My Love My Enemy

My Love My Enemy
Part 32 BEKU



Naura merasa dirinya bodoh sekali. Bagaimana tidak ? Dia selama ini pintar dalam hal pelajaran, pandai dalam bergaul, juga selektif pada setiap cowok yang berusaha mendekatinya, Tetapi justru terjerumus dalam permainan cowok player seperti Keenan


Kurang ajar


Entah sudah beberapa kali Naura meratapi kebodohannya, ditemani rasa sakit hatinya yang hingga kini masih saja terasa. Sakitnya tidak berkurang, justru kian bertambah, Membuatnya seperti orang gila ketika menyadari cowok itu sudah berhasil membuat hatinya hancur sehancur-hancurnya


...Satu hal yang mau gue Lo tahu, Kalaupun suatu hari keadaannya berubah, gue mau Lo percaya bahwa gue Rasa sayang ke gue ke Lo nggak akan pernah hilang. Gue sayang sama Lo, Ra, Dan gue akan tunggu sampai Lo mau buka hati Lo buat gue,...


" Omong kosong !" sebenarnya gue ini korban yang keberapa, " makinya kesal Pada dirinya sendiri, " Bisa-bisa dia mainin Perasaan gue kayak gini, "


Air mata Naura seolah sudah habis menangisi sesuatu yang tidak mungkin di perbaiki. Namun, tetap saja, hatinya sungguh perih ketika menyadari hanya dirinya yang merasakan Perasaan jatuh cinta. Sedangkan Keenan, terlalu Pandai menyembunyikan tawa ketika Permainkan Perasaannya


Naura bertekad, dia tidak akan lagi mudah terjerumus ke dalam Permainan Cowok Player seperti Keenan. Dia akan menutup hatinya rapat-rapat, membekukan hatinya. Hingga tidak akan yang mampu mencairkan hatinya yang beku dengan mudahnya. Tidak akan !


...•••...


" Menurut Lo, sikap gue ini salah, nggak sih Yud ? Lama-lama gue bisa gila kalau gini terus, " Keenan mengeluh Pada Yuda yang berada di seberang sana


Kini hanya Yuda yang bisa dijadikan tempat curhat atau sekadar bertukar Pikiran. Tidak lagi Ethan, Satya, Miko dan Johan setelah Keenan mencurigai teman-temannya itu. Hubungannya dengan keempat temannya itu kian merenggang. jelas mereka tidak berubah, yang berubah dan cenderung memisahkan diri jutsru Keenan


Yuda menghela nafas Panjang, " Ya, gue nggak bisa sepenuhnya Salahin lo, lo ngejauhin Naura, itu karena dorongan normal dari naluri lo sebagai kakak, "


" Tapi, gue nggak tahu bisa bertahan lebih lama buat ngejauh dari dia, Yud Gue sakit lihat dia deket lagi sama Arsen," Keenan frustasi luar biasa. sudah hampir dua minggu ini dia berusaha memusuhi Naura, menanamkan dalam dirinya sendiri bahwa Naura adalah salah satu orang yang harus dia benci. Namun, sekuat apa Pun usahanya, Keenan tetap merasakan hal yang sama. Dia merasakan sakit itu lagi dan lagi. Rasanya dia benar-benar akan gila sebentar lagi


" Lo sendiri yang menduga kalau Naura itu salah satu penyebab meninggalnya, Moza kan ? Jadi kenapa Lo nggak jadi tega buat benci dia, "


" Gue yakin Moza nggak bunuh diri gara-gara Naura, Gue yakin, Yud !" yakin Keenan dengan suara menggebu-gebu


" Kalua emang Moza dibunuh, Terus apa rencana Lo selanjutnya buat cari Pelaku Pembunuh Moza,"


" Soal itu, gue udah tahu siapa Cowok yang disuka Moza dan yang bikin Moza celaka sampai kehilangan nyawanya !" Ucap Keenan Penuh emosi


" Siapa ?" tanya Yuda cepat


" Gue udah selidiki sendiri selama seminggu ini. Dugaan gue makin kuat bahwa dia pelakunya, " Keenan menggantungkan kalimatnya membuat Yuda Penasaran setengah mati di seberang sana


" Penyelidikan apa yang Lo maksud," tanya Yuda


" Gue cuma butuh meyakinkannya sekali lagi, Dan akan gue Pastiin dia terima ganjaran atas semua yang Perbuatannya,"


...•••...


Dalam Penyelidikannya selama seminggu terakhir, semakin hari keenan yakin bahwa bukan Naura yang mengakibatkan Moza meninggal Dan, semakin hari Pula, dia merasa dirinya sangat bodoh karena telah menjauhi Naura yang tidak tahu apa-apa. Dia telah melukai Naura. Dan, secara tidak langsung telah menyakiti dirinya sendiri


Entah apa yang harus Keenan lakukan agar Naura mau memanfaatkanya Apa kesalahannya masih Patut untuk dimaafkan ? Keenan merasa sudah bertindak sangat kejam Pada Naura


Seolah ditakdirkan memang berjodoh, Keenan melihat Naura yang baru saja keluar dari ruang guru sambil membawa buku Catatan


Keenan mendekat, Sedangkan Naura yang Perhatiannya terfokus pada buku catatan di tangannya sama sekali tidak menyadari keberadaan Keenan. Hingga tanpa sengaja Naura menabrak bahu Pelan tubuh Keenan mengakibatkan buku catatannya terjatuh


Naura menunduk, hendak mengambil bukunya yang terjatuh. Namun, tangan Keenan lebih dahulu meraihnya, Ekspresi datar Naura seketika berubah kesal begitu mengetahui seseorang yang baru saja ditabraknya adalah Keenan


Naura lebih dahulu bangkit. Keenan menyusul tidak lama kemudian. Keduanya kini saling tatap dalam diam. Naura menatap Keenan Penuh keangkuhan. Dia tidak sabar menunggu Keenan mengembalikan bukunya sedangkan Keenan menatap Naura dengan Perasaan rindu bukan main Dia rindu sekali menatap wajah itu, wajah yang beberapa minggu ini berusaha dia lupakan, tetapi selalu berhasil lolos masuk ke kepalanya


ingin sekali Keenan menyapa " Apa kabar ? atau mengucapkan " Gue kangen banget sama Lo, Ra, Please maafin gue," Namun lidahnya terasa sangat kelu. Ditambah tatapan mata Naura yang sangat membencinya Tentu saja. Naura Pasti membencinya, setelah Keenan lakukan kepadanya


Tangan Naura bergerak, berusaha merebut bukunya dari tangan Keenan Namun, Keenan dengan sigap menjauhkan dari jangkauan Naura hingga membuat Cewek itu menatapnya marah


" kembaliin buku gue, !" seru Naura kesal


Keenan masih belum mengubah tatapannya di mata Naura, " Ra, gue mau ngomong sesuatu sama Lo, " Pinta Keenan


Naura berusaha untuk tidak goyah pada pendiriannya. Dia tidak akan membiarkan keenan mempermainkannya seperti jajaran mantan Ceweknya itu


" Gue nggak ada waktu buat ngomong sama cowok playboy kayak Lo," Tanpa menunggu tanggapan dari keenan, Naura berjalan begitu saja. Dia sudah tidak Peduli lagi dengan buku catatan yang masih dikuasi Keenan


" Naura, " Panggil Keenan dengan suara lemah


Naura sama sekali tidak menoleh. Dia semakin mempercepat langkah kakinya menuju ruang kelasnya. Naura merasa keenan Benar-benar tidak tahu malu, Bagaimana setelah berhasil menghancurkan hatinya Keenan masih mendekatinya lagi ?


Dasar Cowok playboy


Naura masuk ke kelasnya dan menjatuhkan diri di kursinya. Dia berusaha menyibukkan diri dengan membaca buku pelajaran Biologi yang merupakan jam pelajaran berikutnya


Tidak, lama kemudian Keenan ikut masuk ke kelasnya, lalu berdiri tepat di samping meja Naura. kebetulan suasana kelas tidak terlalu ramai Sebagian kelas teman sekelas Naura sedang menghabiskan waktu di kantin termasuk Loli dan Santi


Naura terpaksa menghentikan kegiatannya setelah melihat sebuah notifikasi chat yang baru saja masuk ke ponselnya. Dari seseorang yang tidak ia harapkan


...Keenan...


...Please baca halaman terakhir buku Catatan Lo...


Awalnya Naura tidak Peduli. Namun rasa Penasaran memaksanya Untuk mengintip sesuatu di halaman terakhir buku catatannya


Naura meraih buku itu. Kemudian langsung membuka halaman paling akhir. Ada tulisan tangan seseorang yang dia yakini adalah tulisan Keenan


...Maafin gue, Ra. Gue nggak bermaksud buat nyakitin Lo. Gue menyesal karena mencoba jauh dari Lo. Tapi nyatanya gue yang paling tersiksa. Gue sadar bahwa gue nggak akan bisa jauh dari Lo, Ra Please maafin gue...


Naura langsung merobek kertas itu dari bukunya, kemudian dengan emosi yang meluap, dia meremas kertas itu hingga menjadi gumpalan kecil di atas meja


Keenan yang melihat semua itu hanya bisa menghela nafas Panjang. Dia bersandar di Tembok yang tidak jauh dari pintu ruang kelas Naura. menyadari Cewek itu kini membencinya, sungguh membuat hatinya sakit bukan main. Keenan menyadari kini Naura kembali menjadi gadis dingin, bahkan lebih dingin daripada kali Pertama Keenan mengenalnya


Sepertinya akan sangat sulit baginya untuk kembali mendekati Naura Namun, itu sama sekali bukan hambatan bagi Keenan. Dia kini belajar dari kesalahannya sendiri. Bahwa seseorang yang berharga memang Patut untuk diperjuangkan. Dia akan berjuang kembali mendapatkan Perhatian Naura, membuat gadis itu mencairkan dinding es yang sedang dia bangun tinggi-tinggi


Keenan marah luar biasa. Kalau saja buku diary Moza masih dalam keadaan utuh, tentu saja Keenan tidak akan sampai menaruh curiga pada Naura hingga membenci Cewek itu. Karena, dia kini yakin alasan meninggalnya Moza ada pada sobekan lembar buku diary Moza yang hilang.


Keenan akan membuat perhitungan dengan Cowok kurang ajar itu secepatnya. Dia akan tega, sekalipun orang itu adalah teman dekatnya sendiri


...•••...


" Kak, Kakak nggak ada niatan gitu buat belajar berenang"


Keenan yang sedang duduk di sebelah Moza meletakkan stick PS di tangannya ke karpet yang didudukinya.


Keenan menoleh, " Emangnya kenapa,"


" Kalua, Kak Keenan bisa berenang kan, Moza jadi nggak bingung harus selamatin siapa dulu kalau misalnya Kak Keenan tenggelam bersamaan sama Cowok yang Moza suka, " kata Moza ragu-ragu, dia tampak berusaha menghindari kontak mata Keenan


" Kamu lagi Suka sama seseorang, ya ? Dan, cowok itu nggak bisa berenang, " tebak Keenan


" Ih Moza bilang kan misalnya jadi ini


Cuma pengandaian aku aja Kak " sahut Moza cepat


...•••...


Sepotong memori itu entah mengapa terlintas di kepala Keenan sejak beberapa hari yang lalu. Dia tidak menaruh curiga sama sekali ketika Moza menanyakan hal itu sekitar dua tahun yang lalu, saat Moza baru beberapa minggu bergabung dalam klub renang, Namun berbeda, untuk sekarang Keenan justru menyadari Pertanyaan Moza itu merupakan sebuah clue untuk menebak siapa Cowok yang disukai Moza


Potongan memori itu tentu saja berguna bagi Keenan, karena dengan mudahnya dia dapat menebak siapa cowok sialan itu. Keenan mengenal baik Ethan, Miko Satya dan Johan Dan, dia yakin ada satu orang dari mereka yang benar-benar tidak Pandai berenang


Keenan baru saja mengirim pesan kepada orang itu untuk datang menghampiri ke tempatnya berada saat ini. Di sebuah lapangan terbuka di dekat sekolah mereka.


Keenan akan membuat Perhitungan dengan Cowok sialan itu di tempat ini. Tidak akan yang bisa menghentikannya untuk memberi Pelajaran Pada Cowok yang telah membuat Moza pergi selama-lamanya Demi Moza, adiknya kesayangannya yang telah tiada


Entah, mengapa hanya dengan melihatnya dari kejauhan, jantung ini bisa berdetak dengan hebatnya


Tapi, setiap kali mata kami bertemu, mengapa selalu aku memalingkan pandangan lebih dahulu ?


Haruskah kukatakan yang sebenarnya bahwa aku sangat mengaguminya ?


Andai aku punya sedikit saja keberanian untuk mengungkapkan perasaan


Namun, nyatanya sampai saat ini aku masih saja setia menyandang status sebagai Pengagum rahasianya


Keenan yakin, dia tidak salah menerka bahwa Puisi itu sengaja di tulis Moza dengan maksud tertentu. Yaitu, mengisyaratkan nama Cowok yang disukainya secara tidak langsung. Entah ada angin mana hingga Keenan dapat menerka sebuah Petunjuk ketika membaca berulang-ulang baris demi baris


Percaya, tidak Percaya Keenan dapat membaca sebuah nama bila menggabungkan setiap awalan huruf dan lima kalimat itu. Ethan Keenan yakin seyakin-yakinnya bahwa cowok yang disukai Moza adalah Ethan


" Keenan, "


Seruan seseorang dari arah belakang membuat Keenan menoleh. Dia melihat Ethan berlari menuju ke arahnya dengan senyum riangnya seperti biasa


Bagi Keenan, Ethan itu cowok Pecundang yang mampu menyembunyikan kebusukannya di balik senyum Palsunya selama ini


" Sorry gue telat, " Kata Ethan ketika sudah sampai di hadapan Keenan. Dia berusaha mengatur nafasnya yang sedikit berantakan, " Tumben Lo ngajak ketemuan di lapangan kayak gini. Yang lain mana ? tanyanya sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar Dia tidak berhasil menemukan Satya, Miko ataupun Johan di sekitarnya


" Apa yang udah Lo lakuin sama Moza," tanya Keenan dengan emosi yang terpancar jelas dari kedua matanya