
π₯π₯π₯π₯
Malam itu sungguh indah untukku tentunya untuk Rasen juga. ternyata cinta dewasa tidak membutuhkan janji yang penting dia selalu ada di sisi kita aja sudah cukup. Rasen menemaniku belanja hari ini dan juga Jesna, dia memilihkan dress yang cocok untuk malam ini dia selalu mengerti selera fashion yang aku inginkan, Ketika kami sedang makan siang.
" Sayang, aku ke kantor dulu yah, Jesna gue duluan yah " sahut Rasen sambil membelai rambutku dan mencium keningku, dia pun pergi. aku pun tersenyum tipis.
" Cha, loe kali ini serius sama Rasen? " tanya Jesna
" Gue sebenernya bingung, Jes " aku menampakan muka gelisah ku.
" Lha..kok bingung, Gue lihat Rasen kali ini serius sama loe gak cuek kayak dulu " tanya jesna aneh
" Ya..gimana gue gak bingung coba, kemarin lusa tuh Rasen tunangan " aku menyangga wajahku sambil memainkan gelas
" Gila loe yah..!! " Jesna kaget mendengarnya.
" Justru itu, gue harus gimana, Jes? " tanyaku
" Tinggalin dia, itu saran gue untuk saat ini. jangan memperumit masalah loe dengan ini " Jesna sedikit kesal
" Tapi..gue dan Rasen saling sayang, Jes "
" Dengerin!! yang namanya sayang itu tidak akan ada sebuah pengkhianatan, apa pun resikonya. gue tanya sama loe sekarang, udah berapa kali loe di buat kecewa sama Rasen? " Jesna semakin kesal mendengar alasanku.
" Gak tahu, gue rasa sering " jawabku sedih
" Parah loe yah. memang zaman sekarang itu sayang sama bodoh beda tipis yah, pokoknya loe lepasin Rasen " Jesna semakin marah. aku hanya ingin menangis tetapi seberapa buruknya aku tentang cinta Jesna selalu ada dibelakang ku, tak lama Arya menjemput kami berdua dan sesampainya di dalam mobil Arya ngedumel gak jelas. π π π
" Selamat datang nona nona, kalian ini keterlaluan yah giliran makan, belanja gue gak diajak giliran jemput nyuruh gue berlagak manis minta jemput. emang gue sopir loe pada " Jesna langsung memotong Arya.
" Udeh deh loe ahh berisik amat kaya emak-emak kalo ngebangunin anaknya buat sekolah " Arya terdiam ketika melihat ekspresi ku.
" Lo gak kenapa-kenapa kan, Cha? " tanya Arya. Jesna langsung menjelaskan semuanya, tak luput Arya juga memarahiku.
" Cha, please deh!! kali ini kita mohon sama loe, tinggalin Rasen demi kebaikan loe juga. kita gak mau loe terus di sakitin Rasen untuk kesekian kalinya " aku tidak menjawab sepatah katapun. namun mataku tidak berbohong menampakan sebuah kesedihan.
Sekitar pukul 23.00 acara puncak tahunan kantor di mulai. Rasen mengabari kalau dia tidak bisa hadir dan harus terbang malam itu juga ke London untuk urusan bisnis. Suara riuh musik malam itu pun terus menghipnotis kita semua kami menari seakan semua kerja keras kami saat bekerja terbayar begitu saja. Namun tak di sangka seorang wanita menarik tanganku, menyeret ku ke tengah, ada sepuluh pria berbadan besar untuk menjauhkan kami satu sama lain.
" Natya? " aku kaget ketika melihat dia menyeret ku. suasana tiba-tiba hening dan hanya aku dan Natya yang berada tepat di tengah, Semua orang memandangi kita dan betapa kagetnya aku ketika dia menumpahkan minuman di wajahku.
" Cha, Varsha " Hal itu membuat Jesna dan Arya kaget mereka berlari menghampiriku namun pria besar menghadang mereka. Aku tidak bisa berbuat apa-apa malam itu, aku hanya terdiam melihat tingkah Natya yang menurutku gila. Natya menamparku kali ini, Pak Yudha melihatku dan ingin menghampiriku namun terhalang pria besar.
" gue peringatkan loe untuk kali ini. Rasen itu tunangan gue dan loe gak berhak dekat dengan calon suami gue, ngerti loe? " dia mengancam ku, namun tatapan ku masih dingin menganggap itu hanya lelucon sampah. aku berbalik dan meninggalkan Natya dalam keadaan marah.
" Lo mau ngancem gue apa pun gue gak takut, dan satu hal Rasen gak cinta sama loe yang dia inginkan dari loe cuman harta loe. Puas loe " aku menghempaskan tangan Natya dan pergi. namun bodyguard nya menahan ku. aku hanya menatap mereka dengan mata dinginku dan berkata.
" Kalian tahu tuan Keenan, kalian gak mau dipecat bukan " kemudian bodyguard Natya melepaskan ku. Jesna dan Arya mengejar dan menghampiriku ke toilet untuk menenangkan ku.
" Maafin gue yah, gue gak dengerin perkataan kalian ternyata semua rasa ini hanya membuat masalah buat gue. ternyata emang benar gue harus lupain Rasen " tangisan ku tidak bisa ditahan lagi. Jesna langsung memeluk ku, air mataku terjatuh untuk sekian kalinya dan untuk Rasen kembali.
Keesokan harinya, Arya membuat laporan untuk membatalkan projects Rasen dan ternyata Pak Yudha mengerti akan hal itu. Pak Yudha menyampaikan hal pembatalan projects yang dipegang team ku kepada Rasen dan posisi Rasen masih di London belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
" Kalau kamu, sudah balik dari London coba tanya langsung ke Varsha apa yang terjadi, Saya tidak menjelaskan langsung disini. bukan masalah profesional atau tidak namun ini menyangkut karyawan terbaik disini, aku bisa saja melepaskan projects kamu namun tidak untuk karyawan ku " Pak Yudha sepertinya masih sangat marah mengenai hal semalam dengan alasan satu dan yang lain.
" Baik pak, Namun masalahnya sampai detik ini Saya masih belum bisa menghubungi Varsha dengan team nya " jawab Rasen
" Rasen, saat ini aku berbicara sebagai paman kepada mu. Rasen sebenarnya aku tidak mengetahui kamu dan Varsha ada hubungan, tapi tadi malam Natya datang ke acara puncak dan dia menghancurkan acaranya dengan mempermalukan Varsha, Rasen apakah kamu akan tetap mempertahankan perjodohan kamu dengan Natya atau kamu akan Kembali memilih Varsha? ini saatnya kamu memilih? " pertanyaan Pak Yudha membuat Rasen terdiam.
" Tapi, Paman tahu sendiri apa tujuan ku dan bagaimana isi hatiku " selama ini Pak Yudha yang bisa melindungi Rasen dari keras nya orang tua Rasen.
" Paman cukup mengenalmu jika kamu yakin untuk Varsha temui dia dan jelaskan apa yang terjadi. Varsha ada di villa kantor untuk menenangkan diri " perkataan Pak Yudha membuat Rasen semakin yakin dengan pilihannya untuk tetap bersama ku. Rasen kembali secepatnya dari London dan langsung menemui ku. saat aku membuka pintu keluar dan bergegas untuk pulang, Rasen berdiri di depanku dan kemudian berlari memelukku.
" Maafin aku, aku tahu kamu mengalami hari - hari sulit karena aku, maafin aku " air mataku kembali terjatuh, kenapa hatiku begitu sakit dan sangat sesak sehingga tidak ada kata yang keluar dari mulutku.
" Kali ini aku tidak akan bikin kamu kecewa lagi, besok kita datang ke rumah orang tua ku. aku akan membatalkan perjodohan ku dan aku akan selalu ada untuk mu " penjelasan Rasen semakin membuatku sedih karena aku tahu ini akan membuat aku semakin jatuh ke lubang terdalam dan semakin sakit. Namun entah kenapa bibirku tidak bisa menolak Rasen.
Setelah semua kembali seperti semula, Rasen bisa menenangkan ku kami berdua minum bersama dan mengobrol. aku menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang selama ini ada dalam hatiku.
Rasen kembali meminta maaf, dan memelukku kami saling memandang sungguh matanya memancarkan rasa sayang kepadaku.
" Aku sungguh mencintai kamu Varsha, Kamu hanya milikku " Rasen membelai leherku dan kami melakukannya lagi bahkan lebih dan lebih lagi gairah kami sangat menderu. aku sungguh lupa apa yang akan terjadi kedepannya dan kami melakukannya atas dasar cinta. Semua perbuatan dan perkataan Rasen membuat aku tidak bisa menolaknya.
πΌπΌπΌπΌ
* * stop jangan ditiru yah, semua ini hanya cerita dalam novel ini saja **
" ada yang ingat ini siapa? "
ππ
...****************...