My Bossy

My Bossy
01. perkenalan



Hai. Namaku Geya Varsha yang artinya irama hujan entah kenapa orang tuaku memberi nama itu, namun keren kok dan aku menyukainya. Aku hidup di keluarga sederhana dan harmonis. papah ku dan mama ku bekerja di bidang yang berbeda, papaku bekerja di salah satu kantor kedinasan yang berada di kotaku sedangkan mama bekerja di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri dan bahan pangan. kami saling mencintai dan menyayangi satu sama lain, keluarga kami begitu hangat namun terkadang mereka menjadi orang tua yang super sibuk tapi kami tau semua itu untuk kebaikan kami.


Aku memiliki adik perempuan bernama Divya Lavi dia sekarang memasuki kelas satu SMP dia adikku satu-satunya yang aku sayangi, dia adik manis yang ceria seakan tidak ada sedih di dalam hidupnya, kami sangat dekat dan saling menyayangi. Divya seperti matahari dalam keluarga kami dia ibaratkan mood booster keluarga.


......................


"Kak..bangun" teriakan adikku setiap pagi.


Suasana pagi itu sangat dingin, mataku pun enggan untuk terbuka, rambut yang kusut dan kantong mata yang semakin menghitam seakan menjadi pemandangan ku setiap pagi. aku harus kerja dan pulang malam bahkan sudah tak jarang dirumah pun aku harus menyelesaikan pekerjaanku yang aku bawa pulang ke rumah dan harus cepat di selesaikan untuk esok harinya. kebetulan bulan ini kantor ku akan mengadakan acara tahunan, mungkin itu akibatnya kantong mataku semakin jelas terlihat. bulan ini pun rasanya aku lupa kapan terakhir kali aku memanjakan diriku aku sudah tidak peduli dengan penampilanku rasanya bisa tidur pun itu sudah cukup. aku pun bangun dan bergegas mandi untuk sarapan.


......................


Aroma kopi yang khas telah ibu siapkan untuk aku dan ayahku, ibu mengerti selera kopi kami berdua. hari ini ibu membuatkan kami sarapan roti panggang dan selai kacang mungkin susu coklat untuk Lavi hanya itu yang sempat ibu siapkan untuk kami karena kami tau ibu pun harus pergi bekerja. aku turun ke bawah dan duduk di meja makan.


"Cha, nanti mamah sama papah mungkin akan pulang terlambat karena harus jemput nenek. nenek akan tinggal disini. ibu sama ayah khawatir kalau nenek tinggal sendirian di jakarta" cerita nenek jadi pembahasan topik utama di hari ini.


"Oh..iya mungkin nanti Varsha akan coba pulang cepat biar bisa menyambut nenek " jawabku sambil mengoleskan selai ke roti ku.


"Di kantor lagi sibuk cha?" tanya mamah


"Iya mam, biasa akan ada acara tahunan" jawabku


"Jaga kesehatan jangan sampai sakit" kata ayah yang matanya tidak lepas dari koran yang di bacanya.


"Vitamin nyaa jangan lupa di minum cha" kata mama sambil menyiapkan barang yang harus di bawa ke kantornya.


"Iya mam, iya pah" jawabku


Akupun berpamitan dan pergi bekerja tidak lama mama dan papa pun pergi bekerja. kami pergi dengan mobil yang berbeda, Lavi pergi denganku karena kami satu arah sedangkan mama dan papa. itu yang kami lakukan setiap pagi tidak ada yang berubah.


......................


Aku bekerja di salah satu perusahaan property aku menjabat sebagai interior designer, aku bekerja hampir 5 tahun setelah lulus dari salah satu universitas. perusahaan ku juga memproduksi furniture untuk eksport dan import, bahkan tak sedikit customer yang meminta kami mendesign rumah, kantor, vila dll mulai dari bangunan dan furniture didalamnya, bukan hanya dalam kota,luar kota, bahkan sudah mulai memasuki dunia perdagangan internasional. sudah banyak ide kreatif yang aku rancang untuk sebuah design bangunan dan barang sehingga tidak heran aku dan team menjadi salah satu team terbaik di kantorku. satu team yang ada dalam bidangk ku itu ada lima orang Arya, Jesna, Roni, Fika, dan aku. walaupun satu team kami mempunyai pekerjaan yang berbeda-beda.


......................


Pukul 09.00 aku mulai menyalakan komputer ku dan bersiap untuk bekerja. aku memiliki seorang sahabat bernama Jesna dan Arya. aku kenal mereka sejak SMA bahkan satu universitas dengan fakultas yang sama bahkan untuk bekerja pun kami satu team. aku dan mereka sangat dekat bahkan sudah tidak ada rahasia lagi diantara kita, kami sangat peduli satu sama lain namun tidak jarang juga kami sering berdebat jika kami memiliki opini dan ide yang berbeda saat sedang bekerja namun itu hanya sebatas pekerjaan tidak dalam hubungan persahabatan kami.


"Cha, kirimin gue sampel design yang kemarin dong?" kata Arya sambil memainkan pensil yang dipegangnya.


"Oke, kenapa minta di kirim ulang?" tanyaku kembali


"Iya nih, bingung gue ngadepin customer yang satu ini dia minta ubah designnya" jawab Arya kesal.


"Oh..ok!!" jawabku singkat


Kami sering mendapat permintaan dan keluhan yang aneh-aneh dari costumer. bahkan yang seharusnya design kami sudah selesai tak jarang kami harus merubahnya kembali karena costumer tidak puas dengan hasilnya, akhirnya kami harus merubah dari awal hal itu sangat menguras emosi, pikiran, dan tenaga. belum lagi jika pekerja lapangan yang susah untuk di ajak kerja sama itu hal yang paling menyebalkan.


Waktu menunjukan pukul 13.00 waktunya makan siang. kami sengaja istirahat beda 1 jam dari yang lain alasannya karena tidak mau penuh dan mengantri terlalu lama dan panjang.


"Cha, kantin yuk?" ajak jesna


"Yuk, bentar dikit lagi gue selesai" jawabku


"Laper gue, cepetan cha" bujuk jesna


Kami pergi kekantin bertiga aku, Arya, jesna. kami duduk di meja kantin dan memesan makan siang kami.


"Bu, biasa yah" Arya memesan makanan kita yang seperti biasa. ibu kantin pun tau selera kami sehingga ibu kantin segera membuatkan pesanan kami. sekian lama menunggu akhirnya yang ditunggu datang makanan itu bisa mengganjal perutku sampai malam.


Kami pun selesai dengan makan siang kami. kami pun berjalan di lorong yang menghubungkan antara gedung yang lain dan ruangan kerja kami. disaat kami sedang berjalan menuju ruangan kerja jesna menanyakan seseorang.


"Cha, bagaimana hubungan kamu dengan rasen?" dia bertanya dengan sedikit rasa takut karena satu hal yang aku benci ketika ada orang yang menyebut nama rasen.


Rasen atau nama lengkapnya Rasendriya Farzan anak kedua dari seorang pengusaha terkaya ke lima dikota ku. aku dan rasen dulu pernah dekat pada suatu hari aku dan rasen memutuskan untuk kuliah di tempat yang berbeda entah bagaimana ceritanya aku dan rasen semakin merenggang hingga berhenti di suatu kenyataan bahwa rasen mengkhianati ku. singkat cerita entah bagaimana aku menyembuhkan luka dihati ku yang jelas aku ingat dia menghianatiku tepatnya di semester akhir perkuliahan ketika musim dingin.


...----------------...