My Bossy

My Bossy
12. New CEO!!



🌷🌷🌷🌷🌷


Zavas Baraq adalah seorang CEO dikantor ku dia pemilik perusahaan Design terbesar di kota S dia juga seorag pewaris tunggal. Zavas terkenal sangat dingin, kejam dan playboy terdengar kabar kalau dia sering sekali mempermainkan wanita.


"Ok bagus!! jika kamu bisa bekerja dengan baik. sekarang kembali ke ruangannya" sepertinya tidak ada yang harus saya jelaskan lagi aku pun kembali ke ruangan ku.


"Gila tuh orang belum apa-apa udah nyuruh gue resign" gerutu ku dalam hati. melihat mood ku yang tiba-tiba berubah secara signifikan membuat Jesna dan Arya penasaran dengan ceritaku.


"Hey!! kenapa nih kok tiba-tiba badmood ada masalah?" tanya Arya.


"Ada masalah sih enggak cuman gue sebel aja sama pak Zavas yang tiba-tiba nyuruh gue resign dengan alasan karena gue hamil" jawabku.


"Dia mungkin cuman belum tahu aja kerja kita gimana" sahut Jesna.


Disaat aku sedang menyelesaikan Design ku tiba-tiba telephone berdering.


*Kring..kring..*


"Dengan Geya bagian Design Interior. ada yang bisa saya bantu?"


"Segera datang keruangan ku!" perintah Zavas. tanpa pikir panjang aku segera pergi keruangannya.


*Tok..tok..tok*


"Iya silahkan masuk" aku segera masuk dan berdiri di depan mejanya.


"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?"


"Ibu Varsha tolong segera selesaikan Design projects milik PT. HK production, saya tunggu hari ini" aku tiba-tiba kaget dengan perintahnya.


"Maaf pak bukannya Design itu baru saja masuk kemarin ke team kami jadi sepertinya tidak mungkin jika aku selesaikan hari ini" dengan sekejap matanya yang tajam memandangku.


"Bukanya tadi anda bilang bisa bekerja dengan keras!! dan seharusnya besok sudah bisa anda presentasikan di depan client"


"Tapi pak projects ini sangat rumit" jawabku sedikit kesal.


"Tidak usah banyak alasan. kerjakan yang semestinya anda kerjakan dan selesaikan apa yang saya perintahkan. CEPAT!!" teriaknya membuat diriku semakin kesal dan marah segera aku kembali ke ruangan ku.


"Baik! saya permisi"


Kembalinya aku ke ruangan ku dengan segera aku menyuruh Arya dan Jesna untuk membahas masalah yang kita hadapi.


"Tidak mungkin bisa selesai dong!! pertama Designnya sangat rumit kedua kita baru dapat tugasnya kemarin" sahut Jesna.


"Bahkan kita belum cek lokasi" ucap Arya lesu tampak wajah Jesna juga sangat bingung.


"Gini aja kita telephon tempat dan lakukan cek lokasi sekarang kayaknya malam ini kita harus ambil jam kerja lebih agar bisa menyelesaikan tugasnya"


"Baik supaya bisa membuktikan kalau team kita memang terbaik" sahut Jesna.


Sekitar pukul 10.00 kita melakukan tugas sesuai rencana dan akhirnya kita bisa melakukan kunjungan untuk cek lokasi tidak lupa juga kita hubungi team lapangan untuk mendiskusikan tempat yang akan di bangun.


*Pukul 15.20*


Kami mulai membuka Design kami dan Arya melakukan research dengan tema yang bersangkutan, Jesna mencocokan bahan dan warna yang sesuai dengan tema. Design ku yang selalu terkenal seperti magic semoga berhasil menghipnotis pak Zavas dan client.


Kendala kami belum sampai disana. kami harus menemui bagian bahan namun waktu sudah menunjukan pukul 18.00 waktunya pulang untuk karyawan yang lain.


"Cha, bagian bahan sudah waktunya pulang apa kita bisa meminta waktu sebentar untuk mendiskusikan projects yang ini" kata Jesna sambil menggenggam map.


"Ok!! biar aku aja yang minta waktu kepada mereka" aku bergegas lari ke ruangan bagian bahan.


*Brak!!*


Aku membuka pintu dengan sekeras mungkin tanpa mengetuk terlebih dahulu membuat semua orang yang ada didalam semua terkejut memandangku dan yang membuat aku semakin terkejut adalah ketika disana ada Zavas yang sedang berdiskusi dengan manager bagian bahan.


"Maa.....f" aku kaget setengah mati wajahku yang memucat menahan malu terlebih lagi melihat pandangan sinis Zavas terhadapku membuatku semakin salah tingkah.


"Aku permisi" aku langsung menutup pintu dan menunggu diluar. tak lama kemudian Zavas keluar dari ruangan tersebut, dia berlalu di depan ku dengan sangat dingin dan kepala bagian bahan menemuiku dan menyuruhku masuk ke dalam.


"Ada apa Cha?" tanya pak Wandi. pak Wandi adalah manager bagian bahan yang umurnya hampir sama dengan pak Yudha.


"Tenang dulu sebenarnya kenapa, projects itu kan masih ada waktu sekitar 1 minggu lagi dan kenapa harus sekarang mendiskusikan bahan?" tanya pak Wandi sedikit heran.


"Mungkin bapak tahu bagaimana sifat pak Zavas" aku menjelaskan apa yang terjadi. dan akhirnya team pak Wandi mengerti dan bisa membantu team ku waktu berlalu cepat menunjukan pukul 21.00.


"Terima kasih atas bantuannya!" kami dan team pak Wandi berhasil menyelesaikan tugas ini dengan cepat. team ku lajut menyelesaikan design yang ditargetkan selesai besok.


*pukul 22.45*


"Akhirnya..!! selesai juga" seru Jesna. kami pun langsung membereskan semua perlengkapan kerja kami dan kemudian pulang. sesampainya dirumah kami mengobrol sejenak di ruangan tengah sambil makan.


"Kok gue ngerasa gak enak yah tinggal disini?" tanyaku.


"Sama sih, bagaimana kalau kita pindah aja nyari kostan atau rumah untuk bertiga gak apa-apa kecil yang penting nyaman dan murah" pendapat Jesna ada benarnya.


"Tapi Keenan gimana Cha?" tanya Arya.


"Nanti gue coba ngomong ke Keenan dia pasti minta agar kita tetap disini sih" jawabku.


"Iya udah deh, sekarang kita istirahat aja biar besok bisa fit lagi" ajak Jesna.


Kami Pun tidur dikamar masing-masing. sebelum tertidur aku mengusap perutku yang terlihat semakin membesar.


"Oh ya, aku belum sempat ke dokter dan memeriksakan kandunganku, kalau besok ada waktu kita pergi ke dokter yah sayang" ucapku dalam hati sambil terus mengusap perutku dan aku mulai tertidur.


Keesokan harinya aku bangun dan bergegas menuju kantor baru saja sampai tiba-tiba telephon berdering dan sudah kuduga itu dari Zavas CEO yang hampir membuatku mati karena jantungan dia menyuruhku untuk datang ke ruangan meeting.


"Selamat pagi semuanya!" setelah melakukan pembukaan meeting oleh sekretaris Zavas aku dipersilahkan untuk menunjukan Design untuk PT. HK production.


Aku menjelaskan semua Design yang mereka inginkan dan menunjukannya betapa tercengang mereka ketika melihat design ku namun design ku tidak bisa membuat Zavas tergerak hati agar sedikit berbaik hati kepadaku.


"It's magic" seru pak Wandi. Akhirnya kami bisa menyelesaikan semuanya dengan baik client pun suka dan puas, kembali perusahaan kami yang berhasil mendapatkan projects terbesar.


"Ibu Varsha ditunggu di ruangan pak Zavas sekarang" perintah sekretaris Zavas. tanpa pikir panjang aku segera ke ruanga CEO yang menyebalkan dia langsung memberiku sebuah tugas besar yang hanya diketahui team Design antar perusahaan.


"Apakah kamu tahu akan ada projects besar yang diperebutkan antar perusahaan?"


"Tidak pak" jawabku sedikit bingung.


"Begini aku dengar kamu team terbaik menurut pak Yudha dan aku akui setelah aku melihat design kamu barusan dan aku rasa team kalian sangat cocok untuk bersaing"


"Bersaing, maksud bapak?"


"Project yang akan diadakan di London ternyata belum bisa diserahkan kepada perusahaan kami karena semua perusahaan bersaing dan berlomba untuk mendapatkan projects tersebut. jadi aku berharap kamu dan team bisa mendapatkan projects itu dengan ikut perlombaan antar perusahaan yang lain. bagaimana?" baru kali ini aku melihat pandangan Zavas sangat teduh.


"Tapi kami belum tahu design apa yang mereka inginkan. dan kapan itu akan diadakan?" tanyaku.


"Masalah tema nanti aku kirimkan kepadamu melalui e-mail, untuk waktu akan diadakan sekitar 2 tahun lagi karena waktu masih lama jadi aku harap kamu dan team bisa observasi dari sekarang dan satu hal lagi ini bersifat rahasia hanya aku dan teammu yang tahu. mungkin itu saja jadi silahkan kembali ke ruangan kamu"


"Baik, terima kasih pak. permisi" aku langsung meninggalkan ruangan tersebut dan kembali keruangan ku.


*pukul 18.00*


Aku menemui dokter terdekat untuk memeriksakan kandungan ku dan ditemani oleh Jesna dan ternyata kandunganku sudah meninjak 4 bulan.


sempat terpikir "bagaimana aku melahirkan bayi tanpa kehadiran seorang ayah baginya, bagaimana aku bisa mengihidupi anak ini dengan layak, dan apakah aku bisa menjadi ibu yang baik untuk anak ini?" semua pertanyaan dipikirku tiba-tiba buyar oleh panggilan masuk.


*Rasen calling*


aku mengangkat telephon ku tiba-tiba Rasen berteriak..


"Kamu dimana? dan bagaimana kamu tidak memberi tahuku ketika kau sedang mengandung anakku?"


Aku kaget seketika sebenarnya dia tahu dari siapa kalau aku sedang mengadung anaknya.


"Ini bukan anak mu dan aku tidak mau bertemu kamu lagi" jawabku dan langsung menutup panggilan dari Rasen.


Sebenarnya apa yang telah aku lakukan terhadap diriku. berusaha kuat namun menyakitkan?


...----------------...