenan masih terkekeh Pelan di bangkunya. Tingkah Naura tadi sungguh lucu dan menggemaskan. Bahkan dia, bisa melihat rona merah di pipi cewek itu ketika berusaha menyembunyikan rasa malunya
" Kemajuan Pesat Lo Keenan, Udah disamperin Naura Cantik Lo aja Pagi-pagi gini, " komentar Satya begitu sudah duduk di bangku tepat di depan Keenan
" Bentar lagi juga jadi, " Jawab Keenan dengan sangat percaya diri perkataannya itu disambut ejekan dari teman-temannya
" Gue janji bawain tas Lo selama sebulan kalau Lo berhasil jadian sama Naura, " kata Miko sambil duduk di sebelah Satya
" Gue kerjain PR Lo selama sebulan deh, " tambah Satya
" Kalau Ethan denger, dia Pasti nambahin juga Nambahin kata-kata buat matahin Semangat Keenan kalo Lo deketin Naura," Miko terbahak di akhir kalimatnya begitu pula Satya
" Emang resek kalian semua, " balas Keenan, kemudian Miko ikut tertawa
Ruang kelas Naura mendadak kembali kondusif. Beberapa siswa langsung mengurungkan niatnya keluar kelas Pada jam pergantian ini ketika melihat Bu Mia sedang berjalan menuju kelas mereka
ibu Mia yang mengisi jam pelajaran kedua di kelas XII IPA 2 hari ini sudah memasuki kelas. siswa-siswi mengeluarkan buku Pelajaran kimia ke atas meja masing-masing. Mereka bersiap memulai Pelajaran kembali
" Ayo, ayo keluarkan PR kalian sekarang juga !" Perintah Bu Mia yang sudah berdiri di depan kelas
Semua bergegas mengeluarkan buku tugas masing-masing. Perhatian semua Orang kemudian beralih ketika melihat seseorang mengetuk pintu kelas
" iya, ada apa Keenan ?" tanya Bu Mia yang kemudian mempersilakan Keenan untuk masuk
" Buku Catatan ibu ketinggalan di ruang kelas saya, Bu," Kata Keenan sopan sambil mengulurkan buku yang dibawanya kepada Bu Mia
" Astaga, ibu lupa. Tadi buru-buru langsung Pindah buat ngajar di kelas ini. Makasih, ya, " ibu Mia menyambut buku itu " Kenapa nggak ketua kelas kamu aja yang nganterin, " tanyanya
" Sengaja, Bu sekalian mau titip salam sama Dinda Naura Salsabila Biar makin semangat belajarnya, " ucapanya sambil melirik meja Naura Ucapannya itu sukses memancing keadaan kelas menjadi sangat ricuh. Banyak siulan menggoda terdengar dari deretan belakang kelas, juga teriakan histeris yang didominasi suara perempuan
Naura menahan malu setengah mati saat ini. Bisa-bisanya Keenan membuat keributan di kelasnya
" Sudah, sudah, " ibu Mia mencoba mengendalikan situasi, " Kamu kembali ke kelasmu, " Ucapanya pada keenan dengan intonasi tegas
Keenan mengangguk, kemudian berjalan menuju pintu kelas sambil sesekali melirik ke arah Naura untuk melihat reaksi Cewek itu
" Ra. muka Lo merah, " kata loli sambil memperhatikan Naura di sebelahnya
" Eh ?" Naura menyentuh pipinya dengan salah tingkah, " Oh, hari ini gue memang agak kurang enak badan " sahutnya asal
Sialnya, sedikit kemudian tangan loli melayang hingga menyentuh keningnya
" Tapi suhu tubuh Lo, nggak panas, " komentar Loli
Naura Pura-pura batuk, " Bu Mia barusan ngomong apa, ya " tanyanya mengalihkan Perhatian Loli
Loli mengangkat bahu, kemudian kembali sibuk menyiapkan buku tugasnya yang sebentar lagi pasti diminta untuk dikumpulkan
Naura sibuk mengendalikan dirinya sendiri. Jantungnya masih berdebar tak karuan walau keenan sudah lama meninggalkan ruang kelasnya. Cowok itu seolah tidak mau pergi dari kepalanya. Ada apa sebenarnya dengan Naura ?