My Bossy

My Bossy
07. Gairah cinta masa lalu



🌷🌷🌷🌷


sebuah mobil berwarna hitam tepat berhenti di depanku. aku menginjak rem setengah mati dan kaget bukan main akupun terdiam sejenak merasakan jantungku yang semakin berdegup kencang.


" gila yah nih orang!! " aku mencoba keluar namun aku mengurungkan niatku tiba- tiba terlintas di pikiran ku.


" bodoh gue, gimana kalau dia mau culik gue terus ginjal gue di jual. ok tenang..tenang.. tarik nafas buang nafas" aku diam di dalam mobil dan ternyata ada seorang pria yang mendekatiku, wajahnya tertutupi kabut malam dan tidak jelas terlihat. di dalam mobil aku mencoba mengamati siapa dia. jantungku menderu cepat apalagi ketika dia mulai mengetuk kaca mobil ku kemudian aku menutupi kepala ku dengan jaket dan tidak mencoba untuk tidak melihat pria itu.


" Cha, buka cha " seseorang memanggil namaku. ternyata dia mengenalku suaranya terdengar begitu familiar di telingaku. sedikit demi sedikit aku membuka jaket yang menutupi kepala ku. dan ternyata itu Rasen, aku pun langsung keluar.


" Oh..my Gosh " aku membuka pintu mobilku.


" Sen loe gila yahh, gimana kalau tadi gue nabrak loe, gimana kalau tadi gue gak fokus dan terus nyeret mobil loe, sen? " namun Rasen hanya terdiam dan tidak menjawab semua pertanyaan ku, matanya merah, nafasnya tidak beraturan sepertinya dia sedang sakit.


" Varsha, please maafin aku soal kemarin, aku dan Natya tidak ada hubungan apa-apa" Rasen menjelaskan soal kemarin. aku tertunduk dan memalingkan muka ku. aku sungguh tidak percaya saat itu.


" Aku cuma sayang sama kamu cha, hatiku cuman buat kamu cha " tanpa disangka pertahanan Rasen roboh dia jatuh di hadapanku namun sempat aku tahan.


" Rasen, kamu kenapa?? " aku memapahnya ke dalam mobil


dan membawanya pulang ke villanya yang dulu yang jauh dari perkotaan


" ahh..berat lagi, Sen bangun dulu kamu berat Sen.." sesampainya di rumah Rasen, asisten pribadi nya langsung memapahnya ke dalam kamarnya, dia terus memanggil namaku.


" cha..Varsha " mukanya sangat merah, badannya demam tinggi. aku mendekati Rasen membuka sepatunya dan mulai mengompres badannya dua jam kemudian dia mulai tenang demamnya udah mulai turun, selama demam Rasen memegang tanganku dan terus memanggil namaku. di dalam hatiku mulai bertanya.


" Kamu kenapa Rasen, sekejap kau membawaku terbang dan kemudian kau hempaskan aku kembali, kenapa?? " aku duduk di sampingnya dan mengusap rambutnya. setelah kembali seperti biasa aku melepaskan genggaman Rasen namun Rasen terbangun dan memegang tanganku kembali.


" Cha, tidur disini aja kali ini saja " ajak Rasen sambil menunjukan bantal yang kosong tepat ti sampingnya.


" Tapi ini udah malam, aku harus pulang. kita udah gak bisa kaya gini lagi. loe udah tunangan Sen " aku menolak karena aku rasa ini hanya akan menggali kembali rasa sakit.


" Please..please!! jangan pergi " Rasen memohon agar aku tetap disisinya. namun aku tidak menghiraukannya, aku mengambil tas ku dan ketika aku hampir mendekati pintu keluar Rasen berteriak.


" Varsha, please!! aku sayang sama aku. aku akan cari cara agar terlepas dari perjodohan ini, please Varsha jangan tinggalin aku " Rasen berteriak namun terdengar sangat lemah. aku berhenti dan menghampiri Rasen yang sedang terbaring di ranjangnya.


" Ok! malam ini aku tidur disini tapi jangan macem-macem " Rasen terlihat bahagia dan memegang tangan ku erat. Rasen langsung menelepon.


" Sebentar, bu Ela tolong ambilkan baju ganti untuk wanita dan antar kan ke kamarku " bu Ela adalah kepala asisten wanita khusus, dia sangat baik. tak lama bu Ela mengetuk pintu dan membawakan ku baju tidur mini dress yang menurutku sangat seksi.


" Serius aku harus pakai baju ini?? " tanyaku sambil menunjukannya kepada Rasen yang terbaring di ranjangnya.


" Maaf, soalnya bajunya model begitu semua. jangan pikir aneh-aneh baju itu semua baru aku udah persiapkan untuk calon istriku nanti " aku tidak tanya apa-apa lagi aku segera bergegas mandi dan ganti baju. saat aku keluar dari kamar mandi aku bingung harus bagaimana.


" Tidur sini, aku janji tidak akan melakukan apa-apa " ajak Rasen. aku berjalan menuju Rasen dan mulai tidur di sampingnya dan mengambil selimut untuk menutupi badanku. Kami saling berhadapan Rasen tersenyum kepadaku, mengelus rambutku dan berkata.


" Ini mimpiku, tiap malam aku melihatmu tertidur di sampingku "


" Kubur mimpimu. nanti hanya Natya yang akan ada di sampingmu tiap malam " seruku


tepat pukul 01.35 Rasen terbangun aku rasa Rasen meminum segelas wine, sakitnya ternyata tidak parah pikirku karena dia masih bisa minum wine. aku pura-pura tidur, Rasen menghampiriku dan mengusap rambutku dan itu membuatku tidak nyaman apalagi ketika aku merasa selimut yang menutupi badanku sedikit menyingkap. Rasen mengusap kaki ku dan duduk di sampingku dan mendekatkan bibirnya yang hendak mencium bibirku aku pun terbangun dan membuka mataku sontak membuat Rasen kaget.


" Kamu bangun cha, untuk kali ini saja " kami saling memandang dan kami tak kuasa untuk menahan gairah yang menggebu. kami berdua saling berciuman hangat dan mesra.


" Mmh.." Rasen membuatku susah untuk bernafas, ciumannya sangat liar dan nakal. Rasen ada di atas badanku, Rasen sekarang membuat aku yang berada di atas sekarang akhirnya aku bisa melepaskan ciumannya.


" Namun kamu menghianatiku untuk kedua kalinya, Sen " aku memukul bantal tepat di samping wajah Rasen namun Rasen menggulirkan badanku kembali kebawah.


" Maaf, cha. namun aku sayang sama kamu , kamu hanya milikku " Rasen kembali mencium bibirku. jantung kami berdegup semakin kencang, gairah kami hampir tidak terbendung. Rasen mulai meraba pahaku dan hampir meraba bagian atas ku.


" Rasen..stop mmh.." seruku lirih.


tiba-tiba telephon nya berdering kami berhenti dari gairah kami yang menggebu dan ternyata itu dari Natya, terlihat wajah Rasen sangat kesal malam itu. Rasen mengangkat telephon nya dan menjauh dariku


" Halo " jawab Rasen ketus


" Halo sayang,,katanya kamu sakit?" tanya Natya yang terdengar mengkhawatirkan Rasen


" Kamu ada dimana, berisik? " tanya Rasen semakin kesal. ternyata Natya ada di sebuah klub malam kebiasaan buruknya membuat Rasen marah tanpa basa basi Rasen langsung menutup telephon nya dan kembali kepadaku dan duduk di sampingku.


" Aku pulang aja yah, nanti pasti Natya kesini " sahutku


" Ini udah malam, lagian Natya belum tahu rumah ini,hanya kamu yang tahu " Rasen memegang tanganku.


" Kita tidur aja yah, besok acara puncak kantor kan jadi kamu istirahat aja yah " ajak Rasen. kami pun tidur saling berpelukan satu sama lain.


Keesokkan paginya.


aku bangun dan bergegas mandi, dan Rasen masih tertidur pulas. aku ke balkon dan menikmati pemandangan ditemani secangkir teh hangat. tiba- tiba handphoneku berbunyi ternyata jesna


" Halo, cha mau kapan pergi beli baju buat malam ini?" tanya jesna


" sekitar jam 10.00 aja yah, kita ketemu di boutique S**ang Mega " jawabku. dan jesna mematikan telephon nya. Rasen terbangun dan memelukku dari belakang.


" aku temenin ke boutique nya yah, aku mau kamu pakai baju yang indah malam ini " ucapan Rasen membuat aku bahagia di pagi ini, aku membalikan badanku namun pelukan Rasen tidak lepas.


" Gak usah, aku bisa sendiri. Kamu istirahat aja disini biar cepat sembuh " jawabku.


" Aku udah sembuh, kan semalam kamu yang obati " godaan Rasen membuatku malu.


" Tau ah..pokoknya jangan " jawabku sambil tersenyum


" Kalau kamu ngelarang aku, aku buka ikat tali baju mandi kamu " Rasen berbisik aku mendorong tubuh Rasen. Rasen mengejar ku dan menangkap ku dan kami kembali melanjutkan adegan semalam pagi itu.


Kebahagiaanku bersama Rasen ternyata tidak berlangsung lama ternyata kebersamaan kita kali ini awal dari perpisahan kita.


...----------------...