My Bossy

My Bossy
13. Tinggal dengannya



🌺🌺🌺🌺🌺


Pagi itu kami memutuskan pindah dari rumah Keenan dan sewa rumah yang tidak jauh dari kantor. hari Sabtu ini sangat cerah kami pun berkemas barang-barang kami.


"Cha, kamu serius akan sewa rumah dengan yang lainya?" tanya Keenan sambil mengangkat barang.


"iya Ken, enggak enak kalau kami tinggal disini" jawabku sambil melipat baju dan mengemasnya ke koper. Keenan menatapku merasa iba.


"Ada apa, kok kamu menatap aku seperti itu?" tanyaku sambil tersenyum.


"Enggak cuman aku salut aja sama kamu, kok bisa kuat yah dengan kondisi kamu seperti ini"


"Resiko Keen, aku telah mengambil kesalahan yang sangat merugikan hidupku dan aku menyadari itu" dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku sungguh menyesal dan aku sungguh rindu keluargaku.


"Cha mobilnya sudah datang, yuk kita mulai angkat barang-barang kita" sahut Jesna dari lantai bawah.


"Iya" aku pun membawa koper dan tasku.


"Biar aku aja yang angkat Cha, kamu diam aja ini kan berat kamu bisa tunggu dibawah"


Setelah semua barang dibawah dan aku mulai memasukan barang-barang ku dan yang lainnya ke dalam mobil bak.


"Keen, kamu kapan kembali ke klinik?"


"Entahlah, aku rasa aku akan pindah kesini agar dekat dengan kamu" jawab Keenan sambil tersenyum.


"Lho, kenapa?" belum sempat menjawab dari kejauhan terlihat mobil Rasen yang sedang melaju cepat menuju ke arahku dan aku sangat terkejut. tiba-tiba Rasen keluar dari mobilnya dan memelukku.


"Cha, bagaimana keadaanmu? kenapa kamu tidak memberitahuku tentang kondisimu saat ini?" Rasen memelukku dengan erat.


"Le..paskan" aku mencoba melepaskan pelukannya dan Keenan mencoba melepaskan pelukan Rasen.


"Tolong lepaskan kan Varsha sudah meminta untuk di lepaskan" ucap Keenan sambil melepaskan pelukan Rasen. seketika raut wajah Rasen berubah drastis.


"Kenapa anda ikut campur, anda siapa?" tanya Rasen marah, terlihat dari nada suara yang mulai meninggi.


"Aku pacarnya, kenapa?" jawaban Keenan sontak membuat semua orang yang ada di sana kaget termasuk aku.


"Omong kosong macam apa ini?" Rasen yang semakin marah langsung menarik kerah baju Keenan dan mendarat satu pukulan tepat diwajahnya.


*Buugh..*


"Ahhhh..tolong hentikan!!" teriakku, aku yang mencoba melerainya tiba-tiba terdorong dan terjatuh. Arya yang melihatku terjatuh langsung mencoba melerai perkelahian mereka dan Jesna membantuku untuk berdiri akhirnya mereka berdua berhenti dari perkelahiannya.


"Maaf..kan aku Cha, aku hanya tidak mau kamu jadi milik orang lain" aku yang muak dengan perkataan Rasen.


*Plak!!*


Aku menampar wajah Rasen dengan keras.


"Cukup!! hentikan aku sudah muak dengan semua perkataan mu dan aku membenci kamu melebihi apapun. sekarang kamu pergi dari sini"


"Cha please..aku cuman mau kamu dan aku ingin kamu yang jadi pendamping hidupku" kami semua meninggalkan Rasen dan akhirnya aku melihat Rasen menangis dia mengejar mobilku dan mengetuk-ngetuk kaca mobilku.


"Cha, bagaimana aku tidak bisa tenang meninggalkanmu dalam kondisi seperti itu please cha..please!!" namun kami semua tidak menghiraukannya dan mobil kami semua melaju dengan cepat.


Tanpa kami sadari ternyata Natya dari tadi mengawasi kami semua dan mengikuti kami menuju rumah sewa baru kami. rumah sewa itu memiliki tempat yang nyaman dan memiliki pemandangan yang indah sesampainya di sana aku mulai merapihkan semua barang ku dan Keenan membantu kami.


"Keen, sini duduk sebentar" aku duduk di kursi halaman belakang dan mengobati luka Keenan yang terkena pukulan.


"Maaf yah aku selalu merepotkan kamu dan menarik mu dalam masalahku"


"Tidak apa-apa bahkan jika suatu saat nanti kamu membutuhkan bantuan jangan sungkan untuk menghubungiku" aku pun mulai mengompres luka lebamnya perlahan-lahan aku mengompresnya namun Keenan malah memegang tanganku dan menatapku aku pun tertegun melihat pandangannya. kami terdiam sejenak seakan dunia berhenti berputar.


"Sakit, tolong pelan-pelan" ucapan Keenan mencairkan keheningan saat itu dan akupun tersenyum malu.


Untuk beberapa waktu senyumku yang hilang kembali dengan hadirnya Keenan dalam kehidupanku namun aku tidak berharap banyak dari Keenan karena aku tahu dia hanya sahabat seperti Arya dan Jesna.


*Keesokan harinya tepat di hari minggu*


*Tring..tring* suara telephon


"Ha--llo" jawabku yang masih terkantuk-kantuk.


"Segera datang kerumah ku sekarang, aku kirimkan alamatnya" dan dia langsung menutup telephon nya.


*Ting*


*pesan masuk*


Aku yang masih setengah sadar dari tidurku tiba-tiba mataku langsung terbelalak ketika melihat isi pesannya. aku terperanjat dari tempat tidurku dan langsung menuju kamar mandi dan siap-siap menuju lokasi.


Sesampainya di sana aku terpana dengan keindahan rumahnya terlebih lagi sambutan para pelayannya yang sangat ramah menambah kesan rumah ini sangat mewah.


"Silahkan nyonya lewat sini" mereka memanggilku nyonya karena melihatku sedang hamil padahal aku belum menikah, tidak apalah. aku menaiki anak tangga satu demi satu menuju ruangan kerja Zavas.


*Tok..tok"


"Silahkan masuk!" aku pun masuk keruangan kerjanya dan pelayan itu meninggalkan kami. aku semakin terpana melihat Design ruangan kerjanya yang begitu detail, rapih dan bersih.


"Silahkan duduk" akupun duduk di sebuah sofa berwarna hitam dan sangat empuk melebihi ranjang tempat tidurku..


"Begini aku menyarankan kamu untuk tinggal disini dan bekerja disini selama kamu menangani project London" aku tercengang mendengarnya jangankan tinggal bersamanya dan bekerja dirumahnya melihatnya di kantor saja cukup membuat jantungku hampir berhenti.


"Kenapa pak? apa aku bekerja di kantor belum cukup yah pak? terus bagaimana dengan teamku?" tanyaku dan akan membuat alasan yang tepat agar aku tidak tinggal dirumahnya.


"Pertama kamu sedang hamil jadi kalau kamu tinggal disini semuanya akan terjamin bahkan kesehatanmu dan keselamatan kamu" dia melihatku begitu dingin.


"Aku bisa jaga diri kok pak, bapak tidak usah khawatir" ucapku sambil tersenyum percaya diri.


"Aku tidak mengkhawatirkanmu namun aku hanya ingin project London jatuh keperusahaan kita, mungkin dengan cara ini kamu bisa fokus untuk mempelajari project nya" tegasnya.


"Tpi bagaimana dengan teamku?" tanyaku.


"Kamu bisa menghubungi mereka kapanpun namun tidak disarankan mereka untuk datang kesini. aku paling tidak suka keramaian" ujarnya.


"Kok kesannya seperti tawanan pak?" seruku.


"Kamu bisa baca ini!" Zavas memberikan saya artikel yang disembunyikan kepada publik.


'karyawan PT.MC 1 tewas ditempat tertabrak mobil diduga dibunuh oleh perusahaan yang bersaing dengannya'


Demi mendapatkan project yang sangat fantastis seorang karyawan dibunuh oleh orang yang belum diketahui identitasnya diduga suruhan dari PT yang kalah bersaing dengannya, Korban adalah salah satu karyawan terbaik yang sangat susah untuk dikalahkan--.


Seketika pikiranku travelling ketika membaca berita tersebut.


"Baik!! aku terima tawaran bapak tapi aku juga meminta agar teamku mendapat perlindungan" tegas ku.


"Ok! aku jamin mereka akan baik-baik saja agar project ini bisa berjalan dengan lancar"


"Aku harus pulang dulu, mengambil semua peralatan dan barang-barang ku"


"Tidak usah, akan aku siapkan semua keperluanmu kamu hanya diam disini dan bekerja dengan fokus tiap hari aku akan lihat perkembangannya. ikuti aku!" dia keluar dari ruangan kerjanya dan menunjukan sebuah ruangan kerja yang menyatu dengan sebuah kamar tidur, ranjangnya begitu luas dan kasurnya juga sangat empuk.


"Ini sekarang ruangan mu jika kamu perlu sesuatu bisa panggil pelayan sudah aku siapkan pelayan khusus untukmu" dia langsung pergi begitu menunjukan ruanganku dan masuklah seorang pelayan wanita.


"Anda bisa memerintahku kapan saja nyonya. namaku Ella pelayan khusus untukmu" kata Ella dengan begitu ramah sambil membungkukan badannya.


"Maaf anda tidak usah begitu kepadaku, sekarang aku hanya ingin kamu menunjukan barang-barang ku, dapur dan tempat lainnya" tanpa lama Ella langsung menunjukan semua sisi dari rumah Zavas, mataku terpana dengan setiap sisi rumah ini.


"Seperti istana" ucapku dalam hati.



Setelah selesai aku kembali ke kamarku dan memberi tahu semua sahabatku tentang keadaanku dan keberadaanku walaupun semua tidak setuju tapi setelah aku jelaskan mereka mengerti


Arya dan Jesna dijemput bodyguard Zavas agar menempati rumah yang telah disediakan namun sangat jauh dariku, semua barang dan mobil kami semua dipindahkan ke rumah khusus demi keselamatan kami.


...----------------...