
terdengar bergetar. Dia merasa bodoh sudah berteriak nyaring memanggil nama itu. Namun rupanya masih tak nyaring dibanding kehebohan ratusan orang yang sedang bereuforia di lapangan
terus melangkah mencari sosok yang baru saja memeluknya tadi. Memaksa setiap orang yang menghalangi jalannya untuk menyingkir Dia tidak peduli sudah beberapa banyak orang yang meneriakinya karena menggangu momen mereka dengan teman-temannya
Air mata masih setia menemani sepanjang pencariannya terhadap sosok Keenan. Dia yakin, bukan hanya dirinya yang merasakan Perasaan ini. Keenan Pasti Punya Perasaan yang sama sepertinya. Bila tidak, Apa arti debaran itu ? Apa arti belain tadi ? Apa arti Debaran itu
Dorongan dari arah samping memaksa Naura itu mengakhiri Usaha Pencarinya yang sia-sia jatuh Duduk di tengah-tengah lapangan hanya karena sebuah dorongan Pelan. Dia terlalu Lelah keadaan ini begitu banyak menguras tenaganya
tidak langsung bangun. Seseorang tak sengaja mendorongnya Pun kini melanjutkan. kegiatan Foto bersama dengan teman-temannya karena tidak menyadari seseorang yang terjatuh
masih meratapi kesedihannya hingga sepasang sepatu Putih yang dikenalinya Berhenti tepat di hadapannya, Di susul suara yang dikenalnya menyebut namanya
berjongkok tepat di hadapan Naura, kemudian membantu cewek itu bangkit berdiri, Arsen Tersenyum hangat lalu menuntun langkah Naura ke Pinggir lapangan
Kini keduanya saling memisahkan diri dari lautan manusia yang masih larut dalam suasana kebahagiaan mereka
masing-masing bahu Senyumannya masih terukir di wajahnya. Di tatapannya lekat-lekat sepasang mata Naura yang meredup dan masih mengeluarkan air mata tanpa henti. Bahu Cewek itu sesekali berguncang karena isak tangis
bergerak, menghapus air mata Naura dengan jari-jari tangannya, kemudian berucap dengan lembut, " Aku tahu kamu pasti nangis bahagia Karena dengar kabar kelulusan, kan "
memejamkan matanya, isak tangisnya semakin terdengar Bagaimana dia bisa menangis bahagia bila kelulusan ini akan menjadi Perpisahannya dengan Keenan ? Dia masih belum tahu Perasaan Keenan yang sebenarnya. Mengapa Keenan membuatnya terjatuh terlalu dalam kemudian pergi begitu saja
" Jangan nangis lagi, ya, " merapikan rambut Naura yang sedikit berantakan, " Di momen bahagia ini aku mau ngomong sesuatu sama kamu,"
menarik nafas dalam-dalam Tatapan matanya tidak beralih sedetik Pun dari sepasang mata Naura, walua Cewek itu di hadapannya lebih sering menunduk
Kedua tangan berpindah dari bahu,merembet ke siku hingga berhenti Pada Punggung tangan Menggenggamnya erat-erat hingga Naura mengangkat kepala untuk membalas tatapannya
" Aku selalu buat nunggu hari ini tiba Naura " Kata sangat sungguh-sungguh, "
menarik nafas sekali lagi sebelum melanjutkan kalimat yang sudah dia susun jauh-jauh hari. Bahkan sebelum Keenan merusak rencananya untuk menembak Naura semester lalu
" Mungkin dari SMP Aku yakin kamu Punya Perasaan yang sama kayak aku, Aku udah lama Pengin nembak kamu sejak lama, Tapi baru ada kesempatan hari ini, Maaf ya kamu udah lama nunggu aku harap Perasaan kamu nggak berubah buat aku,"
Air mata yang sempat tadi berhenti beberapa saat, kini justru mengalir deras. Seharusnya momen ini membuatnya tersenyum bahagia, bukan menangis sedih seperti saat ini, Bukankan ini yang di tunggu tunggu Naura sejak lama
kembali menghapus air mata di Pipi Naura. Kemudian tangannya menangkup wajah Cantik itu untuk menatap kesungguhan dari matanya
tidak merasakan apa pun saat ini akibat Pernyataan cinta Arsen. Tidak ada letupan-letupan kebahagiaan di dadanya, Atau Debaran - debaran yang menyenangkan layaknya seseorang yang sedang berbunga-bunga, Pikirannya justru tertuju Pada keenan hanya cowok itu yang mampu membuatnya merasakan debaran yang selalu dia rindukan
Naura memejamkan matanya sekali, menjatuhkan air mata yang menggenangi Pelupuk matanya sejak tadi. Tangannya bergerak menjauhkan tangan Arsen dari Wajahnya
Senyum kecil di wajahn perlahan memudar, Ekspresi Wajahnya berubah Cemas karena satu kata yang dilontarkan Naura
mematung Cukup lama di hadapan Naura, menatap tak percaya bahwa dia baru saja ditolak. Namun, lebih dari itu Panggilan Naura Padanya lebih mengejutkannya. Naura kembali menggunakan kata Gue-lo Dan, itu rasanya lebih menyakitkan daripada Penolakan yang baru saja di terimanya
" Maaf, " menunduk, merasa bersalah.
Tampak sangat jelas sedang memaksakan diri untuk Tersenyum Dia menatap Naura dengan Perasaan yang hancur. Bagaimana tidak Perasaan yang sudah diPendamnya sejak lama, ia menyangka Juga menyukainya dan akan menyambut Perasaannya, tetapi justru semua tidak seindah mimpi nya semalam
" Siapa Orang yang beruntung itu Naura apa gue tahu , " Arsen sebisa mungkin bertanya dengan nada sewajarnya. Namun kekecewaan tampak jelas dari suaranya yang tersekat
.
...•••...
" Tuh anak lama-lama ngeselin banget sih !" Miko mulai hilang kesabaran, " Teleponin, Sat, " Perintahnya
" Nggak usah Lo kasih tahu juga gue udah neleponin dari tadi, " sahut Satya dengan Ponsel yang menempel di Telinganya, " Nggak di angkat-angkat . ini udah Percobaan yang ke 300 kali gue neleponin Keenan, " Lama-lama Satya jadi kesal juga
" Coba lagi, " Perintah Miko
" Lo aja Cumi kuping gue Panas, nih,"
Ethan mengabaikan Perdebatan teman-temannya Perhatiannya kemudian teralihkan ke sebuah Voice note yang baru saja masuk ke Ponselnya. Dari keenan, Ethan buru-buru membukanya
" , jadi Keenan sudah tahu dia suka sama Naura Sejak kapan
Ethan mengerang marah berkali-kali membuat Miko, Satya, dan johan yang memperhatikannya jadi bertanya-tanya, tetapi tak cukup berani untuk menginterupsi
"
Suara Keenan terdengar bergetar Ethan menyadari itu. Keenan menyamarkannya dengan kekehan Pelan di akhir kalimat
"Sial, " Ethan tidak tahan untuk mengumpat kesal. Keadaan ini sama sekali tidak Pernah dia bayangkan akan terjadi
" iya, Pa, "
Ethan menajamkan Pendengarannya. Keenan baru saja menyahuti Seseorang yang dia yakini adalah Papanya Keenan yang dia dengar sering tugas ke luar kota atau bahkan ke luar negeri
Samar-samar terdengar suara informasi pemberangkatan Penerbangan ke suatu tempat tidak lama lagi. Ethan gagal menangkap tujuan Penerbangan itu dengan jelas karena tertimpa suara Keenan
Hening, sudah tidak suara yang terdengar dari ujung Ponselnya setelah kalimat terakhir Keenan tadi. Namun Ethan masih menempelkan Ponsel ke telinganya. Berharap beberapa detik atau menit kemudian suara Keenan kembali terdengar, mengatakan bahwa omongan Panjang lebarnya itu adalah hanya kebohongan
Ethan menatap Ponselnya yang sudah meredup. Voice note itu sudah berakhir dan tidak bisa menerima kenyataan ini begitu saja
Ethan menghampiri ketiga temannya Penuh emosi yang ia tahan sejak tadi
Baik Satya Miko maupun johan sama sama terkejutnya bukan main Mereka masih belum Dari mana tahu Ethan mengetahuinya
Ethan melepaskan cengkeramannya Miko dengan kasar,
Semuanya, Terkejut tak kecuali dengan Johan, " Keenan Pergi ke mana, "
Semua mata tertuju pada seseorang yang baru saja bersuara. Naura datang dari sisi lapangan mendekati mereka. Keadaannya sungguh sangat kacau karena habis menangis. Dia langsung menyahut ketika mendengar kemungkinan besar Keenan Pergi
...•••...
Semuanya kompak mencari informasi Penerbangan di layar yang terpampang besar-besar di setiap sisi bandara. Terlebih Naura. Dia berlari mendekati layar lebar itu untuk mengetahui jadwal Penerbangan ke Korea. Raut wajahnya seketika kecewa ketika menyadari Pemberangkatan ke Korea sudah lewat 20 menit yang lalu.
Naura tidak bisa menahan air matanya. ia sudah terlambat Keenan sudah Pergi tanpa memberitahu tentang Perasaannya yang sesungguhnya. Cowok itu hobi sekali melukai hatinya