
πΌπΌπΌπΌ
Seketika hati Varsha campur aduk mendengarnya antara sedih, kesal, marah menjadi satu namun Varsha harus tetap tenang dan menghampiri penggosip itu,
"Kalian ini, kalau mau tahu langsung tanya kepadaku bukan hanya tahu dari orang lain, jika semua yang dibicarakan itu salah bagaimana? kalian mau saya tuntut untuk tindakan pencemaran nama baik?"
Seketika wajah penggosip itu berubah gugup dan takut.
"Maaf bu! kami tidak akan mengulanginya lagi" ucap ketiga wanita itu sambil tertunduk.
Ternyata Natya mendengarnya.
"Kalian tidak usah meminta maaf, lagian semua cerita itu benar adanya"
Ketiga wanita itu kaget dan senang mendengar informasi itu.
"Kenapa kaget?" tanya natya dengan wajah sombongnya.
"Kenapa harus kaget, jika memang benar keadaanya seperti itu kenapa kamu menginginkan Rasen? bukankah sudah jelas dia kekasih orang lain dan sudah memiliki anak dari wanita lain? kenapa kamu masih menginginkannya? hah?"
Pertanyaan Varsha membuatnya bingung.
"Karena kami saling mencintai?"
"Apa, gue tidak salah dengar tuh?" tanya Varsha sambil tertawa "Kalau Rasen cinta sama loe tidak mungkin dia masih ngejar-ngejar gue sampai sekarang"
"Dasar loe yah, awas loe liatin aja!" Natya gugup dan pergi begitu saja. Varsha menggelengkan kepalanya.
"Ngapain kalian masih disini, kembali bekerja!" teriak Varsha.
"Baik bu!" ketiga wanita penggosip itu pergi dan Varsha juga kembali keruangan nya.
Varsha duduk di kursi kerjanya dan menceritakan semuanya kepada Jesna dan Arya,.
"Orang-orang disini gila yah, padahal itu kan privasi orang" sahut Jesna kesal.
"Padahal itu sudah dirahasiakan pak Zavas kenapa bisa bocor?" tanya Arya bingung.
"Sudah jangan dipikirkan kita kembali bekerja, oh iya nanti sore gue ke rumah loe yah sambil gue dengerin lanjutan cerita loe dan kebetulan gue mau ketemu Keenan"
"Serius, bukankah Zavas sudah pulang memangnya dia..?" tanya Jesna aneh.
"Sudah tenang saja" jawab Varsha sambil tersenyum.
'Ting..' (pesan masuk from Keenan)
"Bagaimana nanti jadi ketemu gak?"
'Ting..' (Pesan dikirin to Keenan)
"Jadi, kita ketemu di rumah Jesna yah, aku tunggu jam 8 malam!"
Jam pulang pun tiba mereka bertiga pergi ke rumah Jesna.
"Haahhhh. nyampe juga" ucap Varsha sambil menghela nafas panjang.
"Eh loe mau makan apa?" tanya Jesna.
"Pesan ayam aja sayang, pizza, dll sudah lama juga kan kita gak kumpul santai gini?" sahut Arya.
"Ok boleh juga tuh!" jawab Varsha.
"Ok, gue pesenin yah," jawab Jesna sambil melihat menu yang ada di aplikasi "gue mandi dulu yah"
"Gue ikut juga mau mandi" teriak Varsha sambil mengikuti Jesna ke kamarnya.
Tiba-tiba bel rumah Jesna berbunyi dan Arya pun langsung membuka pintunya.
"Keenan lo udah datang?" tanya Arya.
"Apakah Varsha ada?"
"Ada masuk saja mereka lagi mandi"
Arya dan Keenan pun mengobrol seperti biasa.
"Benarkah loe akan pergi? tapi kenapa?"
"Sudah menjadi pekerjaan mau bagaiman lagi?"
"Ya maksud aku kan kamu punya perusahaan yang harus dipegang dan di ambil alih, malah Natya yang ambil alih?"
"Loe tau darimana?"
"Wah jadi benar cerita itu? hebat!" Keenan hanya tersenyum.
Varsha dan Jesna keluar dari kamarnya.
"Eh kamu sudah datang? kapan?"
"Barusan"
"Cha bisa gak kita ngobrol sebentar? kita keluar dulu sebentar saja"
"Boleh yuk!"
Keenan dan Varsha keluar dan berjalan-jalan menikmati pemandangan malam ini.
"Cha, sebentar lagi aku pergi dan entah kapan aku kembali tapi aku harap kamu bisa menjaga dirimu baik-baik yah" Keenan berkata sambil menatap Varsha.
"Kamu berkata seperti itu rasanya kamu akan pergi untuk selamanya" ujar Varsha.
Keenan hanya tersenyum mendengar perkataan Varsha.
"Keen, jika nanti disana kamu sedang tidak baik-baik saja kamu bisa langsung menghubungiku"
"Hmm..jadi kamu akan langsung datang?" goda Keenan
"Yaa..bukan seperti itu hanya saja aku akan segera mendoakan mu agar kembali tersenyum dan semangat"
"Hahhaaa.." Keenan tertawa mendengarnya.
"Iya tertawa seperti itu harus seperti itu"
"Baiklah" jawab Keenan dengan senyum manisnya sembari mengacak-acak rambut Varsha.
Sementara itu di kediaman Zavas.
Kepergian Varsha dan menemui Keenan membuatnya gelisah dan tidak bisa diam saja menunggu.
"Aku tidak bisa begini, aku harus datang menemuinya" Zavas pergi ke rumah Jesna tanpa pengawalan.
'Ding..dong' (suara bel berbunyi)
Jesna dan Arya membuka pintunya
"Selamat malam, apakah Varsha ada di dalam??" tanya Zavas
"Eh pak Zavas, iya selamat malam mereka.." Jesna terlihat gugup seakan-akan takut mengatakan yang salah.
"Dia sedang keluar dengan Keenan mungkin sedang berjalan-jalan dekat sini" jawab Arya..
"Terima kasih!" Zavas langsung keluar mencari Varsha.
"Dia sangat tampan, belum pernah aku melihatnya memakai baju santai seperti itu" ucap Arya yang masih terpesona dengan Zavas.
"Bukan itu sekarang masalahnya tapi kalau mereka bertiga..ah sudahlah semoga tidak ada apa-apa" Seru Jesna.
Varsha dan Keenan berhenti di sebuah taman yang berada di atas sehingga terlihat pemandangan kota malam ini lampu-lampu berkelip dengan indah.
"Cha terima kasih yah, kamu sudah mau menemaniku malam ini"
"Iya, tapi ingat janjiku"
"Iya, bolehkah aku memelukku malam ini?"
"Iya tentu" Varsha membuka tangannya. Keenan memeluk Varsha "Kamu itu sahabatku Ken, sahabat terbaik sama seperti Jesna dan Arya"
Keenan tersenyum dalam pelukan Varsha dan semakin erat memeluk Varsha. Zavas menemukan mereka namun langkahnya terhenti ketika melihat mereka berpelukan dengan erat.
Zavas terlihat sangat kecewa dan cemburu namun dia hanya terdiam dan memilih kembali kedalam mobil memutuskan untuk menunggu Varsha dan tidak berkata apa-apa.
"Kamu bisa kembali biarkan nyonya bersamaku" perintah Zavas ke supir pribadinya Varsha.
"Tapi tuan, tidak dan pengawalan juga untuk kalian, jadi biarkan aku yang menjagamu" ucap supirnya.
"Sudah, kamu pulang saja"
"Baik tuan!"
Varsha dan Keenan kembali dari jalan-jalan malamnya dan melihat Zavas sedang bersandar di mobilnya menunggu Varsha.
"Mas, kenapa tidak masuk saja?" tanya Varsha.
"Tidak, kalau kamu sudah selesai kita pulang sekarang, aku tunggu di dalam mobil" jawab Zavas. Zavas tidak memperlihatkan kecemburuannya di depan Keenan.
Varsha langsung ijin dan pamitan pulang kepada Jesna dan Arya.
"Terima kasih yah kamu udah nyempetin waktu buat ketemu aku, besok aku akan pergi jam 06.00. ingat sering ngasih kabar sama aku dan jangan sampai lupain aku" ucap Keenan.
"Iya kamu juga jangan lupain aku yah!"
"iya tentu!
Zavas merasa sudah cukup pertemuan antara Varsha dan Keenan.
"Sudah cukup, Keenan kamu pulang saja biar Varsha pulang bareng denganku" ujar Zavas sambil menarik tangan Varsha.
"Baiklah" jawab Keenan.
Varsha sangat senang berpamitan dengan Keenan malam ini dan Varsha berharap Keenan kembali secepat mungkin.