My Hot Lawyer

My Hot Lawyer
MHL Bab 31



Luciana menatap berkas di tangannya, dia menghela napas berulang kali. Hari ini adalah persidangan cerai kedua kalinya dengan Marcho.


Wanita bergaun motif bunga berwarna abu abu itu bangkit, dia mendekat pada pria yang tengah mengobrol dengan rekannya. Dexter, sang pengacara sexy itu terlihat begitu serius saat salah satu jaksa di persidangan yang dia tangani hari ini memberikan sedikit informasi padanya.


"Aku hanya memperingatkan mu, semoga saja kau bisa segera menyelesaikannya dengan cepat. Aku yakin pria itu sudah memberikan sesuatu pada Hakim, jadi kau jangan terkejut nanti. Wanita mu kemari, persiapkan semuanya sebelum kalian masuk!"


Pria berpakaian jaksa itu menepuk pundak Dexter, dia berlalu meninggalkan keduanya dan segera masuk ke ruang sidang lewat jalan khusus. Sementara Dexter terdiam, dia tidak bersuara sedikit pun. Pria itu menghela napas sebelum dia berbalik menatap wanita yang semakin mendekat ke arahnya.


Kedua sudut bibirnya mengembang seakan tengah menyambut Luciana, wajah kakunya hilang seketika kala wanita cantik itu sampai padanya.


"Sudah siap?" tanya.


Luciana mengangguk yakin, dia harus siap dalam keadaan apa pun. Mental dan fisiknya akan menghadapi hal yang pasti membuatnya down, tapi Luciana berjanji kali ini dirinya tidak akan tinggal diam apa lagi sampai terintimidasi.


"Aku siap, Tuan Dexter!"


Dexter mengembangkan senyumannya, pria itu mengangguk dan segera membawa Luciana masuk ke ruang sidang.


🐺


🐺


🐺


Persidangan dimulai, hakim sudah membacakan kembali berkas berkas yang ada di tangannya.


Berkas yang di berikan oleh pihak Marcho. Pria itu masih tetap pada pendiriannya, enggan melepaskan Luciana sampai kapan pun.


"Sepertinya pihak tergugat masih sangat mencintai pihak penggugat, apakah Nyonya Luciana tidak bisa mempertimbangkannya lagi? aku rasa keinginan Tuan Marcho sangat serius." sang Hakim menatap Luciana lekat, dia berharap kalau wanita itu akan mengangguk dan persidangan ini selesai.


Luciana mulai terpancing, dia sudah jengah, dia tidak ingin menjadi wanita lemah dan pasrah lagi sekarang. Kalau dulu Luciana akan merasa takut dan ragu, tidak untuk kali ini. Dia sudah jengah dan lelah, Luciana tidak sudi lagi untuk mengalah. Saatnya kini dia memanfaatkan situasi yang Marcho buat, Luciana sudah bosan mengalah selama ini.


"Hati hati dengan ucapan an-,"


"Apa yang diucapkan klienku semuanya benar. Tuan Simon mengancam klienku lewat adik tirinya, bahkan dia juga mengirimkan beberapa foto yang membuktikan kalau semua ancamannya tidak main main. Tindakannya sudah melanggar hukum, memperdagangkan manusia dan menjadikannya pela*cur- itu adalah sesuatu yang melanggar hukum di negara kita, Yang Mulia. Kalau anda tidak percaya, silahkan mengeceknya sendiri- semua yang aku dan klienku ucapkan ada buktinya."


Dexter ikut angkat bicara, pria itu bangkit dari kursinya dan berjalan kedepan mendekat pada meja hakim. Dia menyerahkan sebuah amplop hitam, dengan yakin dan tidak ada lagi keraguan.


Ekor matanya melirik ke arah pria yang berbicara dengannya tadi sebelum persidangan dimulai. Lalu beralih pada Luciana dan terakhir pada Marcho yang terlihat datar menatap ke arahnya.


Pancaran kedua matanya seakan memberikan peringatan keras, tapi sayang Dexter tidak mudah untuk diintimidasi.


"Anda seorang hakim yang bijaksana, aku yakin anda bisa memutuskannya dengan cepat tanpa alasan apa pun lagi setelah melihatnya nanti." imbuh Dexter.


Pria berjas hitam klimis itu memberi hormat untuk undur diri, Dexter kembali kekursinya dengan senyuman tipis menghiasi bibirnya mambuat wanita yang duduk berdampingan dengannya ikut tersenyum.


Tapi sayang senyuman yang Luciana tampilkan tidak membuat semua orang bahagia, Marcho salah satunya. Pria itu menatap tajam dan tidak suka saat melihat wanita yang masih menjadi istri sahnya itu memberikan senyuman untuk pria lain.


'Sial! pengacara brengsek itu mulai berani rupanya!'.


Marcho kian terbakar kala melihat Dexter menampilkan senyuman tipis penuh tantangan padanya.


"Tunggu sebentar lagi, aku akan segera membebaskan mu, Rapunzel." gumam Dexter.



AKU TUNGGUIN KOK BANG TENANG AJA😘😘😘