
Aku dibawa kesebuah rumah yang sangat aku tahu jelas, seseorang membuka penutup kepalaku dengan setengah sadar aku melihat seorang pria yang aku kenal.
"Rasen!" rintih ku.
"Kalian boleh kembali" perintah Rasen kepada semua bodyguardnya.
"Cha, kamu sudah sadar?" tanyanya "Maaf aku melakukan hal ini terhadapmu"
"Iya tapi kenapa?" tanyaku dengan nada lemah.
"Lebih baik kamu minum ini dulu, agar sedikit pulih" seru Rasen sambil memberiku minum secangkir air putih hangat.
"Cha, maaf aku terpaksa membawamu seperti ini"
"Iya, tapi kenapa?" tiba-tiba Rasen memelukku.
"Cha, please aku ingin kita kembali seperti dulu, aku masih sayang sama kamu cha sulit untukku melupakanmu"
Aku menghela nafas panjang dan melepaskan pelukannya,
"Sudah aku katakan sama kamu sen, aku tidak akan pernah balik lagi ke kamu sekali aku tegaskan aku tidak mau dan aku sudah tidak cinta lagi sama kamu"
"Apa gara-gara bos kamu itu, hah?"
"Tidak! aku berubah bukan gara-gara dia, tapi gara-gara kamu sendiri"
"Itu dan itu saja yang menjadi alasan kamu dan kenapa kita tidak pergi jauh dari sini tinggalkan Natya dan semuanya" teriak Rasen.
"Tidak sen, aku tidak bisa!" aku pun mencoba pergi dari rumah Rasen, namun tiba-tiba Rasen memegang tanganku dan menghempaskan tubuhku ke lantai.
"Aaaaaawww..! Rasen apa yang kamu lakukan?" tanyaku sambil mengusap-usap tanganku.
"Kamu tidak boleh pergi Varsha, kamu sudah menjadi milikku, sekarang kamu ikut denganku" Rasen menarik tanganku dan menyeret ku.
"Lepaskan Rasen, please!!" Rasen membawaku ke kamarnya dan mengunciku di kamarnya.
"Buka sen, please"
"Tidak, kamu hanya milikku sekarang Varsha" jawab Rasen disertai ketawanya yang lantang dan kemudian Rasen pergi.
"Sen, buka pintunya. Rasen kamu kenapa jadi begini sen?"
Sedangkan di kediaman Zavas.
"Apakah kamu sudah menemukan dimana nyonya?"
"Maaf tuan kami belum bisa menemukan nyonya, tapi kami menemukan tas dan ponselnya"
"Dimana kalian menemukan ini?"
"Dekat cafe sepertinya dia habis dari cafe tersebut, kami sudah bertanya kepada orang yang berada di sana namun tidak ada yang melihat nyonya"
"Kalian harus cepat mencarinya dan temukan dia"
"Baik tuan!"
Zavas mengeluarkan handphonenya dan menelepon seseorang.
"Hallo, Varsha hilang dan aku ingin kau cepat mencarinya dan menemukannya" perintah Zavas. wajahnya yang terlihat gelisah dan penuh amarah seakan menjadi satu.
"Kamu kemana Varsha?" gumam Zavas.
"Siapkan mobil" tegasnya. Zavas pun pergi dan mencari Varsha.
Waktu pun berlalu namun hasilnya nihil Zavas pun masih belum menemukan Varsha.
"Bagaimana kalian sudah menemukannya?" tanya Zavas kepada satu group bodyguardnya.
"Belum tuan!"
Begitupun dengan group yang lain hasilnya tetap saja nihil namun tiba-tiba telephon Zavas berbunyi.
"Hallo, bagaimana? benarkah? Ok aku akan segera menuju kesana"
Zavas pun segera pergi dan menuju tempat yang telah disebutkan oleh temannya.
"Bagaimana dengan hasilnya?"
"Begini tuan setelah aku teliti ternyata ada sebuah cctv di cafe tersebut dan mereka dibayar untuk menghapus rekaman cctv itu"
"Bre**sek!! ini penculikan yang direncanakan?"
"Betul sekali tuan"
"Terus apa lagi yang kamu temukan?"
"Namun orang suruhannya terlalu bodoh untuk mempermainkan kita, mereka lupa menghapus rekaman cctv yang disebrang jalan dan akhirnya kami dapat rekamannya"
Teman Zavas memperihatkan rekaman cctv nya dan berhasil menebak siapa dibalik penculikanku..
"Rasen!! temukan dia segera" perintahnya.
Zavas membuka telephonnya dan menelepon Natya.
"Hallo, Natya segera temui aku. kita ketemu di jln.Fana no B 009"
"Bukankah itu alamat Rasen?"
"Dia kenapa lagi?"
"Jangan banyak tanya kita ketemu sekarang"
"Ok..ok aku segera kesana"
Tidak butuh waktu lama Zavas untuk menemukan rumah Rasen, dengan segera semua bodyguardnya mengepung rumah Rasen dan mendobrak semua pintu namun hasilnya nihil rumah itu kosong termasuk Varsha dan Rasen.
"Sialan kita terkecoh!!" sahut ketua bodyguard.
"Segera tutup semua akses penebrangan ke luar negri atas nama Geya Varsha dan Rasendriya Farzan" perintah Natya.
"Mungkin saja" jawab Natya
"Bukankah itu sedikit berlebihan"
"Apa salahnya untuk berjaga-jaga"
"Terserah"
Namun tiba-tiba ada seorang bodyguard beerlari dan menghampiri Zavas.
"Lapor tuan kami harus segera pergi dan menyusul mobil hitam yan baru saja keluar dari rumah ini lewat gerbang belakang"
Tanpa pikir panjang Zavas segera pergi dan bergegas mengikuti mobil Rasen yang mulai melaju cepat. terlihat Varsha yang tidak sadarkan diri didalam mobil.
"Ah ****! kenapa harus ada Natya,?" gumam Rasen kesal. "lebih cepat lagi"
"Baik tuan!"
Pada malam itu terjadi kejar-kejaran yang sangat dramatis namun semuanya berhasil dihentikan ketika mobil yang ditumpangi Zavas berhasil memotong laju mobil dari Rasen.
'CKkitt...' (suara rem mobil)
"Keluar kau bajingan!" teriak Zavas.
Mobil Rasen berhasil dikepung oleh bodyguard Zavas dan Natya, namun Natya tidak keluar dari mobil.
"Ada apa loe?" tanya Rasen dan dia keluar dari mobilnya.
"Mana Varsha?"
"Dia hanya mau sama gue jadi loe gak usah mencari Varsha lagi"
"Benarkah,?" tanya Zavas sambil menggodanya "Bukankah sebentar lagi kamu akan menikah dengan keluarga Lesham?"
"Gue gak peduli!" teriak Rasen.
Aku pun tersadar dan mencoba untuk keluar dari mobil, aki kaget ketika melihat Zavas ada di depanku.
"Mas" panggilku.
"Varsha kamu baik-baik saja?" tanya Zavas.
"Aku baik-baik saja hanya sedikit pusing, sebenarnya ada apa ini?"
"Kamu ikut denganku saja Varsha dan jauhi dia" sahut Rasen.
"Tidak kamu harus ikut denganku"
"Rasen sudah berkali-kali aku jelaskan, aku sudah tidak sama kamu, dan aku tidak suka dengann caramu seperti inI, jadi lebih baik kamu pergi dari hadapanku dan lupakan aku"
"Tapi aku masih mencintai kamu cha"
Pada akhirnya aku benar-benar membenci Rasen, entah darimana datangnya tiba-tiba Natya tertawa.
"Sungguh kasihan, bagaimana rasanya dicampakkan sayang?" goda Natya.
"Diam kau!!" bentak Rasen.
"Kenapa, bukankah sudah jelas Varsha sudah tidak peduli lagi denganmu dan sekarang kau ingin bermain-main denganku?"
"Lebih baik kita batalkan saja pernikahan kita, gue tidak suka cewe sakit kaya loe"
"Apa kamu ingin membatalkan kerjasama kita,?" tanya Natya "buatku tidak masalah hanya saja bagaimana jika aku batalkan semua kerja sama kita, bahkan kau tahu sendiri akibatnya?"
"Dasar cewe gila!"
"Terserah, seret dia dan bawa ke rumah ayah!" perintah Natya kepada seluruh bodyguardnya.
"Lepasin gue, gue bisa sendiri" Rasen dan Natya pergi meninggalkan aku dan Zavas.
"Kita pulang, kamu masuk saja kemobilkku"
"Baik mas!"
Zavas memrintahkan semua untuk kembali.
"Randy, biar aku saja dan nyonya di mobil ini, kamu bisa ikut mobil dua, kalian pulang saja ada tempat yang harus aku kunjungi lebih dahulu" sahut Zavas kepada supir pribadinya.
"Baik tuan!"
Aku dan Zavas kembali satu mobil lagi.
"Semoga detak jantungku tidsk berdebar kencang" gumamku dalam hati.
"Kita akan menempuh jarak jauh, jadi lebih baik kamu ganti baju terlebih dahulu dan kita makan dulu, pasti kamu lapar kan?"
Aku dan Zavas ke pusat perbelanjaan untuk mencari baju ganti tapi ternyata dia tidak membeli sekadar baju ganti dia hampir membeli semua baju yang ada di toko itu..
"Mas jangan berlebihan satu atau dua saja cukup kok"
"Tidak kita akan sedikit lama tinggal disana dan aku harap kamu menyukainya"
"Apa? kita tinggal ditempat yang sama, berdua saja?"
"Iya!"
"Tapi kemana?"
"Nanti kamu juga tahu kok," jawab Zavas "yuk kita makan dulu yah" aku hanya terdiam.
"Oh..iya"
Aku kembali menikmati hidangan makan malam ini, tidak sedikit juga kami saling bercanda dan tidak sedikit juga Zavas memberikan perhatiannya terhadaku.
...----------------...