My Hot Lawyer

My Hot Lawyer
MHL Bab 13



Luciana menyusuri jalanan sendiri, dia keluar dari gedung advokat dengan wajah lesu karena tidak berhasil bertemu dengan Kenny, karena sang pengacara tengah keluar dan belum kembali.


Helaan napas kasarnya kembali terdengar, wanita itu mendongak menatap langit yang masih terang benderang. Ekor matanya perlahan melirik ponsel yang dia keluarkan dari tasnya. Waktu sudah menunjukan pukul 1 siang lewat lima belas menit, masih cukup siang untuknya.


Luciana kembali melanjutkan langkahnya yang lunglai, dia harus segera mencari taksi agar bisa kembali ke apartemen Dexter. Langkah demi langkah dia lewati, kedua kaki jenjang berbalut sepatu balet itu sudah ingin berhenti namun taksi yang dia tunggu belum juga muncul.


Napasnya sudah terengah, Luciana menghentikan langkahnya ketika melihat sebuah taksi mulai mendekat kearahnya. Senyuman tipisnya terbit, dia terlihat begitu antusias- kedua tungkai indahnya mendekat kearah taksi, namun belum sempat taksi itu berhenti didekatnya sebuah mobil hitam mengkilap sudah mendahuluinya.


Luciana reflek mundur kebelakang, jantungnya berdetak lebih cepat kala mengenali mobil siapa yang datang menghampirinya.


'Marcho,' gumamnya dalam hati.


Perlahan kedua kakinya mundur, kedua matanya menatap kekiri dan kekanan seakan mencari celah untuk kabur. Luciana segera berbalik, namun tubuhnya kembali membatu kala wajahnya berhadapan langsung dengan pria botak yang menjadi tangan kanan suaminya.


"Selamat siang, Nyonya." sapanya datar.


Bukannya tersanjung, Luciana malah terlihat khawatir dan ketakutan, bola matanya terus saja bergulir kesana kemari- detak jantungnya semakin menggila, terlebih saat kedua telinganya mendengar pintu mobil terbuka.


"Luci Sayang," suara bass yang begitu Luciana kenal semakin membuat lututnya melemas.


Wanita itu memejamkan kedua matanya, menelan salivanya susah payah dan menghirup udara sebanyak mungkin, seakan dia tidak dapat lagi bernapas dalam waktu yang panjang.


Dengan yakin Luciana berbalik, dia memberanikan diri menatap pria yang tengah mengembangkan senyuman padanya. Untuk orang lain senyuman yang Marcho berikan terlihat begitu manis, tapi tidak untuk Luciana- senyuman itu terlihat mengerikan dan penuh ancaman.


"Ayo kita pulang! aku merindukan mu. Apa kau tidak merindukan suamimu ini, hm?"


Marcho kembali bersuara, pria itu mendekat pada Luciana dengan perlahan. Senyuman tipisnya tidak surut sedikit pun, malah semakin melebar dan lebar lagi.


"Tolong jangan mendekat!" suara Luciana yang bergetar membuat langkah Marcho terhenti. Senyuman di bibirnya perlahan surut, berganti dengan raut datar dan dingin. Menampilkan ketidaksukaan atas sikap yang di berikan oleh Luciana.


Marcho masih terdiam, namun ekor matanya bermain apik dengan pria tinggi besar yang ada di belakang tubuh Luciana. Keduanya terlihat saling berkomunikasi lewat tatapan yang tidak disadari oleh wanita itu.


"Kita sudah tidak ada urusan lagi, tolong jangan mendekat. Aku sudah lelah, aku mohon lepaskan a-,"


Luciana menoleh, dia menatap tidak suka pada pria botak yang masih menatap datar ke arahnya. Pria itu sama kejamnya seperti Marcho, mereka tidak ada beda dalam bertindak, karena apa yang Marcho inginkan pria itu akan mewujudkannya.


"Aku tidak urusan dengan mu. Lebih baik sekarang kau bawa Boss mu pergi!" cetus Luciana berusaha kuat dan berani.


Dia kembali menggerakkan kedua kakinya yang terasa berat dengan susah payah. Namun lagi lagi langkahnya terhenti kala seseorang mencekal lengannya cukup kencang.


"Aku mohon menurutlah, jangan biarkan tubuhmu ini kembali terlu-,"


"Lepas tanganmu darinya!"


Pria botak itu mengernyit, bibirnya belum mengatup sempurna. Dia menoleh namun tidak melepaskan cekalannya dari lengan Luciana.


Satu alisnya terangkat kala melihat seorang pria berjas hitam turun dari mobilnya, berjalan mendekat kearah mereka tanpa ragu dan takut.


"Lepaskan tanganmu dari tubuhnya, sebelum aku yang melepaskan tanganmu itu dari tubuhmu sendiri!" cetusnya lagi.


Pria botak itu tersenyum sinis, dia tidak peduli dan tidak mau melepaskan cekalannya dari lengan Luciana.


"Well well well, jadi ini pria yang bernama Antonio Dexter? pengacara hebat, secerdik ular dan selicin belut yang kau pilih menjadi Lawyer mu untuk bisa lepas dariku, Luci Sayang?"



JAN GITU BANG DEX



BONEKA IDUP 😭😭😭



OM MARCHO KAYU KITA ABIS DIRUMAH BUAT ANGETIN BADAN KALO ABIS EHEMπŸ˜‚πŸ˜‚