My Hot Lawyer

My Hot Lawyer
MHL Bab 33



"Apa yang ingin kau bicarakan?" Dexter mendudukkan dirinya di hadapan Luciana setelah dia melepaskan jas serta dasi yang membelit lehernya.


Pria itu menumpukan kedua tangannya di sandaran sofa, kedua matanya menatap lekat pada wanita cantik yang juga tengah menatap tanpa ekspresi ke arahnya.


"Maaf, sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih pada anda, Tuan Dexter. Karena berkat anda, aku bisa terbebas dari jeratan mantan suamiku. Maka dari itu, karena urusanku disini sudah selesai, kau juga sudah melakukan tugasmu dengan baik. A-aku, aku-," Luciana terbata, dia terlihat menghirup napasnya pelan lalu menghembuskannya.


Sementara Dexter, pria itu masih terlihat tenang walaupun dia tahu kemana arah pembicaraan wanita ini. Tanpa harus melanjutkan ucapannya, Dexter sudah tahu inti dari kalimat yang Luciana lontarkan.


Wanita itu ingin pergi darinya!


Tanpa sadar kedua tangan Dexter yang menumpu di sandaran sofa terkepal erat, jakunnya naik turun menahan sesuatu yang tidak nyaman dan tidak disukainya.


Dia tidak mau Luciana pergi!


Sialnya Dexter tidak memikirkan hal ini sebelumnya. Dia pikir wanita cantik itu akan tetap bersamanya, sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Tapi nyatanya, Luciana tidak mengambil keputusan yang dia inginkan karena wanita itu memiliki keputusannya sendiri.


"Kau ingin mengatakan, kalau kau akan pergi dari apartemen ini? begitu bukan?" tebak Dexter tepat sasaran.


Luciana bahkan terlihat menunduk dalam saat melihat tatapan tidak biasa yang Dexter layangkan saat ini, entah kenapa dia merasa kalau tatapan yang pria itu berikan terlihat tidak suka dan malah terlihat seperti seorang kekasih yang tidak rela melihat wanitanya pergi.


"I-iya, tidak salahkan? masalah kita sudah sele-,"


"Siapa bilang?" sela Dexter cepat.


"Mungkin urusanmu dengan mantan suamimu itu sudah berakhir, tapi tidak denganku- Nona Anna. Kau masih berhutang banyak kepadaku, kau tidak lupakan bayaran yang harus kau gelontorkan untuk membayar jasaku?"


Dexter kian menekan, kini pria itu mencondongkan tubuhnya ke arah Luciana dengan senyuman yang menawan, tapi terlihat mematikan dan membuat Luciana tersudut.


"Tugasmu belum selesai, bukankah dirimu sendiri yang memintanya dulu padaku? jadi selesaikan semuanya hingga tuntas. Jangan berpikir kalau aku ini jahat, tapi perjanjian tetaplah perjanjian aku tidak suka dengan orang yang ingkar!" imbuhnya lagi.


Pria itu menghirup napasnya dalam, dia terlihat serba salah sekarang. Dari dalam relung hatinya yang terdalam, sebenarnya Dexter tidak sampai hati membuat Luciana menghadapi situasi ini.


Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah jalan satu satunya agar wanita itu tetap stay di apartemennya. Untung saja dulu Luciana mengajukan hal yang bisa membuatnya tetap mempertahankan wanita itu, walaupun sedikit licik.


"Aku mengerti, maafkan aku Tuan Dexter. Aku merasa malu karena sudah menjadi orang yang tidak tahu di-,"


"Sudahlah tidak usah di pikirkan, lebih baik kau istirahat- aku tahu hari ini kau pasti lelah." Dexter bangkit, pria itu melangkah meninggalkan Luciana yang masih terdiam.


Tapi ekor mata Dexter terus saja tertuju pada Luciana yang terlihat menunduk penuh rasa bersalah. Sudut bibir pria itu terangkat, ini dia yang diinginkannya- Luciana merasa bersalah dan tidak bisa keluar dari apartemennya dengan alasan apa pun lagi.


'Aku pastikan kau tidak akan pernah keluar dari apartemen ini dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan, Anna!' gumamnya dalam hati.



KALO LUCI GAK MAU, OTHOR MAU KOK BANG😘😘