My Love My Enemy

My Love My Enemy
Part 54 DIA KEMBALI



dengan candaan semakin tidak bisa meredakan tawanya.


Seandainya ada nominasi buat teman


Nggak tahu diri banget Lo tiba-tiba muncul langsung Ngajak kumpul kayak nggak Punya dosa mpir tidak Percaya siapa yang baru saja bicara Dia menatap Johan yang baru saja di Peluknya, " Lo kok Lo ikut-ikutan mereka sih, " tanyanya canda Keenan tahu betul johan memang irit bicara sekalinya bicara, kata-kata yang dikeluarkannya tidak main-e tahu gue salah. sekarang kasih tau gue gimana cara nebus kesalahan bercengkraman menanyakan kabar satu sama lain. Pertemuan mereka sejak dua tahun terakhir nyaris tak berbeda. Masih di Penuhi canda dan tawa yang meliputi keakraban mereka berli


Keenan merespons dengan tawa, tak menduga Pertanyaan dadakan dari Miko,


Sialan Lo ," Beberapa lama Lo di Jakarta, " tanya Ethan mengalihkan topi Sampai bulan depan,


" jadi apa rencana Lo tentang Naura,"" Perasaan gue nggak pernah berubabuat dia, Than, " jawab Keenan tega


Keenan sibuk memperhatikan raut wajah Ethan yang duduk di hadapannya," l,"Ethan justru mendengus geli mendengar Pertanyaan Keenan barusan, "Padahal, gue belum nyatain apa-apa Lo Keenan !" Ethan tersenyum miris, " Bukannya itu biasa di sebut gue kalah sebelum berperang, Sadis, ya, "aru saja Keenan ingin menunjukkan keprihatinannya tetapi kehadiran seseorang di tengah tengah mereka membuatnya urungthan terlambat menarik minuman itu. Salma sudah meneguknya, " Siapa itu Cewek, " Gebetan baru


Kayaknya Lo nggak Pernah ceritain tentang dia di email, Lo,"


Udah gue bilang dia bukan siapa


siapa gue Gue Salma, Calon Pacar Ethan, "


" Kalua ngomong Jangan sembarangan gue bukan Calon Pacar Lmemperhatikan interaksi dua orang itu Penuh selidik. Dia menyakini bahwa memang ada sesuatu antara Ethan dan Cewek bernama Salma itu


...•••...


" Siapa, Lo," Gue masa depan Naura, "


Mata Bima beralih menatap Naura yang sejak tadi menatap Keenan tanpa berkedip" Benar dia Cowok Lo, Ra, ?Untuk waktu Cukup lama, tidak ada jawaban dari Hingga membuat Bima terpaksa melepaskan tangan Naura bersamaan dengan keenan yang melepaskan cekelannya di tangan BimKeenan masih melayangkan tatapan peringatan kepada Bima hingga cowok itu melajukan mobilnya menjauh pergi, Sementara itu, Naura masih menatap Keenan dengan Perasaan campur adukMata sudah berkaca-kaca, menahan luapan amarah Juga rindu terpendam sekian lama


balas menatap Naura dengan tatapan meneduhkan. Mereka berdiri saling berhadapan cukup lama, tanpa kata, tanpa suara. Hingga suara Keenan terdengar lebih dahulu memecah kesunyian di antara keduanya


hampir saja ingin berteriak marah. ingin sekali memukul wajah cowok yang berdiri di hadapannya. kini sampai tak berdaya Mematahkan hidung mancung cowok itu, atau mungkin mencakar wajah itu dengan kuku-kukunyaSeenaknya saja Keenan muncul kembali di hadapannya tanpa rasa bersalah sedikit pun


" Maafin gue, Ra ,"


" Buat apa, "berbalik, berjalan cepat menjauh dari Hatinya sangat sakit ketika mencoba mengeluarkan kata-kata yang bertolak belakang dengan hatinya. Tidak ada seorang pun yang tahu seberapa besar Naura ingin Keenan kembali. Tidak ada yang tahu seberapa besar sering Naura menyebut nama Keenan di setiap doanya. Berharap Keenan akan kembali suatu saat nanti.


Akan tetapi hanya tidak ingin mengampuni Keenan dengan mudahnya


enahan tangan hingga membuat Cewek itu kembali menghadapnya, " Ra, maafin gue, Gue nggak bermaksud nyakitin hati Lo, Gue tahu, gue salah karena pergi begitu aja dua tahun yang lalu. Lo berhak marah sama gue, Lo berhak benci sama gue Tapi please kasih game kesempatan buat nebus kesalahan gue,sudah bertekad jauh-jauh hari bahwa dia tidak akan Bisa memanfaatkan Dia memang merindukan Cowok itu, Namun dia masih ingat betul bagaimana rasa sakit hatinya ketika dengan kejamnya menghancurkan Perasaannya. Mempermainkannya berkali kali. Naura tidak akan pernah lupa rasa sakit itu, yang bahkan masih terasa Perih Hingga kini


Kesalahan Lo itu nggak bisa di maafin keenan " Naura menekankan setiap kata dalam kalimatnya. Dia kemudian mengentakkan tangan hingga terlepas dari keenanerlari menjauh, menyebrang jalan dengan terburu-buru hingga membuat Keenan cemas setengah mati. Keenan terlambat menyusul ketika dia berhasil menyebrang jalan, Naura sudah terlebih dahulu melaju Cepat dengan taks


Keenan mengerang kesal. Naura benar benar membencinya