
" KURANG ajar banget tuh Cowok, "
Ethan terusik dengan suara makian loli. Niatnya untuk beranjak setelah bel istirahat berbunyi mendadak diurungkannya. Dia memilih bertahan lebih lama di kelas sambil mencuri dengar obrolan Naura bersama Loli dan Santi
" Gue kira dia nggak main-main Lo. Tahunya malah bikin Lo kacau kayak gini ," Loli menepuk-nepuk punggung Naura, berusaha memberikan kekuatan moral untuk sahabatnya. sementara Naura hanya diam dengan posisi membenamkan wajahnya di atas lipatan tangannya di meja
keadaan Naura hari ini cukup memprihatinkan. Mata bengkak seperti tidak tidur 3 hari 3 malam, juga tidak bersemangat sejak pagi. hal ini tentu saja membuat Loli dan Santi terus terusan menodongnya dengan berbagai pertanyaan. Apa yang sebenarnya terjadi Mengapa Naura seperti itu ? Mau tak mau Naura, menceritakan garis besarnya kepada keduanya
" Parah banget, sih, " Santi juga sangat amarah, " Seenaknya aja mainin Perasaan Lo ,"
Ethan makin tidak tenang. Perbincangan ketiga cewek itu membuatnya menduga bahwa semua ada kaitannya dengan Keenan. tidak salah lagi Cowok yang sedang dibicarakan mereka Pasti Keenan
Ethan beranjak dari bangkunya hingga berhenti tepat di samping Naura. sebetulnya dia pun cemas melihat keadaan Naura yang kacau sejak cewek itu muncul di depan Pintu kelas. Ethan jadi tidak bisa fokus selama pelajaran berlangsung karena Pikirannya bertanya-tanya apa yang membuat Naura sesedih itu
" Ra, Lo kenapa ?" tanya Ethan hati-hati. Dia sama sekali tidak menghiraukan tatapan kesal Loli dan Santi
" Bilangin sama temen Lo, Suruh tobat jadi Playboy Nggak takut karma apa tuh Cowok, " Loli menyahut dengan emosi
Ethan langsung meliriknya tajam. Loli baru saja menumpahkan amarahnya lagi tetapi Naura langsung menahan tangannya, memberi tanda agar diam saja
Naura mengangkat kepalanya dengan gerakan lemah. Dia berusaha menghindari kontak mata dengan Ethan, seraya berkata, " Gue baik-baik aja Than, "
Ethan tidak bisa dibohongi begitu saja. Apabila bila melihat keadaan Naura saat ini yang jauh dari baik
" Baik-baik saja Lo nggak bisa bohong sama gue Ra, "
" Keenan nyakitin, Lo, Ra, " Tanya Ethan dengan rahang mengatup keras. Dia yakin dugaannya benar walau Naura tidak menjawab
Ethan langsung beranjak keluar kelas dengan nafas yang kacau. langkahnya lebar. Dia harus membuat Perhitungan dengan Keenan
Sesampainya di ruang kelas Keenan, Ethan dapat dengan mudah menemukan orang yang dicarinya yang sedang duduk di bangkunya seorang diri. Kebetulan suasana kelas sedang sepi. Selain keenan hanya ada dua siswa yang tampak sedang asyik bermain game di Ponselnya
Tanpa kata sapaan, Ethan langsung menarik kerah seragam Keenan hingga membuat cowok itu berdiri
" Lo apain Naura, "
Keenan sempat terkejut dengan perlakuan Ethan padanya. Namun keterkejutan itu tidak berlangsung lama, karena, dia memang menunggu Ethan menghampirinya
" Apa, " Keenan malah menjawab dengan nada menantang
Ethan mengeratkan Cengkeraman tangannya. Suasana ketegangan itu rupanya menarik Perhatian dua orang siswa di sudut kelas. Keduanya mendadak jadi tidak tertarik lagi lagi pada game yang dimainkan dan memilih mengantisipasi hal yang disaksikan mereka langsung
" Jadi Selama ini Lo nggak serius sama Naura, " suara Ethan terdengar Penuh Penekanan
Keenan seolah melihat api dari kilatan mata Ethan Padanya membuatnya justru tersenyum miring, " Kalua iya kenapa Lo nggak suka ,"
" Sialan, " Ethan melayangkan tinjunya hingga membuat Keenan tersungkur ke lantai kelas setelah membentur meja di dekatnya
Dua Orang siswa di sudut kelas langsung berdiri tegak sambil melemparkan Pandangan satu sama lain untuk mengambil sikap. Apakah mencoba melerai atau menonton saja ?
" Dasar Cowok Playboy nggak tahu diri Lo lebih nggak berguna daripada sampah, " maki Ethan, marah bukan main
Keenan bangkit kemudian mendekati Ethan menantang, " Daripada Lo Pencundang Ethan ! Dia balas memaki, sengaja memancing emosi Ethan, " Menurut Lo, apa sebutan yang Pantas buat Pengecut seperti Lo yang nggak berani nembak Cewek yang dia suka selain Pecundang"
Emosi Ethan tersulut. Dia memukul Keenan sekali lagi hingga Keenan Jatuh tersungkur di tempat yang sama. Kali Ethan tidak membiarkan Keenan bangkit. Dia menahan di bawahnya, sebelah tangannya menarik kerah kemeja Keenan. Dia bersiap melayangkan tinjunya dengan tangannya yang lain, Namun, cukup lama, Ethan hanya membiarkan kepala tangannya melayang di udara
" Ayo Pukul gue, Than, ! Pukul gue sepuasnya, " tantang Keenan seraya menyodorkan wajahnya pada Ethan
" Gue benar-benar nggak bisa maafin lo, Keenan, " Ethan tidak main-main dengan ucapannya. Dia marah bukan main karena keenan berani memainkan perasaan Naura. namun dia masih mampu berpikir jernih bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah
Ethan bangkit setelah melepaskan tangannya dari seragam Keenan dengan dorongan kuat hingga membuat Keenan benar-benar terbaring di lantai keramik
Ethan berbalik, dan baru menyadari sudah banyak siswa-siswi yang menonton aksinya memukul Keenan. entah Sejak Kapan Ethan memilih pergi dari sana sebelum akal sehatnya kalah dari emosinya saat ini Namun, suara ejekan Keenan membuatnya kembali berbalik menghadap Keenan
" Kenapa Lo takut pukul gue ? Lo takut masuk Penjara dikeluarin dari sekolah"
Pukul gue Than, Please pukul gue sepuasnya Lo ! Lo juga harus benci sama gue Gue nggak mau Lo ngalah lagi buat gue
" ini Peringatan buat Lo !" Ethan menunjuk Keenan yang masih belum bangkit, " Gue akan biarin Lo sakiti Naura lagi, "
Ethan menerobos Kumpulan siswa-siswi yang memenuhi ruangan kelas Mereka datang dari berbagai kelas karena penasaran dengan keributan yang terjadi
Beruntung Keributan tidak berlangsung lama hingga tidak sampai guru datang memperburuk keadaan
Ethan memilih untuk tidak kembali ke kelas. Dia tidak akan tenang saat melihat Naura yang tampak sangat kacau. jadi dia memutuskan untuk bergabung sejenak dengan Satya, Miko dan Johan di tempat biasa mereka berkumpul
" Hei Than, Di tungguin dari tadi baru nongol, " kata Miko ketika Ethan langsung duduk di antara mereka tanpa kata-kata, " Keenan mana katanya mau nyusul tuh anak, "
Belum juga Miko mendesak Ethan untuk menjawab pertanyaannya suara menarik Perhatiannya juga yang lain
" Ternyata dugaan gue bener. Pantas aja gue ngerasa wajah Lo kayak nggak asing waktu kita ketemu, "
Miko dan Satya yang mendengar itu langsung menegakkan duduknya. untuk merapikan kerah seragamnya. Apalagi yang ada di hadapan mereka saat ini adalah seorang cewek cantik dengan warna biru terang yang mendominasi Bando Tipis dikenakannya
Miko dan Satya sudah besar kepala, mereka mengira merekalah orang yang di maksud cewek itu. Mengingat Keenan sedang tidak bersama mereka, baik Miko maupun Satya merasa bahwa mereka yang menjadi Perhatian saat ini
" Ngapain Lo, " tanya Satya sinis pada Miko yang sedang merapikan rambutnya dengan jari-jari tangannya
" jarang-jarang Cewek nyamperin gue duluan, " bisik Miko pada Satya
" Sok Cakep banget Lo Dasar sendok siomay, " ejek Satya tak terima, " Dia itu nyamperin gue, "
" Ternyata Lo bagian dari THE KORTING ,"
suara cewek itu berhasil membuat Miko dan Satya menoleh. mereka sama-sama mengerutkan kening mendengar nama grup aneh itu
" THE KORTING, " tanya Satya dan Miko kompak
" koridor nggak Penting, " ucap cewek itu malas. matanya tidak pernah beralih dari sosok cowok yang duduk bersandar di tembok sambil menatapnya dengan sangat ekspresi terkejut, " Saking nggak Pentingnya bikin gue malas lewat sini Kalua nggak Benar-benar harus ke kantin,"
Miko dan Satya sudah tersinggung, sedangkan Ethan dan Johan memilih diam sambil memperhatikan cewek asing itu
" Kita ketemu lagi, Ethan, "
Miko dan Satya kompak saling Pandang, kemudian menoleh cepat Pada Ethan yang tidak merespons sejak tadi. Hanya tatapan matanya yang seolah terkejut melihat cewek yang ada dihadapannya saat ini
" Gue mau minta lo tanggung jawab sama Lo, " kata Cewek itu terang-terangan menuding Ethan
" Waduh, " Reaksi Miko berlebihan. Pikirannya mulai mengarah ke hal negatif
" jangan sembarang Lo, " Ethan akhirnya bersuara, " Kita baru ketemu sekali, "
" gara-gara Lo Kemarin dorong gue kaki gue jadi keseleo, Lutut gue juga terluka," Cewek itu mengangkat kaki sedikit rok abu-abunya hingga memperhatikan lututnya yang sedang ditempeli dua Plaster bermotif bintang
Ethan memperhatikan sekilas. Dia juga menyadari Cewek itu menggunakan tidak memakai sepatu tetapi sandal berwarna merah
Satya dan Miko saling berbisik. memperhatikan interaksi Ethan dan Cewek cantik itu yang mereka tebak adalah adik kelas
Ethan bangkit mendekati Cewek itu Moodnya tidak sedang baik. semakin kacau sejak kehadiran Cewek aneh ini
" Lo mau nipu gue jelas-jelas gue nggak Pernah dorong Lo seharusnya gue yang marah sama Lo karena gara-gara kaki yang Lo itu gue kesandung, " kata Ethan tidak terima
Posisinya Ethan dengannya cukup dekat membuat Cewek itu harus sedikit mendongak untuk membalas tatapan Ethan
" Ya Pokoknya Lo harus tanggung jawab, ? balas Cewek itu tak terima
Ethan berdecak kesal, " Terus Lo mau apa,"
Cewek itu menatap Ethan tak kalah kesalnya, " Lo tau kan nama Gue Salma Putri kelas X-5 Gue mau Lo antar jemput gue ke sekolah sampai kaki gue sembuh, "