
" BERARTI Lo ... kenal Moza Larasati, "
Johan Langsung menegakkan Punggungnya ketika mendengar nama itu
"Lo kenal ... Moza ? Dia malah bertanya balik
Ekspresi yang ditunjukkan Johan justru membuat Keenan semakin Penasaran. Dia yakin, Johan tahu banyak tentang kasus Moza
" Gue minta bantuan Lo, Jon, " Ucap Keenan bernada memohon, " Moza itu adik gue "
" Hah Moza adik Lo, " Johan Terkejut bukan main
Keenan berusaha mengabaikan keterkejutan Johan. Bagaimanapun, dia hanya bisa memanfaatkan waktu. sebentar lagi kelas akan ramai, dan dia tidak bisa membicarakan Moza seleluasa sekarang
" Lo lagi bercanda, Keenan !" tanya Johan tak. Percaya, " Seinget dulu Moza nggak Pernah bilang dia Punya kakak "
Keenan membuang nafas berat. Dia tahu moza pasti sangat membencinya. Moza malu kalau sampai teman-teman sekolahnya tahu bahwa Keenan adalah kakaknya. Dia malu Punya Kakak yang terkenal Playboy. Keenan sungguh menyesal karena tidak bisa membuat Moza bangga terhadapnya
" Gue Kakaknya Moza, Jon ! Keenan mempertegas ucapannya
Kali ini Johan terdiam. Dia berusaha mencari kebohongan di wajah keenan, tetapi tidak kunjung dia dapatkan. Keenan benar-benar serius
" Kalua Lo Kakaknya Moza, berarti Lo tahu tentang keberadaan Moza sekarang ada di mana ? Dia hilang ke mana, " Tanya Johan Penasaran
Keenan marah. Dia marah ketika menyadari semua orang mengira Moza hanya menghilang dan bisa di temukan sewaktu-waktu. Tapi kenyataannya Moza sudah pergi untuk selamanya. Adik kesayangannya itu sudah tiada tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal, atau bahkan mendengar kata maaf dari keenan
" Moza Udah meninggal, Jon !" kata Keenan penuh emosi " Dibunuh ! Gue yakin dia di bunuh, " teriaknya tanpa sadar. keduanya tangannya mengepal kuat di atas meja
Johan terdiam saking terkejutnya mendengar perkataan Keenan Emosi yang terpancar dari kedua mata Keenan membuat Johan tidak lagi meragukan bahwa Keenan benar-benar Kakaknya Moza
" Gimana ceritanya Moza bisa meninggal," Johan bertanya sehati-hati mungkin
Baru saja Keenan ingin berteriak menumpahkan emosinya tetapi satu persatu teman-teman sekelasnya mulai memenuhi ruang kelas
" Temenin gue bolos, Jon ! Gue Perlu bantuan Lo , " Keenan bergegas bangkit dan membawa serta tasnya ke luar kelas
Johan sempat ragu. Namun pada akhirnya dia menyusul Keenan ke luar kelas dengan membawa serta tasnya
" Mau ke mana Lo," tanya Satya yang hampir bertabrakan dengan Johan di depan Pintu kelas
" Tugas negara, " jawab Johan sambil berlari menjauh
" Tugas negara, " Satya bertanya tanya sendiri sambil menatap bingung tingkah aneh Johan
" Gue masih nggak ngerti lo ngomong apa ! Moza meninggal kenapa ? kenapa nggak ada yang tahu bahwa Moza udah nggak ada " Johan yang biasanya Pendiam, kini justru tidak bisa diam setelah mendengar penjelasan Keenan tentang Moza yang sulit di Pahami
Dia dan Keenan kini duduk saling berhadapan di salah satu kafe yang berjarak cukup jauh dari sekolah mereka
" Gue harus tahu siapa cowok yang disukai Moza ! kasih tau gue, Jon ! kasih tahu semua yang lo tahu tentang Moza, " desak Keenan makin emosi
" Apa hubungannya cowok yang disukai Moza sama meninggalnya Moza "
" Kenapa Lo bisa seyakin itu,"
Keenan menatap Johan dengan mata merah," Cowok itu udah Ngerusak masa remaja Moza dan bikin gue kehilangan Moza untuk selama-lamanya, Sialan " Keenan berteriak seperti orang kesetanan. Hal ini tentu saja menarik Perhatian Pengunjung kafe yang kebetulan tidak banyak
Johan membalas dengan anggukan Pada semua orang yang menoleh ke arah meja mereka yang mungkin saja tergganggu akibat teriakan nyaring Keenan
" Tenangin diri Lo, Keenan. Lo nggak akan bisa nemuin solusi kalau pikiran dan hati Lo masih Panas, " Ujar Johan
" kasih tahu gue siapa Cowok berengsek itu !" kata keenan. Nada suaranya sudah lebih terkendali, tetapi emosi masih terpancar jelas dari kedua mata Keenan
" Lo nggak bisa sembarangan ambil kesimpulan sendiri, Keenan emangnya Lo Punya bukti bahwa cowok itu udah bikin Moza celaka, "
Keduanya tangan Keenan mengepal kuat di atas meja, " Kasih tahu gue siapa Cowok itu ! Gue tahu, Lo pasti tahu siapa cowok yang disukai Moza kasih tau gue, Jon" Nada suaranya makin lama makin meninggi
Johan menatap Keenan tanpa berkedip. Dia berusaha menenangkan dirinya sendiri karena mulai terpancing emosi Sulut Keenan
" Gue yakin dia nggak setega dugaan Lo itu, !" sahut Johan, mencoba menyakinkan dia
" Siapa, dia ? desak Keenan tak sabaran, " Arsen " tebaknya kemudian dia berusaha mencari jawaban dari eskpresi Johan saat ini, tetapi gagal
" Lo Punya bukti apa nuduh orang sembarangan,"
" Adik gue meninggal, Jon ! Gue cuma mau Perjuangin keadilan buat Moza buat adik gue, " Keenan mengacak-acak rambutnya dengan Frustasi, nada suaranya makin melemah bercampur dengan sedikit isakan tangis yang sejak tadi ia tahan dari tadi, " Coba Lo yang ada di posisi gue. Apa Lo bakal diam aja ? Keenan menuding Johan dengan mata memerah," Gue sayang banget sama Moza. Gue belum sempat minta maaf sama dia karena gue belum bisa menjadi Kakak yang terbaik dan bisa dia banggain buat dia. Di saat gue berusaha untuk berubah menjadi kakak yang terbaik buat dia tapi Tuhan berkata lain Moza Udah pergi untuk selamanya "
Keenan menunduk dalam-dalam Dia mengusap kasar wajahnya. Emosi yang selama berbulan-bulan di Pendamnya, sendiri akhirnya tumpah juga, Dia sadar bahwa dia tidak sekuat yang orang-orang pikirkan tentangnya Dia Punya sisi rapuh yang bisa remuk sewaktu-waktu tanpa dia duga
" Terus, kalau Lo udah tahu siapa yang disukai Moza lo mau ngapain ? mau jeblosin dia ke Penjara"
Keenan langsung mengangkat kepalanya dan menatap Johan dengan tatapan berapi-api. Keenan menggeleng kuat-kuat kemudian berucap dengan emosi, " Gue akan kasih dia Pelajaran yang nggak bisa lupain seumur hidup dia "
Johan Terkejut bukan main, " Gila lho Keenan " serunya nyaring, " Lo Udah Gila, Keenan "
" Lebih baik disebut gila daripada gue mati karena Perasaan bersalah ngebiarin Moza Pergi gitu aja tanpa keadilan," sahut keenan penuh Penekanan, " Please, kasih tau gue siapa Cowok yang disukai Moza Please Johan, " Pintanya sekali lagi. Kali ini intonasi suaranya lebih Pelan. Dia berharap Johan ikut melunak dan bersedia memberitahunya
" Dinginin dulu Pikiran Lo Keenan, Gue nggak mau lo bertindak gegabah seperti Dugaan Lo itu sama sekali nggak masuk akal, " Johan bangkit langsung berdiri, " Kita bisa bicarain hal ini lagi kalua kita udah mulai tenang atau kalau Lo udah Punya bukti kuat atas semua dugaan Lo"
" Jadi bukan Arsen, " Keenan kini berusaha menahan Johan yang hendak Pergi dari hadapannya, kini keduanya saling tatap sangat cukup lama, " jadi cowok itu salah satu di antara Ethan, Satya dan Miko, kan " tebaknya kemudian
Tebakan Keenan ini bukanya tanpa alasan. jelas-jelas sikap bungkam Johan memperkuat dugaan Keenan bahwa Johan sedang berusaha melindungi seseorang, dan kemungkinan orang yang di coba dilindunginya adalah teman dekatnya sendiri
" Lo udah gila keenan, " sahut Johan Dia benar-benar emosi meladeni Keenan," Gue ingetin sama Lo Jangan bikin hubungan Pertemanan kita hancur cuma gara-gara Lo terlalu ikutin emosi alih-alih perasaan Lo sendiri mereka nggak sekeji yang Lo bayangin "
Johan Pergi setelah mengucapkan kalimat Peringatan untuk Keenan. sedangkan Keenan semakin di buat pusing dengan semua keadaan ini. Dia tidak bisa mengungkap kasus ini seorang diri apabila Johan tidak bisa membantunya itu artinya Keenan harus meminta bantuan orang yang bisa di Percayain
Keenan mengeluarkan Ponselnya kemudian mengirimkan chat untuk seseorang
...Keenan...
...Gue Perlu bantuan Lo...