My Bossy

My Bossy
02. pertemuan kembali



pertanyaan dari jesna sontak membuatku kaget dan tiba-tiba hatiku sakit untuk mengingatnya. bukannya kenapa hanya saja rasen cinta pertama bagiku pada saat itu.


"entahlah, aku sudah tidak ada kontak lagi dengan rasen. semenjak hari itu aku memutuskan untuk tidak saling bertemu. tumben kamu tanya itu jes?" tanyaku kembali


"enggak sih, cuman kemaren aku sempet liat dia didepan kantor, aku kira sih bukan tapi setelah diliat lagi ternyata benar" jawab jesna dengan muka yang sangat bingung seolah-olah dia enggan menceritakannya namun dia masih penasaran dengan hatiku sampai saat ini.


semenjak aku mengakhiri hubungan dengan rasen aku tidak pernah dekat dengan pria lain. karena aku pikir semua itu akan sia-sia pria akan tetap sama setelah menemukan wanita yang lebih dari pasangannya dia akan pergi dan menghilang.


...----------------...


tepat pukul 15.00


" cha, kamu di panggil pak Yudha katanya suruh keruangan nya dan ambil semua sampel mengenai interior rumah" seru Fika


pak Yudha adalah wakil direktur di kantorku. dia atasan yang ramah, rendah hati dan cerdas menurutku dia layak disebut pemimpin. dia sudah menikah dan memiliki dua orang anak yang lucu.


"oh ok!" jawabku sambil menyiapkan semua dokumen yang diminta. aku pun bergegas pergi ke ruangan pak Yudha aku pun mengetuk pintu.


"tok..tok..tok" suara ketukan pintu


"silahkan masuk" jawaban pak Yudha dari balik pintu. aku pun masuk dan betapa terkejutnya aku ketika aku melihat seorang pria yang aku kenal, seorang pria yang meninggalkanku, seorang pria yang menghianatiku, seorang pria yang memberikan luka yang tak kunjung sembuh. hatiku dan pikiranku berkecamuk namun apalah daya aku harus bersikap profesional ketika bekerja dengan siapa pun itu. aku pun masuk dengan penuh percaya diri walaupun mataku bergetar ketika melihat dia berdiri didepan ku.


"iya pak, ada apa bapak memanggilku" tanyaku ke pak Yudha.


"Varsha perkenalkan ini pak Rasendriya Farzan dia adalah anak dari temanku, katanya sih dia ingin mendesign ulang rumahnya secara keseluruhan, saya rasa dia akan cocok dengan kamu"


" hai, apa kabar?" rasen mengulurkan tangannya dengan senyuman khasnya


"hai" aku pun membalas sapaan dan kami pun berjabat tangan. sejujurnya aku malas melakukannya.


"ohh ternyata kalian sudah saling mengenal, baguslah hal itu akan semakin mudah untuk melakukan pekerjaan ini" pak Yudha pun senang melihat kami berdua


aku menggerutu dalam hati, tidak sedikit aku mengeluarkan kata umpatan untuk rasen. aku pun tidak terlalu larut dalam kebencian ku dan amarahku yang aku inginkan diskusi ini cepat selesai dan ingin cepat pulang. waktu terasa berjalan dengan lamban saat itu. aku mendengarkan permintaan rasen saat itu dan akhirnya rasen ingin mendesign rumahnya dengan gaya kotemporer.Gaya kontemporer adalah gaya desain yang menggabungkan antara konsep masa kini dan masa depan. Desain ini memberikan nuansa hangat dan dingin dalam waktu yang bersamaan.  Gaya kontemporer memiliki tampilan yang bersih, hampir tidak ada pernak pernik di ruangan yang bergaya  kontemporer ini. Elemennya terdiri dari warna netral, bersih dan halus.


"ternyata sesuai dugaan ku, aku cukup mengenalmu" dalam hatiku. sekian lama kami berdiskusi akhirnya selesai.


" terima kasih atas waktunya nona Varsha, aku harap ini berjalan dengan baik" dia mengulurkan tangannya.


"sama-sama, iya aku harap kita bisa berkerja sama dengan baik. untuk jadwal kedepannya nanti salah satu team ku akan menghubungi anda. kami mencari jadwal yang tepat untuk kapan aku dan teamku akan mengecek lokasi" aku pun kembali menjabat tangannya.


"kenapa tidak kamu aja yang menghubungiku?" tanya rasen


"maaf, itu bukan tugasku. terima kasih" akupun pergi dari ruangan pak Yudha dan kembali ke ruangan ku. aku berjalan sambil menggerutu.


"kenapa harus dia yang jadi customer ku kali ini. ini akan terasa sangat berat dan lamban, oorrrgghhh..ditambah lagi acara tahunan akan dimulai. designnya pun belum jelas harus gimana" dalam hati ku kesal.


...----------------...


sesampainya di ruangan ku.


"lama apanya, kamu di ruangan pak Yudha hanya 30 menit" sahut jesna


"bagiku sangat lama, ada cerita dibalik itu semua, ahh..sudahlah suruh yang lain kumpul dulu ada hal yang harus kita bahas" suruh ku


"oke," jawab jesna sambil mengumpulkan team kita. beberapa menit kemudian team kami pun melakukan meeting.


"selamat sore, terima kasih atas waktunya. ok saya tidak akan lama membahas ini. team kita mendapat job dari salah satu customer yang bernama Rasendriya Farzan" tiba-tiba Arya dan jesna terkejut mendengarnya, aku tau mereka pasti punya banyak pertanyaan mengenai Rasen. namun mereka tahu ini menyangkut pekerjaan dan mereka pun menahan semua pertanyaannya.


"dia memilih tema kontemporer, tema itu sangat sering kita pakai jadi aku harap kalian sudah mengerti dan terbiasa bagaimana cara mengerjakannya. pak roni tanggal berapa kita ada jadwal kosong untuk mengecek ke lokasi?" tanyaku serius


"mungkin di tanggal 7 mei hari Senin, sebenarnya ada di tanggal 4 mei hari Jum'at , tapi saya rasa itu sangat mepet dengan acara kantor tahunan kita" jawab pak roni lugas yang mengingat umurnya sudah di kepala 4.


"Fika, bagaimana design acara tahunan kita?" tanyaku pada Fika


"sudah hampir selesai cha, mungkin besok finished" jawab Fika sambil melihat karya designnya


"ok, kita akan mengecek lokasi tanggal 7 mei hari Senin, dan kita akan mendesign acara kita tanggal 4 mei, mungkin akan diselesaikan dengan baik karena acara tahunan kita tanggal 5 dan 6 mei.terima kasih atas kerja sama nya dan sukses untuk acaranya, semangat!!" meeting kali ini aku tutup dengan memberi semangat untuk team ku dan diriku.


"SEMANGAT!!" seru semua team ku.


...----------------...


pukul menunjukan pukul 18.00 waktunya pulang dan ternyata malam ini hujan. aku terdiam di depan kantor dan kemudian mencari payungku didalam tas. mobilku di parkir di halaman kantor sehingga aku harus berjalan terlebih dahulu menuju parkiran.


"cha..tunggu" panggil Arya dan jesna


"cha kita nebeng yahh, mobil Arya lagi di bengkel nih" bujuk jesna


"ok, yu kita langsung aja" ajak ku dengan senyum yang tak lepas dari bibirku.


kami pun pulang bertiga. Arya mengambil alih untuk menyetir, disepanjang jalan kami mengobrol apalagi ketika Arya mulai menggoda jesna. sampai pada akhirnya pertanyaan Arya kembali membuatku kaget.


"cha, emang gak apa-apa, kamu ngambil job dengan Rasen?" tanya Arya


"gak apa-apa lah dia kan hanya ada dimasa lalu" jawabku berusaha tegar


"ok, lah kalo gak apa-apa, kalau semua itu berat bilang yah. mungkin nanti aku coba ngomong sama pak Yudha apapun alasannya nanti kita pikirkan" Arya dan jesna sepertinya sangat mengkhawatirkanku.


"it's ok!! tidak masalah" jawabku singkat sepertinya mereka tau apa yang ada dalam hati dan pikiranku sehingga mereka tidak membahas lagi mengenai rasen. aku pun pulang ke rumah tepat pukul 19.15 aku berusaha pulang secepat mungkin karena aku berjanji akan menyambut nenek di rumah. sesampainya di rumah ternyata nenek sudah tiba, seperti biasa kami memeluk satu sama lain bercengkrama, dan bercerita mengenai kami satu persatu. ketawa kami pun pecah ketika menceritakan papa waktu kecil.


pukul menunjukan pukul 22.30 waktunya untuk kami beristirahat. aku dan yang lainya masuk ke kamar tidur masing-masing. sebelum tidur aku mencuci mukaku dan merawat muka ku dengan skin care yang biasa ku pakai. aku tidak mengecek handphone ku sama sekali. aku memulai mematikan lampu dan bersiap tidur namun setelah ku membaringkan badanku. suara handphoneku berbunyi menandakan ada pesan.


"ting.." aku pun membuka handphoneku dan aku membaca pesan itu yang isinya.


"Varsha, ini aku rasen. gimana kabarnya?? apakah weekend ini ada acara. kalau gak ada bisakah kita ketemu? ada yang ingin aku jelaskan" hatiku rasanya sakit ketika rasen mengirim pesan kepadaku. entah apa yang ada dalam hatiku dan pikiranku, kebencian seakan menyelimuti hidupku untuk melihatnya. namun hatiku pun tidak bisa berbohong kalau aku masih menyayanginya, dan aku masih mencintainya.


...----------------...