My Bossy

My Bossy
06. Team terbaik



siang hari ini aku dan team yang lain sangat sibuk mendekor acara tahunan di kantor kami, ada yang menyiapkan lighting, background, musik dan lain lain, aku sendiri mengatur posisi dekorasi pentas yang sesuai belum lagi barang-barang yang telat datang harus aku bereskan.


" Loe gila yahh, masa barang yang seharusnya datang hari ini tiba-tiba cancel?? " Arya marah besar karena pesanan barang yang seharusnya dikirim sekarang tidak datang


" Maaf pak, Kami sudah usahakan sebisa mungkin karena kesalahan ada di pihak staf kami karena salah mengatur jadwal pengiriman dan ternyata stok barang yang bapak pesan belum siap kirim hari ini " jawab pengirim barang dengan alasannya. Arya menghampiriku dan melaporkan semuanya, aku dengan sigap langsung menelepon perusahaan yang bersangkutan tanpa basa basi.


" Halo pak saya tahu kesalahan ada di pihak bapak dan kali ini saya meminta bantuan kepada team bapak untuk segera mengirim barang dengan kegunaan yang sama namun masalah type cari yang stok barang nya ada di kantor bapak, saya tunggu pukul 14.00 kalau barang pengganti tidak datang, perusahaan bapak harus mengganti 3x lipat sesuai perjanjian. jelas pak " aku langsung menutup telepon nya. dan langsung membereskan yang lainnya Arya pun tertegun melihatku, dipikiran ku hanya ingin kerjaan ini cepat selesai sehingga apa pun masalahnya aku harus bereskan. dan ternyata benar barang yang dipesan datang tepat waktu walaupun kurang memuaskan.


Tepat pukul 18.00 semuanya selesai tepat waktu.


" semua team kita kumpul dulu sebelum pulang " seru jesna. semua team kami kumpul untuk melakukan briefing persiapan untuk esok hari. aku, jesna, dan Arya berjalan di koridor kantor menuju jalan keluar.


" kita duluan yah, guys.! " sahut Fika yang mendahului kami dari belakang.


" ok " jawab kami.


" ahhh rasanya capek sekali, seakan-akan tulang ku remuk semua " keluhan jesna pun sama dengan apa yang aku rasakan. aku dan Arya tersenyum.


" Jes, gue ikut pulang bareng loe yahh. malas nyetir gue " ajak Arya


" Males gue bareng loe, enak aja loe tinggal duduk. emang gue supir loe? " jawab jesna kesal


" Kita naik taxi aja lah yu Jes, capek banget gue " ajak Arya kembali. tak lama suara handphone ku berbunyi. kami bertiga berhenti tepat di depan pintu keluar kantor.


" kalian duluan aja, gue masih kuat bawa mobil kok, kalian kalau pake taxi kasih tau gue biar besok gue jemput kalian " sahutku.


" serius loe, ok deh kami duluan yahh. bye" Arya dan jesna melambaikan tangan dan pulang naik taxi. aku pun menjawab telepon namun no nya baru di handphone ku.


" halo " dan ternyata itu Keenan. dia mengajak ku untuk bertemu di tempat biasa.


" ohh..sorry Ken, kayaknya gak bisa deh, soalnya hari ini aku capek banget. maaf yah " aku menolak ajakan Keenan karena besok aku harus datang pagi-pagi sekali ke kantor untuk persiapan.


" Oh ok..gak apa-apa! next time mungkin kita ngobrol lagi " jawab Keenan di balik telepon. aku menutup telepon dari Keenan, pulang dan mengendarai mobil seperti biasa. sesampainya di rumah ternyata ada Rasen di depan gerbang rumah. aku memberhentikan mobilku dan keluar kemudian Rasen menyambut ku.


" Cha, boleh minta waktu sebentar aku mau ngomong sama kamu "


" Mau ngomong apa? " jawabku


" Tapi gak disini cha, kita cari makan dulu yuk, pasti kamu belum makan?" ajak Rasen


" aku udah makan, disini aja. aku capek mau istirahat "


" Ok, masalah kemarin cha "


" Udahlah, gak ada yang harus kamu jelaskan. aku masuk yah capek " aku pun kembali masuk mobil


" Minggir " teriakku yang hendak memasukan mobil ku ke dalam garasi.


" Cha, kamu hanya salah paham. please cha dengerin aku dulu " aku tidak menghiraukan Rasen malam itu. Aku dan Rasen sepertinya sudah tidak bisa lagi kembali seperti dahulu sifat ku menghadapi Rasen sudah tidak bisa selembut lagi dulu mungkin memang kita tidak di takdir kan untuk bersama.


keesokan harinya.


" selamat siang nona, ini laporan untuk hari ini " seorang pria misterius menghampiri Natya dan menyerahkan foto Rasen dan aku.


" foto ini kapan kamu ambil?" tanya Natya.


" Tadi malam nona, Namun sepertinya wanita yang bernama Varsha tidak menghiraukan perkataan tuan Rasen "


" sebenarnya apa yang mereka berdua bicarakan? " tanya Natya kembali.


" Bodoh...!!! cari tahu apa hubungan mereka sebenarnya, Cepaatt!!!!! " Natya sungguh marah dan merobek foto yang diberikan pria tersebut, pria misterius itu pergi dari ruangan Natya.


" Rasendriya...!! Sebenarnya apa yang kamu lakukan?? " tanya Natya dalam hatinya.


Setelah melakukan briefing kami memulai acara tahunan kantor. dimulai dengan sambutan, potong kue, dan pemilihan team terbaik.


" Dan untuk team terbaik tahun ini jatuh kepada. team?? " suasana hening sangat terasa ketika pemilihan team terbaik, kami tahu hadiah yang diberikan bukan main-main, untuk hadiah tahun ini ternyata holiday ke Bali untuk satu minggu dan semua biaya ditanggung oleh pihak perusahaan.


" Team Geya Varsha dari bagian Design Interior " Sorak Sorai dan tepuk tangan mengiringi kami saat naik pentas. kami berpelukan dan saling berterima kasih satu sama lain, setelah menyampaikan kesan dan pesan kami di atas pentas acara di lanjutkan kembali dan selesai untuk hari pertama.


" Yeayyyy...mari bersulang atas keberhasilan team kita" Sorak Arya. kami mengadakan acara kecil di sebuah tempat makan favorit kami.


" Akhirnya kerja keras kita tidak sia-sia, jadi gak sabar holiday ke bali " seru jesna sangat semangat


" Oh..ya kapan bisa di ambil tiketnya, Cha?" tanya Arya


" Entahlah, Biasanya kantor juga pilih-pilih hari untuk kapan kita di kasih waktu holiday dengan tiket tersebut, soalnya kantor lagi banyak job jadi tidak mungkin untuk kita holiday di saat kantor lagi sibuk" jawabku sambil memakan kudapan di atas meja.


" Iya benar, biasanya sih seperti itu " Fika mengiyakan dan sudah terbiasa mendengar aturan seperti itu.


" Yahh..Rasanya aku ingin cepat-cepat berjemur disebuah pantai dibawah matahari " Jesna menghayal acara holiday nya.


" Jangan lupa memakai bikini " Arya menghancurkan khayalan Jesna.


" Arya...!!" teriak Jesna sedikit kesal.


" Namun, ketika semua bahagia mendapat hadiah utama, aku harus memulai mengambil lembur dan menabung " ucapan pak Roni membuat semua terdiam


" Lha kenapa pak??" tanya Arya


" Ya jelas, Bagaimana dengan istriku dan juga anakku pasti mereka ingin ikut, dan untuk keluarga yang ikut tidak ditanggung perusahaan " jawab pak Roni


" Oh..iya benar, kalau mereka tidak dibawa bagaimana pak" tanya Arya kembali.


" Pasti sangat sulit untuk itu, karena istriku pasti tidak memberiku ijin untuk melihat bule memakai bikini sendirian " lelucon Pak Roni membuat semua tertawa.


" Hahahaha..memangnya istri pak Roni suka bule memakai bikini juga, kok tidak diijinkan?" tanya Fika bingung.


" Bukan begitu, mungkin di Bali istriku ingin memakai bikini juga dan dilihat olehku bukanya bule-bule disana yang dilihat olehku " jawab pak Roni malu.


" ahhh cie..." godaan kami semua. kami tertawa banyak dan pulang sangat larut malam itu.


kami pulang dan menuju mobil masing-masing. Namun aku merasa ada orang yang sedang mengikuti ku pada malam itu, namun aku tidak menghiraukannya mungkin cuma perasaanku saja.


" Cha, besok sebelum ke acara puncak di kantor kita cari baju dulu yah, soalnya aku gak ada baju yang sesuai untuk acara nanti malam?" teriak jesna di dalam mobil.


" Oh..ok " jawabku


" Bye, Cha " Jesna dan yang lainnya pun pergi dengan mobil nya masing-masing kecuali Jesna pasti pulang dengan Arya.


Aku pulang dan mengendarai mobil seperti biasa. namun disaat pertengahan jalan sepertinya ada sebuah mobil yang mengikuti ku, jantungku semakin berdebar kencang ketika mobil itu hendak menyalip ku, aku semakin bertanya-tanya.


" Siapa dia dan mau apa?" dan kemudian.


" Aaahhhh....." mobilnya menyalip dan berhenti tepat di depanku. aku kaget dan langsung mengerem mobil ku sekuat tenaga.


...----------------...