
Satu minggu berlalu
Luciana sudah siap menjadi istri dari seorang pengacara hebat bernama Antonio Dexter. Wanita itu terlihat menghela napasnya pelan, detak jantungnya kian menggila saat pintu yang menuju altar terbuka lebar. Kedua matanya mengerjap pelan saat melihat banyak orang yang sudah siap menyambutnya.
Diatas altar sudah ada pria yang akan menikahinya hari ini. Pria bertuksedo putih gading senada dengan gaun pernikahan yang di pakainya terlihat tersenyum. Senyuman bahagia kala melihat wanita yang dia inginkan selama ini akhirnya bisa di dapatkan.
Astaga dia benar benar tidak sabar untuk memiliki wanita itu malam nanti.
Luciana menghela napas kasar sebelum kedua kaki jenjang berbalut heels tinggi itu melangkah, terlihat pelan dan sangat anggun. Tidak ada yang menggandeng lengannya saat keluar altar, tapi saat Luciana mulai menuruni anak tangga- Kenny terlihat bangkit dan mengulurkan tangannya.
Pria berambut pirang itu tersenyum, Kenny mengisyaratkan lewat tatapan matanya agar Luciana meraih lengannya. Luciana sempat mematung sejenak, dia masih tidak menyangka kalau Kenny akan menjadi pria yang mengantarnya ke atas altar.
"Anggap saja aku Kakak laki kakimu, aku akan mengantarmu pada calon suamimu, Luci. Tersenyumlah, Nio sudah menunggumu disana dan sepertinya dia sudah tidak sabar lagi." Kenny berbisik pelan dan terkekeh kecil. Tapi kekehan nya terhenti dan berdehem pelan kala melihat para tamu mulai khusuk dan terpesona oleh mempelai wanitanya.
Jantung Luciana kian menggila kala Kenny memberikan tangannya pada Dexter. Pria itu mengedipkan satu matanya nakal sebelum kembali ke tempatnya.
"Jaga dia, Nio." pesannya singkat.
Dexter tidak menyahut, dia hanya mengangguk pelan dengan kedua mata terus saja terarah pada Luciana yang menjadi bintang hari ini.
"Kau sangat cantik," bisiknya.
Luciana menahan senyuman kala mendengarnya, sekarang dia dan Dexter sudah saling berhadapan dan siap untuk mengucapkan janji suci pernikahan di depan pendeta.
🦋
🦋
🦋
Janji pernikahan sudah diucapkan, kini saatnya sepasang pengantin baru itu menikmati pesta kecil yang mereka adakan. Sepakat, Dexter dan Luciana tidak menggelar pesta mewah. Mereka berdua hanya menikah secara sederhana dan hikmat, lalu setelahnya pesta dansa kecil kecilan seperti saat ini.
Di tengah taman yang indah, karena nuansa yang Luciana ambil bertema outdoor jadi mereka semua bersuka cita diluar. Dexter dan Luciana berdansa, keduanya saling mengembangkan senyuman, netra keduanya saling terikat dan menatap dalam.
"Aku mencintaimu, Mrs. Dexter." gumamnya.
Luciana kian melebarkan senyumannya, kedua tangannya mengerat pada leher suaminya. Luciana sekarang bahkan sudah berani mendekat dan menatap lekat wajah pria yang menikahinya beberapa puluh menit yang lalu.
Ucapan Luciana membuat Dexter kian terlihat sumringah, pria itu mengalihkan pandangannya ke arah lain- hanya sekejap karena setelahnya dia terlihat meraih tengkuk dan pinggang Luciana. Menyergap bibir tipis berhiaskan lipstik nude yang sejak tadi menggodanya.
Dexter memagut bibir Luciana pelan dan lembut, dia tidak peduli dimana sekarang. Pengantin pria itu terlihat begitu tidak sabaran, bahkan Kenny yang tidak sengaja melihat adegan itu menggeleng tidak percaya. Para tamu yang ikut berdansa pun saling melempar senyum, mereka terlihat ikut merasakan kebahagian sepasang sejoli yang sudah dah dimata Tuhan dan negara. Jadi tidak ada yang musti di khawatirkan bukan, mereka bebas melakukan apa pun dan kapan pun.
Pesta telah usai, Dexter membawa Luciana pulang ke hotel yang sudah dia siapkan sebelumnya.
Sepasang pengantin baru itu terlihat mulai melakukan aksinya. Dexter kian menguasai tubuh Luciana yang hanya terbalut kimono handuk karena belum sempat berpakaian.
Dexter terus saja memojokkan Luciana ke tempat tidur, keduanya saling menyalurkan cinta lewat cumbuan dan ciuman.
Luciana memejamkan kedua matanya, tangannya meremas apa yang bisa dia pegang saat ini kala Dexter kian membuatnya gila.
Pria itu semakin turun dan turun lagi, hingga rasanya seluruh tubuh Luciana tidak bisa lagi meronta karena bibir serta lidah Dexter sudah menguasainya.
Keduanya menikmati malam pertama dengan indah, Dexter berhasil melepaskan dahaga Serigala turunnya yang sudah tidak lagi kuat menahan gempuran badai pasir di sekitaran oase.
Kini oase yang selalu dia inginkan serta rindukan dapat diteguknya, rasanya segar tidak terkira. Bahkan Sangat Serigala melolong keras saat pertama kali mendapat pelepasannya, mereka berdua memang bukan perjaka dan perawan, tapi rasanya lebih dari itu.
Bahkan Luciana merasa ini adalah pengalaman ber cintanya yang paling indah, dulu dirinya sering merasakan sakit dan harus aktif. Tapi saat bersama Dexter, justru pria itu lah yang mengambil alih semuanya.
Luciana menikmatinya, puas dan sangat sangat puas!
"Ayo kita buat bayi Serigala sebanyak mungkin, Anna Sayang!" bisik Dexter penuh gairah kala Serigala nya kembali siap menyelami dalamnya oase milik Luciana.
TAMAT
**Maaf ya kalo endingnya gak memuaskan, Bang Dexter aku tamatin karena dia udah dapat Luciana yang diimpikannya. Nanti bakalan berlanjut di cerita Marcho oke, nanti aku spil judulnya di FB, GRUP WA, IG, SAMA GRUP CHAT 😘😘😘
Do'ain lancar terus ya nulisnya sebelum OTHOR lahiran nanti, dan jangan lupa mampir ke cerita baru OTHOR yaaaaaa**
MASIH ANGET MASIH SEPI, HAYUK RAMEIN
INI KELUAR DARI AREA DINASTI DUREN SAWIT, CERITA MANIS PENUH CINTA, GAK BERAT SOALNYA OTHOR GAK SUKA YANG BERAT BERAT BIKIN MIGRAN KAMBUH 🤣🤣🤣🤣