
...Saran gue, Naura jangan dulu bahwa Lo kakaknya Moza. Supaya netral aja Dia sama Arsen lagi deket banget, kan ? Kalua Pelakunya memang Arsen, dan Naura tahu bahwa Lo itu kakaknya Moza, gue cuma khawatir dia malah akan berusaha melindungi Arsen...
Keenan mengacak-acak rambutnya frustasi. Saran dari Yuda semalam membuatnya semakin pusing. Namun tidak bisa dimungkiri bahwa perkataan Yuda itu memang ada benarnya. Keenan harus lebih berhati-hati dalam bertindak
Dia baru saja selesai mengikuti Pelajaran Olahraga. Dan Kini dia berniat menuju arena renang di gedung SMP ANGKASA, yang dia tahu adalah tempat yang Paling sering Moza kunjungi. Entah apa yang akan dilakukannya untuk bisa mengecek isi loker Moza di sana, Keenan sendiri Pun tidak tahu
Langkah keenan terhenti tepat di gedung Olahraga. Dia tidak jadi masuk dan memilih bersandar di tembok dekat Pintu ketika melihat Naura hendak keluar dari gedung sambil berbicara dengan seseorang melalui ponselnya. Cewek itu baru saja selesai latihan renang. Keenan dapat dengan mudah menebaknya dengan melihat rambut Naura yang masih setengah basah
" iya, Arsen Besok sore nggak akan batal lagi, Aku akan nggak ada acara apa-apa Sampai ketemu Besok ya, Bye"
Naura menutup sambungan telepon. Masih sambil berjalan, dia menyimpan kembali Ponselnya ke dalam tas ransel. Dia seketika terlonjak kaget ketika melewati pintu dan melihat Keenan sudah berada tepat di depannya
" Astaga Keenan ! Lo bikin kaget gue aja, " keluh Naura sambil mengelus dadanya
Bukannya meminta maaf atau memberi salam, Keenan justru berucap dengan nada memerintah dan dengan tatapan yang sangat serius
" jangan jalan sama Arsen,"
Naura langsung mengerutkan keningnya, " Lo kenapa sih "
" Gue, kan udah bilang berkali-kali sama Lo, jangan jalan sama dia Naura !" intonasi suara Keenan meninggi, " Lo susah banget, sih, di bilangin,"
Naura mulai sangat kesal mendengar nada suara Keenan yang terkesan membentaknya itu," Emangnya, Lo itu siapa gue ? Lo itu nggak berhak ngelarang gue buat jalan sama siapa aja ? balasnya dengan nada tak kalah tinggi
" Gue yang akan ajak Lo jalan Besok. Gue nggak akan biarin Lo jalan sama dia !" tegas Keenan
Naura semakin bingung dengan Perkataan Keenan. jelas-jelas Cowok itu bukan siapa-siapanya. Namun seenaknya saja memerintahnya
" Lo nggak mau jalan sama gue, tapi maunya sama Arsen ? Kenapa ? kesal Keenan, " Gue harus ngelakuin apa supaya Lo mau jalan sama gue"
" Keenan, Lo kenapa sih ?" Naura semakin bingung dibuatnya
" Mumpung kita lagi di sini. Gue mau buktiin sesuatu sama Lo !" Tanpa Persetujuan. Keenan melangkah masuk ke gedung Olahraga hingga ke arena renang.
Naura mengikuti dari belakang. Beberapa kali dia mencoba menahan langkah keenan, tetapi cowok itu kokoh sekali.
" Lo mau ngapain ? tanya Naura kesal sekaligus Penasaran
Beberapa teman klub renang Naura yang masih ada di sana mendadak mengurungkan niatnya untuk Pulang setelah melihat Keenan
" Gue akan masuk ke kolam ini "
" Lo kan nggak bisa berenang ! Naura memotong cepat ucapan Keenan
" Justru itu, " ucap Keenan penuh tekad," Gue emang nggak bisa berenang. Makanya gue memberanikan diri buat nyelam sampai bawah. Dan, Lo harus janji sama gue, kalau gue berhasil bertahan selama 5 menit di dalam air besok Lo nggak akan jalan sama Arsen"
" Lo, Gila ! umpat Naura, " Mustahil Lo bisa tahan nafas segitu lamanya Yang ada Pasti Lo bisa mati, "
Keenan menelan ludah. Sesungguhnya dia juga tidak yakin dengan ucapannya.
" Janji sama gue, Ra !" Ucap Keenan sungguh-sungguh. Dia kemudian mendekat ke tepi kolam renang tanpa ragu.
Naura mengikuti dengan Perasaan khawatir. Dia sungguh ingin mencegah Tindakan konyol Keenan, tetapi dia juga Penasaran dengan seberapa kuat tekad cowok itu. Dia sungguh belum bisa Paham sepenuhnya mengapa Keenan bersikeras agar dia tidak jalan dengan Arsen
Teman-teman Klub renang Naura ikut mendekat dan tampak tertarik dengan aksi yang di tunjukkan Keenan. Mereka semua adalah Perempuan kompak menahan histeris ketika Keenan membuka kaus olahraga di tubuhnya
Kemudian melepas sepatu dan kaus kakinya. Dengan masih mengenakan celana Olahraganya dan bersiap terjun ke kolam
Keenan menyempatkan diri untuk menoleh ke arah Naura sambil berucap," Lo udah bisa hitung mulai sekarang, " Dia lalu menceburkan diri ke kolam yang kedalamannya 2 meter itu. Dia dalam air, dia memeluk lututnya sendiri untuk mempertahankan Posisi ke dalam kolam
Semua orang, termasuk Naura kompak mendekati kolam untuk melihat Keenan yang kini tidak bergerak di dalam air
Naura gelisah di tempatnya. Dia melirik jam tangannya berkali-kali Dia yakin Keenan tidak bisa bertahan dalam air dalam waktu 5 menit karena itu waktu yang Cukup lama
Satu menit berlalu. Keenan masih bertahan di Posisinya. Semua orang berbisik-bisik Ada yang salut, tetapi tidak sedikit Pula yang khawatir termasuk Naura
" Keenan, ayo naik aja Kapasitas Paru-paru manusia pada umumnya Nggak akan bisa tahan nafas lebih dari 2 menit !" teriak Naura nyaring, Namun, tentu saja Keenan tidak bisa mendengarnya dalam air
Dua menit baru saja berlalu. Gelembung-gelembung dari dasar kolam mulai muncul. Naura dapat menebak bahwa Keenan sudah hampir kehabisan napas di dalam sana.
" iya, besok gue nggak akan jalan sama Arsen. jadi sekarang cepat keluar dari kolam !" teriak Naura menyerah
Dua menit 30 detik. Semua orang mulai ribut dan mengira Keenan Pasti sudah tidak bernyawa di dalam sana. Hal ini tentu saja membuat Naura panik luar biasa. Tanpa pikir Panjang Naura langsung menjatuhkan tas ranselnya dan melepas sepatunya, kemudian menceburkan diri untuk menyelamatkan Keenan
Semua Orang semakin mendekati kolam dan berharap agar Keenan masih bisa tertolong
" Lo nyusahin gue aja !" kesal Naura bercampur lega. Dia sungguh lega karena keenan baik-baik aja
Keenan masih belum menjawab. Dia masih mengatur nafasnya yang berantakan. Naura keluar dari kolam terlebih dahulu, kemudian membantu Keenan keluar dari sana.
Keenan berbaring di tepi kolam. Dia belum Punya cukup tenaga untuk bangkit sendiri. suara histeris teman teman Naura seketika terdengar Mereka tak kuasa menatap pemandangan di depan mereka saat ini
Dalam keadaan basah kuyup seperti saat ini, kaus tipis Keenan jadi tampak transparan, memperhatikan dada bidang serta perut sixpack cowok itu. Keenan benar-benar memiliki tubuh yang dikagumi semua orang
Dalam yang juga menyaksikan Pemandangan itu langsung menunduk untuk melihat keadaannya saat ini, Sialnya, kondisi saat ini tidak jauh berbeda dengan Keenan. Kaus putih Polos yang dia kenakan melekat di tubuhnya karena basah. Yang tentu saja membuat orang-orang dapat dengan mudah melihat sesuatu di balik kausnya
Naura langsung berlari menuju ruang ganti dengan terburu-buru Bersamaan dengan itu. Keenan baru memiliki kekuatan untuk berdiri Dia melangkah meraih tas dan juga sepatunya, kemudian bertanya pada seseorang yang Paling dekat dengan Posisinya
" Gue bisa numpang ganti baju di mana,"
" Di sana, Kak, " Cewek yang di tanya menunjuk ke arah berlalunya Naura, sementara itu, teman-teman di dekatnya semakin tidak bisa diam karena mengagumi tubuh Keenan yang bisa dibilang sempurna, " Ruang ganti cowok ada di sebelah kanan lo ganti baju sana "lanjutnya
Keenan mengganguk , kemudian menuju tempat yang di maksud. Saat hendak berbelok kanan, dia menyempatkan diri menoleh ke sebelah kiri. Rupanya di sana adalah ruang ganti Perempuan yang berdekatan dengan loker-loker milik anggota klub renang
Keenan melirik sekali lagi ke arena renang. Orang-orang yang berada di sana sudah tidak bisa ke arahnya karena terhalang tembok Keenan menyadari bahwa ini kesempatannya untuk mencari buku diary di loker Moza
Keenan memberanikan diri untuk masuk. Dia tidak boleh menyia nyiakan kesempatan ini. Bisa masuk ke ruangan ini saja butuh Perjuangan hingga dia hampir mempertaruhkan nyawanya
Keenan harus bertindak cepat. karena dia tahu Naura sewaktu waktu keluar dari ruang ganti dan memergokinya di sini.
Puluhan loker yang kini berada di hadapannya membuat Keenan kesulitan menemukan loker milik Moza. Hingga kemudian sesuatu yang tidak asing menempel di salah pintu loker membuat Keenan yakin bahwa loker itu adalah milik Moza
Stiker emoticon smile 😊 dengan coretan titik di kedua pipinya langsung mengingatkannya kepada Moza. Keenan tidak ingin lupa hari itu, saat dia memberikan tanda sticker pada saat itu
" Kak sticker ini mirip aku nggak bagus kan, " tanya Moza sambil menunjukkan stiker tepat di samping wajahnya. Ekspresinya sengaja meniru meniru senyuman di stiker itu.
Keenan tersenyum melihat tingkah adiknya, " Nggak mirip, " Dia semakin tertawa lebar ketika Moza menekuk wajahnya karena kesal dengan jawabannya
Keenan mengambil alih stiker itu dari tangan Moza, kemudian membuat titik di kedua pipi gambar sticker itu
" Nah Kalau sekarang baru mirip nih sama adik Kakak " Keenan membandingkan kembali stiker itu dengan wajah Moza, " ini baru adiknya kakak, senyuman manis ada lesung Pipitnya,"
Moza langsung merebut sticker dan mengeluh kesal, " ih, mirip apaan ini sih lebih mirip tahi lalat daripada lesung Pipit,"
Keenan tidak menyangka Moza yang saat itu tampak kesal justru masih menyimpan dengan baik stiker itu. bahkan menempelkannya di Pintu loker
Moza, Kakak kangen sama kamu
Keenan sadar, dia tidak punya banyak waktu untuk mengenang hal-hal manis bersama adiknya. Dia harus memperjuangkan keadilan untuk Moza, adik kesayangannya
Sial Keenan baru menyadari bahwa semua loker dalam keadaan tergembok. Dia harus memutar empat angka untuk bisa membuka loker itu
Keenan mencoba menggunakan angka ulang tahun Moza untuk membuka loker itu 2005 Tidak bisa. Gembok itu tetap tidak bisa terbuka Bagaimana ini ?
Keenan yang terdesak sudah tidak bisa berpikir dengan jernih. Tangannya bergerak sendiri mencari kontak Yuda di Ponselnya kemudian menghubunginya. Biasanya Yuda punya seribu satu Pemikiran tak terduga yang masuk akal
" Yud, gue udah nemuin lokernya Moza, Tapi di gembok Lo tahu kemungkinan empat angka buat buka gembok ini, " bisik Keenan Langsung begitu Panggilannya diangkat dari seberang sana
" Lo udah berhasil masuk ke sana Gimana Caranya,"
" Nanti aja gue Ceritanya. sekarang bantuin gue mikirin empat angka yang mungkin. " desak Keenan tak sabar
" Udah coba masukin tanggal lahir Moza,"
" Udah, Tapi tetap nggak bisa,"
" Ya Lo, coba bolak-balik aja dari belakang ke depan atau di ngacak Pokoknya coba semua Peluang yang mungkin, " saran Yuda dengan suara tenang. Dia berusaha mengimbangi suara Panik Keenan agar tidak semakin Panik
Keenan mencoba membalikkan tanggal lahir Moza 2005 GaGal dan 5002 Berhasil Teorinya Sebenarnya sederhana. hanya membalik-balikan tanggal lahir Moza sama sekali tidak bisa berpikir sesederhana itu apabila tidak diingatkan Yuda
" Berhasil, Yud, " ucap Keenan senang
" Coba buka. Ada buku diary Moza nggak,di sana ? tanya Yuda Penasaran
" Ada !" seru Keenan cepat begitu membuka loker itu
Baru saja menyentuh buku itu,suara Pintu ruang ganti terdengar. Dia yakin, Naura sudah berganti selesai berganti Pakaian. Lalu, apa yang harus Keenan lakukan ? Apa yang harus dia katakan ketika Naura menemukannya di sini Tempat yang tidak seharusnya dia berada ?
Apakah dia akan benar-benar tertangkap basah ?