My Love My Enemy

My Love My Enemy
Part 22 JATUH CINTA



Bunda "


Kenapa Sayang ? Udah selesai makan nya mau Bunda ambiliin Puding, " sahut Bunda yang duduk berseberangan dengan Naura di meja makan. Dia tengah sibuk melihat-lihat resep kue terbaru menggunakan Ponselnya sambil menemani Naura makan siang


Ada yang mau Naura tanya sama Bunda"


nda menghentikan kegiatannya sejenak, kemudian menoleh sebentar pada Naura yang sejak tadi hanya mengaduk-aduk nasi yang cukup banyak di Piringnya, " Mau Tanya apa,"


mmm … " Naura memutar bola matanya sesaat sambil berusaha mencari Pilihan kata yang sangat tepat, " kayaknya Naura Perlu ke dokter deh, Bun"


Maksud kamu apa ? kamu perlu ke dokter buat apa, " Kali ini Bunda meletakkan Ponselnya di atas meja makan, dan memusatkan Perhatian sepenuhnya Pada Naura


antung Naura belakangan ini sering berdebar nggak karuan kayak mau copot"


" Kok bisa begitu ?" tanya Bunda bernada cemas


ura mengangkat bahunya, " Naura juga nggak tahu, Biasanya nggak begini"


spresi cemas di wajah Bunda Perlahan sirna ketika memperhatikan Putrinya yang tampak yang sangat gelisah


"


Pasti. sekarang kamu lagi berdebar-debar, kan ?" tanya Bunda


" Kok, Bunda tahu ? sahut Naura cepat sambil menegakkan Punggungnya


" Kamu lagi mikirin siapa sekarang"


"


Hah, " Naura terkesiap, merasa tertangkap basah


" Pasti kamu lagi mikirin Cowok,kan ? tanya Bunda lagi, kali ini bernada menggoda


semakin membeku dibuatnya. Bagaimana Bunda bisa tahu bahwa saat ini dia sedang kesal Pada Keenan yang tadi Pagi membuatnya malu di kelas ?


Bunda tertawa pelan, " jangan khawatir, itu artinya kamu lagi jatuh cinta sayang ?


" Hah, " Naura Terkejut bukan main," Bunda nggak lucu bercandanya aku serius"


Bunda semakin tertawa menyaksikan kehebohan Naura, " Siapa Cowoknya itu ? Keenan, ya " godanya lagi


Naura langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya, " Bunda apa-apaan sih ? Dia kemudian bergegas menuju kamarnya. Dia bahkan tidak menghiraukan Panggilan Bunda yang menyuruhnya untuk menghabiskan makanannya


Naura mengurung diri di kamar. Sambil bersandar di balik Pintu kamarnya, Dia memegang Dadanya sendiri. Jantungnya masih berdetak hebat saat ini dan Keenan masih belum lelah berjalan-jalan di Pikirannya


Apakah dia sedang Jatuh Cinta Apabila benar mengapa harus dengan Keenan ? kenapa bukan dengan Arsen


...•••...


" Kamu nggak seceria biasanya "


" Eh, " Naura tersadar dari lamunannya. Dia menoleh ke samping menatap Arsen yang sedang menemaninya duduk di kantin siang ini, " Masa sih "


Arsen menatap Naura dengan lekat-lekat, " Aku merasa ada yang berubah sama kamu "


Arsen memiringkan tubuh hingga menghadap Naura sepenuhnya. Naura balas menatapnya Penuh tanya


" Berubah gimana, sih Arsen aku tetap sama nggak ada yang Pernah berubah dari aku " Naura mengulang Pertanyaannya Tatapan Arsen yang tidak pernah lepas dari matanya membuat Naura justru semakin penasaran dengan yang sedang dipikirkan cowok itu.


Kegiatan saling Pandang antara Arsen dan Naura terpaksa harus berakhir ketika dengan tiba-tiba seseorang meletakkan mangkuk bakso di meja dengan suara cukup keras. kemudian tanpa permisi orang itu memaksa duduk di antara Naura dan Arsen walua celah antara keduanya hanya sejengkal. Hal itu membuat Arsen langsung bergeser menjauh ke ujung bangku Panjang yang didudukinya, sedangkan Naura sudah tidak bisa bergeser lagi Karena dia duduk di ujung bangku.


" Ngapain Lo di sini " tanya Arsen Pada keenan yang baru saja mengganggunya


" Lo nggak lihat gue lagi makan bakso ? jawab Keenan tanpa menoleh Dia kini sibuk memakan Baksonya


" Kenapa Lo duduk di sini, " bentak Arsen tak suka


" Bangku yang lain nggak nyaman. Gue maunya duduk di sini, " jawab Keenan dengan santai sambil mengaduk-aduk bakso di mangkuknya


Arsen berdecak kesal, " Lo Pindah sana"


" Kenapa Lo yang Sewot ? Naura aja nggak marah gue duduk di sini kenapa lo yang sewot !" Keenan melirik Naura di sebelahnya. Cewek itu tidak juga bersuara


Naura menahan nafas sejak tadi. Jantungnya kembali berdetak tak karuan sejak Keenan duduk di sebelahnya. Dalam jarak sedekat ini dia hanya bisa berharap agar Keenan tidak mendengar detak jantungnya yang kacau


Naura semakin gugup ketika Keenan menoleh ke arahnya. Refleks dia menggeser duduknya agar lebih berjarak dengan keenan. Namun Posisi duduknya yang sudah di ujung bangku membuatnya hampir terjatuh kalau saja Keenan tidak merangkulnya


" Jangan jauh-jauh duduknya, nanti kamu jatuh, " Kata Keenan yang masih setengah memeluk tubuh Naura


Arsen menghentakkan tangannya di meja hingga menimbulkan bunyi berisik," Makanya Lo minggir !" bentaknya, emosinya makin meluap, "


Naura buru-buru membebaskan diri dari rangkulan Keenan setelah tidak mampu menahan nafas lebih lama lagi. Dengan cepat, dia bangkit berdiri


" G-gue aja yang Pergi. Kalian aja yang ngobrol, " Ucap Naura susah Payah Dia kemudian meninggalkan Arsen dan Keenan yang kini saling pandang dengan tatapan sebal. sedikit kemudian kedua cowok itu saling membuang pandangan ke lain arah. Kemudian, Arsen bangkit dan Pergi menjauh dari sana


Naura berjalan dengan langkah cepat menuju kelasnya. Dia menghirup Udara banyak-banyak untuk menormalkan kembali kerja jantungnya


Naura bingung sendiri mengapa jantungnya mendadak berdebar hebat ketika Keenan muncul. Padahal dia yakin,debaran jantungnya masih baik-baik saja waktu dia hanya berdua dengan Arsen


Naura menggeleng kuat-kuat, " Nggak ini nggak bener ! Bunda Pasti salah Gue nggak mungkin jatuh Cinta sama Cowok kayak dia Nggak mungkin "


" Naura "


Naura terlonjak kaget ketika seseorang menepuk bahunya dari belakang. Usahanya untuk meredakan debaran jantungnya gagal. Debaran itu justru semakin hebat


" Loli, Lo ngagetin gue aja, !" kesal Naura sambil memegang dadanya sendiri. Dia dan loli kini berdiri saling berhadapan di depan Pintu kelas mereka.


Loli Terkekeh, " Ngomong-ngomong, siapa yang jatuh cinta "


" S-siapa ? Lo salah denger, kali Loli !" kata Naura, mendadak gugup


Loli menyipitkan matanya sambil menggoda Naura yang tampak saat mencurigakan," Lo lagi jatuh cinta, ya sama siapa, "


" Ngaco Lo !" sangkal Naura sambil melangkah masuk ke kelasnya


Loli mengikuti dari belakang, " Hmmm gue tau ini Lo jatuh cinta sama Keenan ya ?" godanya lagi dengan suara nyaring


Naura langsung berbalik dan membekap mulut Loli dengan tangannya, " Lo, ngomong apaan sih, ? Siapa yang jatuh cinta sama Keenan !" kesalnya


Naura melirik Keadaan di ruang kelasnya yang tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa orang di dalam sana yang kemungkinan besar mendengar seruan nyaring loli. Namun, sialnya Ethan adalah salah satu orang yang berada di dalam kelas. Naura kini hanya bisa berharap agar mulut Comel Ethan tidak meneruskan Perkataan loli tadi kepada Keenan.