
dari rekan di sebelahnya menambah istimewa Pertunjukan saat ini. Harmonisasi yang memenangkan itu mampu mencuri setiap perhatian setiap orang yang datang karena menaruh minat untuk masuk klub musieatbox menghilang. Cowok yang mengenakan jaket bomber warna biru tua itu mulai mengeluarkan kata-kata tempo dengan yang cepat. Penonton dibuat antusias dengan kemampuan rapnya Bersamaan dengan itu, tabuhan drum, gitar, bas mengiringi Pertunjukan mereka di atas Panggung. menambah kesan kemeriahan suasana Pantas seni siang ini
menit yang mengagumkan. semua menonton mengakui hal itu. Satya dan kawan-kawan sukses mengiring mahasiswa angkatan baru untuk bergabung dalam Klub musik
orang bertepuk tangan Ketika Satya dan rekan-rekan klub musik dibantu Ethan dan Johan saja menyelesaikan Pertunjukan mereka
Panggung Satya menyalami Ethan dan Johan sambil mengucapkan terima kasih karena sudah bersedia melakukan Pertunjukan musik bersamanya Walau keduanya bukan dari klub musik
" Nggak gratis, Sat !" ikut menyahut,"
Traktir makan siang juga boleh, lah, " lanjutnya sambil tertawa
" Tenang aja Nanti Siang gue Traktir Choki-Choki sama Permen kaki, "
Biasanya makanan makanan masa kecil mereka itu andalan untuk mentraktir teman temannya Dan, kini keadaannya berbalik
" berdua kenapa nggak gabung di grup musik aja sih, "
" Gue lagi sibuk, Sat,"
" Sibuk Ngapain ? Sibuk Pacaran sama Cewek yang Lo sebut masih bocah, "
ekspresi wajah Ethan berubah, ketika Cewek itu di bicarakan " Jangan Pernah Nggak bahas tentang dia"
merasa bersalah, Satya jutsru tertawa Puas melihat ekspresi Ethan seperti itu. setiap kali di singgung tentang adik kelas mereka sewaktu SMA dulu
" Lagian Lo gengsi banget sih bilang kalau Lo tertarik sama itu Cewek,Kan Ethan" goda Satya, masih sambil tertawa
" jangan sok tahu Lo ! Dia itu kerjaannya nyusahin gue melulu, "
" Kalua udah tau nyusahin, kenapa Lo masih ngeladenin Chat dari dari Dia. Hayo, " Tembak Satya tepat sasaran
" Supaya dia nggak ngangguin gue lagi"
menyipitkan matanya, bermaksud menggoda yang dia kenal memang keras kepala, " Supaya dia ngangguin lo, atau supaya dia nggak berhenti gangguin lo ?
" Resek Lo ya lama-lama " jadi kesal, Beruntung kehadiran Miko di tengah tengah mereka mampu mengalihkan Perhatiannya
" Nggak Waktu SMA, nggak waktu kuliah, gue selalu jadi orang tersisihkan, setiap kalian konser "
" Gimana, Ko ? Udah Lo, videoin kan Tadi," tanya Ethan tanpa menghiraukan keluhan Miko
" Lama-lama gue jadi kayak babu, kerjaan Cuma ngerekam kegiatan kalian aja, "
" Udah belum sih, " Lagi-lagi tidak Peduli dengan Ocehan Miko
" Udah Bos, Udah gue kirim ke Lo !" sahut kesal jutsru membuat Ethan tertawa
Ethan menepuk Pelan, bahu Miko, kemudian berlalu Pergi dari sana
kemudian mendekati Miko,
" Jadi habis ini jadwal gue apa lagi, "
" Makan Paku di kampus, " kesal Miko
mengikuti Ethan ke tempat biasa. Saat SMA mereka punya koridor Kantin untuk berkumpul, Di kampus, mereka memilih atrium sebagai tempat nongkrong mereka
duduk di sudut atrium Kemudian membuka Laptopnya sejenak dia mengabaikan Satya Miko dan Johan mereka asyik bercanda di sekitarnya
mengecek surelnya Pesan-pesan masuk yang lagi-lagi tidak ada dari Orang yang diharapkan. Dia kemudian membuka Pesan masuk dari beberapa menit yang lalu, kemudian meneruskan video kiriman Miko kepada orang itu. Seorang yang hampir tiga Minggu dia kirimin pesan, tetapi tidak ada satu pun yang di balas
Alamat surel tujuan sudah di ketik, selanjutnya Ethan mengetikkan sesuatu di badan Surel
Hai kwwnw
...Lo nggak kangen apa masa-masa kita Konser dadakan di SMA ? sampai sekarang gue masih aja ngerasa ada yang kurang tiap kali bantuin Satya manggung. suara Satya nggak sebagus suara Lo Tapi, Lo jangan-jangan bilang dia ya, Haha Mungkin setelah Lo buka video ini Lo punya komentar pedas buat Satya atau Johan yang nggak pernah ada ekspresi tiap kali nabuh drum. Kalua gue, nggak kritik dari Lo kecuali, Lo ngomong langsung di depan muka gue...
" Tadi Pas gue nyanyi di Panggung ada, Cewek manis banget lihatin gue, sampai mulutnya ke buka lebar gitu, " kata Satya menggebu-gebu
" Sok Ganteng Lo ! Tuh Cewek pasti muntah denger suara Lo, " ejek Miko tak terima
" Sirik aja Lo, tanya Johan, Kalau nggak Percaya. Ya kan Jon ? tanya Satya sambil melirik Johan di sebelahnya
Johan berpikir sejenak, kemudian menyahut, " Yang berdiri Paling depan itu yang Paling heboh sendiri,"
" iya, iya Nah, Johan aja nyadar," respons Satya Penuh antusias
Ethan tersenyum memperhatikan interaksi teman-temannya, lalu mengetik sesuatu di laptopnya
...Oh Lo mau tahu kabar Miko ? Dia masih aja jadi orang yang paling nggak bisa diam dari kita semua. Suka banyak salah tingkah kalau lagi deketin adik angkatan di kampus. Masih aja suka ngambek ngambekan sama Satya kalau mereka lagi ngincer cewek yang sama. Tapi ujung-ujungnya nggak ada satu pun dari mereka yang mengakhiri masa jomblonya. Nasib mereka tetap aja sama walua mereka jadi ngerasa Paling ganteng sejak Lo ngilang tanpa kabar...
...Kalua johan, tetap masih yang paling Pendiam dari kita-kita tuh anak diam diam juga Populer lho. Pernah waktu itu ada yang titip salam buat dia. lewat Miko, Miko keselnya bukan main Merasa tersaingi, Katanya Haha...
...Oh ya Lo dapet Salam dari Arsen yang lagi di Perancis, Gue udah Pernah dia lanjut kuliah di sana, kan ? Hubungan gue sama Arsen udah baik lagi Dia yang negur gue duluan Pas Perpisahan sekolah. Dia minta maaf sekalian Pamit Hal yang Paling bikin gue senang, semua cuma butuh waktu yang tepat untuk mengembalikan keadaan kembali normal Dan, gue percaya cuma butuh waktu yang tepat Lo balik ke sini...
...Apa lagi yang Lo mau dari gue ? Lo masih berharap gue jadian sama Naura. Kalua Naura sukanya sama Lo, masa gue harus paksa dia jadi cewek gue Masa Lo nggak sadar-sadar sih ? Bahkan Kepergian Lo lima tahun ini nggak bisa bikin Naura berpaling ke gue...
...Gue sekampus sama Naura, Gue udah kasih tau Lo berkali-kali tentang ini Entah ini takdir atau nasib. Mungkin Lo Pikir ini kesempatan gue bisa dekat sama Naura, Tapi nyatanya, gue udah di tolak sebelum nyatain apa pun dia jadi makin dingin gara-gara Pergi begitu aja Dan, cuma Lo yang bisa cairin Hatinya...
...Keenan, semua akan tetap sama ketika Lo balik di sini...
Ethan mengirim Pesan itu kepada seseorang yang berada di tempat yang jauh dari mereka. Berharap kali ini Keenan membalas pesannya, Karena dia yakin, Keenan membaca setiap Pesan yang dia kirim
" Than, Than, " Satya menyikut Ethan tidak sabaran membuat yang disikut menatapnya Penuh tanya, " itu Cewek yang gue ceritain tadi yang berdiri di depan dan heboh waktu kita manggung"
Ethan menoleh ke arah tunjuk Satya diikuti yang lain
" Gue kayak kenal tuh Cewek, " komentar Miko, Tangannya mengelus dagunya sendiri, mencoba mengingat wajah tak asing itu
Sementara itu, Ethan sudah ternganga sejak tadi, sejak dia melihat sosok itu berjalan mendekat ke arahnya. Dia tak menyangka akan bertemu dengan Cewek itu lagi di kampus ini
hampir tidak mengenali Salma adik kelasnya SMA ANGKASA yang tidak sopan itu. Bukan sifatnya yang membuat Pangling, bukan Salma tetap tidak sopan di mata Ethan, Namun Perubahan Penampilan cewek itu setelah lima tahun ini sungguh membuatnya tidak bisa berkata-kata
" Sialan, Gue Ketipu, " Satya mengumpat Pelan ketika menyadari cewek itu adalah si adik kelas yang sempat berseteru dengan Ethan waktu di SMA, " Benar- benar udah mateng !" Katanya takjub sambil menatap Perubahan drastis Salma
meraup wajah Satya, " Kedip, Sat, Kedip"
" Kenapa diam aja, " tanya Salma masih
Ethan kembali menguasai sikapnya
menegakkan Punggungnya menempelkan jari telunjuknya di kening Salma kemudian mendorong wajah Cewek itu menjauh, " Musibah buat karena gue bakal ketemu Lo di sini setiap hari, "
mengusap keningnya sambil mencebikkan bibirnya, "
Satya, Miko dan Johan saling berbisik ketika menyadari Ethan dan Salma masih bertukar chat
" Lo itu Pantas dikritik biar hidup Lo bener, !" Ethan menyindir
buru-buru mengikuti, " Tunggu Gue mau tahu siapa Cewek yang Lo suka dari SMP, Lo nggak Pernah cerita sama gue,"
menyingkirkan Salma ketika Cewek itu tiba- tiba-tiba mengadang langkahnya
, " jahit Celana jins Lo itu biar Benar. Celana sobek jangan di Pakai, "
Miko, Satya dan Johan merasa terabaikan oleh Temannya itu seolah hilang Fokus ketika menemukan di dekatnya