
🌷🌷🌷🌷🌷
Bukan hanya soal pendamping hidup, bukan hanya sekedar cinta dan rasa sayang namun memang nyata mereka memiliki sifat yang berbeda.
Malam ini Varsha memutuskan untuk pulang ke rumah Keenan dan beristirahat disana, selama perjalanan pulang Keenan dan Varsha hanya mengobrol biasa hingga tiba saatnya.
"Cha, terus sekarang bagaimana hubungan kamu dengan Zavas?" tanya Keenan.
"Entahlah Ken, tapi aku rasa aku akan mengakhiri hubungan kami" jawabku.
"Semoga itu menjadi pilihan baik buat kamu"
"Iya Ken, tapi rasanya sulit untuk aku melepaskannya"
"Kenapa" tanya Keenan penasaran.
"Hatiku rasanya seperti sudah menyatu dengannya, ahh sudahlah kita bahas hal lain saja"
Tapi tiba-tiba Keenan menghentikan mobilnya.
"Oh apakah tidak ada kesempatan untukku?" tanya Keenan sambil menatap dalam mataku.
"Maksudnya?" tanyaku kembali sedikit bingung.
"Cha, sebenarnya aku sudah lama menyukaimu namun aku menyembunyikan semuanya darimu"
Varsha tertegun mendengar pernyataan Keenan.
"Tapi bagaimana bisa kamu menyukaiku? disaat kamu mengetahui kalau aku sedang hamil saat itu"
"Entahlah, tapi dari hal itu aku tahu kalau ternyata cinta itu memang tanpa syarat"
Seketika hati Varsha sedikit luluh mendengar semua ucapan Keenan, namun tentu saja itu adalah kelemahan hati Varsha yang selalu luluh dengan semua kata-kata yang lembut.
"Tidak Varsha tidak!! kamu tidak akan mungkin kembali jatuh ke lubang yang sama" gumam hati Varsha.
"Cha, apabila kedepannya kamu memilih untuk menyerah dan terlepas dari Zavas. aku akan menunggu kamu, aku harap kamu datang kepadaku"
Varsha tidak menjawabnya dan Keenan kembali menjalankan mobilnya, sesampainya di rumah Keenan dan Varsha tidak saling berbicara Keenan hanya menunjukan kamar untuk ditempati Varsha malam ini.
Varsha membersihkan badannya dan berganti baju.
"Hah" Varsha menghela nafas dan menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk.
"Kondisi macam apa ini? tuhan...apakah kedua laki-laki itu sungguh-sungguh kepadaku?" gumam Varsha.
Tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu.
'Tokk..tok..tok'
"Varsha, Cha. kamu sudah tidur?" tanya Keenan dibalik pintu.
"Iya sebentar aku ganti baju dulu"
'Cklek' (suara pintu terbuka)
"Iya ada apa?" tanya Varsha.
"Kamu cape enggak? kita cari angin yuk?"
ajak Keenan.
"Yu, sebentar aku ambil jaket dulu"
"Ok, aku tunggu dibawah yah!"
Varsha dan Keenan berjalan-jalan di taman ditemani suasana malam yang begitu indah.
"Keen, terima kasih yah untuk semuanya"
"Untuk apa Cha?"
"Iya karena selama ini aku banyak ngerepotin kamu"
"Tidak apa-apa, aku tidak merasa direpotkan kok sama kamu"
"Iya tapi aku rasa.."
"Sudah jangan di bahas lagi, kita cari makan aja, kamu tunggu disini biar aku cari makanan dulu"
Varsha duduk di sebuah bangku taman dan ditemani lampu-lampu yang indah, tidak sedikit banyak pasangan yang menikmati malam ini. tidak lama kemudian Keenan membawa makanan yang begitu banyak.
"Kenapa ini banyak sekali?" tanya Varsha.
"Soalnya aku bingung kamu suka makanan apa jadi ya sudah aku beli semuanya" jawab Keenan sambil tersenyum.
Varsha dan Keenan sepertinya menikmati malam ini, terlihat dari cara mereka bercerita dan tertawa, rasa nyaman yang Varsha berikan kepada Keenan membuat perasaan Keenan semakin besar terhadap Varsha.
"Kamu semakin cantik ketika tersenyum" perkataan Keenan membuat Varsha tersipu malu.
"Apaan sih"
"Serius, eh diam dulu ada semut di rambutmu" Keenan mengambil semut yang ada di rambut Varsha. Varsha dan Keenan begitu dekat mereka saling menatap satu sama lain, namun tiba-tiba
'Bugh' (Zavas memukul Keenan) Keenan tersungkur ke bawah.
"Aaaaaa," teriak Varsha "Zavas, ada apa denganmu?"
"Kamu salah paham" teriak Varsha.
"Aku tidak peduli, yang jelas aku tidak suka kamu dekat dengan pria lain, mengerti!!"
"Kamu tidak apa-apa kan Ken, bibir kamu berdarah?" Varsha mencoba membangunkan Keenan.
Keenan terbangun dan sedikit meringis,
"Gak apa-apa kok Cha, loe jangan salah paham dulu Vas gue sama Varsha tidak ada hubungan apa-apa" Ucap Keenan namun Zavas tidak menghiraukannya dan dia berlalu meninggalkan Keenan dan membawa Varsha.
"Mas, tapi Keenan..."
"Diam, sekarang kamu ikut saja denganku"
Sesampainya di rumah.
"Bu Ella, siapkan air panas untuk aku mandi" teriak Zavas sambil menuju ke atas.
"Baik tuan" ucap bu Ella sambil membungkuk.
"Biar aku saja bu, ibu istirahat saja dan biarkan pelayan dan asisten yang lainnya beristirahat" ucap Varsha.
"Tapi nyonya..."
"Sudah biar semua menjadi tanggung jawab saya"
"Baik nyonya"
Seperti biasa Zavas pergi ke ruang kerjanya untuk meredam emosinya dan tak Lama kemudian dia kembali ke kamarnya. Varsha sedang menyiapkan semua perlengkapan mandi Zavas.
"Kenapa kamu yang menyiapkan semuanya, bukannya bu Ella?"
"Biar aku saja, aku perintahkan semua asisten dan pelayan untuk istirahat," ucap Varsha sembari mempersiapkan semua "Oh ya mas mau makan apa?" tanya Varsha sambil menatap Zavas.
"Aku mau makan kamu"
"Aku serius, mas" Varsha pergi dan mempersiapkan baju Zavas.
"Aku juga serius" Zavas memeluk Varsha dari belakang.
"Ok, aku mau mandi dulu. mas datang saja ke kamarku"
"Ok" Varsha langsung keluar dari kamar Zavas dan bersiap mandi.
Sebelum mandi Varsha mengirim pesan singkat untuk Keenan.
"Bagaimana keadaan kamu Ken? apakah baik-baik saja. segera obati lukamu, maaf aku tidak bisa menemani dan mengobati lukamu, maaf juga mengenai perilaku Zavas, aku akan mencoba menjelaskan semuanya" (Send)
Satu jam berlalu Zavas datang mengunjungi kamar Varsha dan Varsha masih mandi.
"Sayang, kamu masih mandi yah?," tanya Zavas sambil membuka pintu, Zavas duduk di tempat kerjanya Varsha "Sepertinya dia masih mandi. Wow ini design untuk projectnya, biar aku lihat" gumam Zavas.
'Ting..' (Suara pesan masuk) Zavas masih menghiraukannya.
'Ting..' (Suara pesan kedua masuk)
'From Keenan'
Zavas dengan segera membuka pesan itu namun handphone Varsha terkunci.
"Ah ****..!!" Zavas sangat kesal dan begitu penasaran dengan isi pesannya.
"Eh, mas kamu sudah selesai"
"Sudah dong sayang," Varsha sedang mengeringkan rambutnya "Sayang ini untuk projects kamu minggu depan?"
"Iya, bagaimana kamu suka?"
"Suka tapi yang lebih aku suka adalah..." Varsha menghampiri Zavas yang sedang duduk menghadap komputer.
"Apa mas? apa yang lebih kamu suka?" tanya Varsha.
"Aku lebih suka kamu membuka pesan itu dan membacanya di hadapanku sekarang" Zavas memperlihatkan layar depan handphone Varsha.
"Tapi mas..."
"Baca!!!!" teriak Zavas.
"Ok" Varsha membaca balasan pesan dari Keenan.
'Aku baik tidak apa-apa kok ini cuma luka biasa aku harap kamu tidak cemas. sekarang aku yang khawatir apa kamu tidak apa-apa?' (Pesan ke satu)
'Aku rasa memang sifat Zavas seperti itu jadi aku memakluminya dan aku memaafkannya. kamu baik-baik yah bersama Zavas malam ini. ohh iya Cha..aku harap kamu mempertimbangkan perasaanku atau tidak kamu segera memilih aku atau Zavas? aku tidak bisa melihat kamu diperlakukan seperti itu. good night Cha i Miss you'
"Luar biasa...!!! dengar aku tidak akan pernah melepaskan mu, biar aku kasih tahu bagaimana sifat asliku yang sesungguhnya Keenan Lesham!!"
"Maksud kamu apa mas? kamu jangan melibatkan masalah kita dengan Keenan"
"Diam! akan aku buat dia menyesal karena membalas pesan mu malam ini"
Keenan keluar dari kamar Varsha dan membanting pintu sangat keras.
...----------------...