
Luciana hanya bisa menatap diam saat pria yang ada dihadapannya ini terus saja menatap lekat ke arahnya, bahkan dia melihat pria itu tidak berkedip sama sekali.
"Aku tidak akan basa basi lagi. Apa yang kau dengar malam itu memang benar adanya," ujarnya serius penuh keyakinan.
Kedua matanya menatap dalam pada wanita yang beberapa waktu yang lalu berhasil membuatnya kalang kabut. Tatapan itu berhasil membuat sang wanita menunduk, bahkan wajahnya merona- dia yakin kalau Luciana kembali mengingat hal memalukan yang terjadi tadi malam.
Sialan! ingin rasanya Dexter mengulang waktu agar tidak tertidur di sofa, mungkin kalau didalam kamar dirinya tidak akan seperti ini, memalukan.
Dexter menghirup napas dalam, tangannya terulur meraih jari jemari Luciana yang masih terlihat saling bertautan. Luciana sedikit kaget, tapi tidak lama dia terlihat tenang dan perlahan mengangkat kepalanya. Netra keduanya bertemu, saling bertaut, menyelami sesuatu yang terpendam didalam bola mata masing masing.
"Aku menyukaimu, Luciana. Jangan tanya kenapa dan kapan itu terjadi, yang jelas aku menyukaimu secara sadar dan tidak sadar. Dan soal kejadian tadi malam, aku minta maaf karena sudah-,"
"Kenapa anda menyukaiku, Tuan? tidak ada yang istimewa dari seorang Luciana. Aku hanya wanita yang berstatus janda, janda yang ternyata pernah memiliki mantan suami yang miliki gangguan kejiwaan. Bukankah anda memiliki banyak wanita yang lebih istimewa dari ku, kenapa anda tidak memilih salah satu diantara mereka saja?" Luciana memotong ucapan Dexter, dia berucap dengan santai tapi terdengar begitu serius. Bahkan Dexter dibuat bungkam saat Luciana membahas wanita wanita yang ada dihidupnya selama ini.
Ternyata Luciana tidak sepolos yang dia kira. Wanita itu menyadari kalau dirinya memiliki banyak wanita selama ini, tapi bukankah itu hal biasa? dirinya masih single dan bebas berhubungan dengan wanita mana pun. Walaupun pada akhirnya para wanita itu akhirnya kalah dengan satu wanita yang ada dihadapannya saat ini.
Bahkan Sang Serigala Gurunnya mencoba berpuasa beberapa waktu ini, tidak menikmati segarnya oase para wanita untuk melegakan dahaganya, lolongan yang sering digaungkan Sang Serigala berusaha ditahan oleh Dexter, hingga akhirnya lolongan itu pecah tadi malam.
"Aku pria dewasa yang normal, aku butuh mereka, Anna. Tapi demi apa pun aku tidak pernah menaruh hati pada siapa pun selama kami saling menguntungkan, aku tidak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun. Karena menurutku, hubungan seperti itu akan sia sia saja. Terlebih aku selalu menangani banyak kasus perceraian, dan itu membuatku semakin yakin kalau cinta hanya bualan semata!"
Dexter terlihat serius, jakunnya naik turun, kedua tangannya menggenggam erat tangan Luciana. Kedua matanya menatap lekat, dia terlihat seperti tengah memberitahu wanita ini kalau dirinya memiliki ketakutan akan hubungan itu.
"No! itu dulu. Dulu aku memang berniat tidak akan menikah sampai kapan pun. Aku tidak akan pernah menjalin hubungan dengan wanita mana pun, kebutuhan biologis ku bisa aku salurkan pada wanita yang bersedia merangkak diatas tempat tidurku tanpa harus dipaksa. Itulah yang ada didalam otakku sebelum kau hadir, tapi setelah kau hadir- melihat wanita sesempurna dirimu yang berjuang untuk lepas dari suaminya sendiri karena tidak ingin diduakan, bukan karena keegoisan semata- aku mulai tertarik."
Dexter kian merapatkan tubuhnya pada Luciana, tanpa izin dia membelai wajah cantik yang semalam sudah membuatnya melayang ke langit ke 7, bahkan sampai basah kuyup.
"Aku ingin menjalin hubungan serius denganmu, Luciana. Izinkan pria kotor ini membersihkan diri agar bisa pantas bersanding dengan wanita sepertimu. Aku memang bukan pria baik, aku bastard, aku bajingan, aku player, aku casanova, aku suka bergonta ganti wanita, aku-,"
"Ssttt- tidak ada manusia yang sempurna dan suci di dunia ini. Kita punya kesalahan dan dosa di mata Tuhan, walaupun jalannya berbeda beda. Aku juga miliki kesalahan, jangan merasa benar dan tidak memiliki dosa selama kau masih bernapas di dunia. Seharusnya aku yang merasa tidak pantas untuk pria sesempurna dirimu, Antonio. Mungkin diluaran sana kau bisa mendapatkan wanita yang lebih sempurna dari pada aku, aku hanya-,"
"Bukankah kau bilang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini? karena aku bukan manusia sempurna, jadi mari kita saling menyempurnakan- aku akan menyempurnakan hidupmu Luciana. Bukan hanya dunia yang bisa aku berikan, tapi juga cinta dan kasih sayang." Dexter bangkit, pria itu bertolak pinggang sembari menghela napas kasar.
Tidak lama dia kembali menatap Luciana dan berlutut dihadapan wanita cantik itu.
"Luciana, will you marry me?" ucapnya secara tiba tiba dan sangat serius.
AIIHHHH GERCEP AMAT LO BANG DEXππππ