Me And Daddy

Me And Daddy
Episode 5



Tangan Tiara dengan terampil menyusun bunga seadanya. Malam memang belum terlalu larut, keringat Tiara bercucuran, dengan senyum mengembang Tiara mengagumi maha karyanya. Taman yang rusak, kini sudah mulai terbentuk walau hanya sebagian saja.


"Diam! Jangan bergerak!" teriakan menggema itu sontak membuat Tiara terpaku.


Ada apa ini? Tanya hatinya. Namun tangan dan kakinya diam, tidak mampu bergerak.


Dorrr


Satu tembakan melayang, membuat dada Tiara bergemuruk, hingga matanya terpejam takut dengan apa yang terjadi pada dirinya.


"Tenanglah... aku hanya membunuh ular yang ingin mematukmu," bisik Banyu dengan nada lembut.


"Te...terima...kasih," gumam Tiara sedikit gugup.


"Kenapa kau pergi? Padahal aku ingin mengenalkanmu pada wanita jalang itu," aku Banyu, Tiara menghela napas.


"Apa bedanya aku dengan dirinya," gumam Tiara.


"Kamu hanya milikku, sedangkan dia, milik seluruh rekan bisnisku," bisik Banyu.


Deg


Deg


"Apakah kau akan menjualku seperti dirinya?" tanya Tiara. Yang sepertinya sedikit menyesal karena menanyakan hal yang sama sekali tidak penting.


"Kau lupa, kalau aku sudah mengklaim kau adalah milikku, maka selama aku mau, kau akan tetap menjadi milikku," ucap Banyu.


"Aku suka tempat ini," gumam Tiara.


"Besok kau boleh membereskannya, tapi setelah tukang kebun membersihkannya," ucap Banyu.


"Aku bisa sendiri," sanggah Tiara.


"Tiara...aku tau kau mandiri, tapi itu bukan tawaran, aku selalu mengucapkan ketetapan saat berada di hadapanmu," gumam Banyu langsung berjalan mengandeng atau lebih tepatnya sedikit menyeret langkah Tiara yang tingginya hanya sebatas dada Banyu.


"Kau tidur aja di kamarku, kamarmu ada wanita jalang," bisik Banyu.


"Kau mengijikannya menginap?" Tanya Tiara.


"Kau bukan siapa-siapa jadi menurutku, pertanyaanmu tidak perlu aku jawab," ucap Banyu.


"Boleh aku minta tolong padamu? Tolong carikan ponsel milikku, entah jatuh di mana, aku harus menghubungi tunanganku segera," ucap Tiara dengan khawatir.


Banyu memandang Tiara dengan tatapan tajam, rahangnya menegang, menahan amarah yang membuncah dahsyat.


"Kau tidak boleh menghubunginya," gumam Banyu.


"Sepertinya anda melewati batasan Tuan, kau juga bukan siapa-siapa untukku, jadi tolong jangan melewati batasan Anda," gumam Tiara. Berjalan meninggalkan Banyu yang masih diam.


Banyu... sosok yang di gosipkan akan menikah denga. BELLA NOVITASARI aktris kondang papan atas yang banyak menuai kontroversi karena kekayaan dan juga barang mewah yang selalu dia pamerkan melalui akun instagram. Kabar pertunangan mereka mencuat demi memboomingkan produk baru peruasahaan Banyu yang memang baru saja meluncurkan produk yang cukup mengundang banyak konsumen baru. Setelah muncul berita itu, omset perusahaan naik 20 kali lipat. Namun beberapa bulan ini, karena ulah Bella sendiri, kepopuleran dirinya menurun. Apalagi beberapa hari yang lalu, dirinya tertangkap karena hubungan tak seronoknya dengan pengusaha kaya. Dana yang dia dapatkan dari satu pengusaha adalah 10 milyar.


Tiara, menyalakan tv namun masih binggung, mana yang harus dia pencet.


"Mana sih remotnya," guman Tiara.


Saat dia memencet tombol merah, tv menyala dengan suara cukup keras terdengar lenguhan kenikmatan.


Tiara terpaku diam, itu adalah Video Bella yang di garap lebih dari sepuluh orang pria.


"Astaga!" Teriak Tiara langsung mematikan tvnya.


CKLEK


"Ada apa?" Tanya Banyu sedikit terkejut.


"Eh... anu... itu...," Tiara binggung dengan apa yang terjadi.


"Kenapa Tvnya enggak nyala," ucap Tiara setelah mengumpulkan banyak keberanian.


"Hahaha... iya itu memang ada adegan plus plusnya," ucap Banyu dengan tawa.


"Hmmm... enggak jadi aku mau tidur," gumam Tiara. Dengan cepat menjatuhkan badannya ke kasur yang empuk. Lalu menutupi wajahnya dengan selimut.


"Padahal ada drama baru," ucap Banyu.


"Pergi!" teriak Tiara.


"Baiklah... aku kembali ke kamar Bella," ucap Banyu.


Ada suara pintu di tutup, walau langkahnya hanya samar-samar.


"Syukurlah pergi, aman, iblis mah sama iblis aja," gumam Tiara dengan pelan.


Tak lama kemudian Tiara terlelap. Ternyata Banyu lebih memilih tidur di sofa sekamar dengan Tiara di bandingkan dengan Bella yang kini menggenakan lingers untuk menggoda Banyu.


Sebenarnya sejak tadi banyu tidak keluar dari kamar Tiara. Entah kenapa dia lebih tenang berada di sisi Tiara walau sejatinya Tiara baru saja dia kenal.


"Kau selalu lugu dan polos," gumam Banyu kemudian terlelap.


Bella yang masih bercermin lama-lama bosan.


"Kemans Ben?" Tanya Bella.


"Apakah gadis jalang itu menggoda Ben agar tidak menemuiku lagi," gumam Bella.


Tanpa menunggu lama Bella akhirnya menuju kamar Banyu yang letaknya tidak begitu jauh dari kamar yang dia tempat. Dengan mengenakan piama untuk menutupi seksi dan montoknya tubuh bella.


Ceklekk...


Dengan pelan Bella mengintip apa yang Banyu dan Tiara lakukan. Ternyata matanya menangkap Banyu yang terlelap di sofa dan seseorang tidur di tempat tidur.


"Ben...," panggil Bella dengan nada pelan.


"Ben...," panggilnya lagi dengan sedikit meninggikan suara.


"Ben...," panggil Bella.


Merasa di abaikan, Bella dengan cepat menghampiri Banyu.


"Sayang... aku rindu," bisik Bella.


"Kembalilah ke kamarmu, atau ku pastikan kau hancur," gumam Banyu.


"Antarkan aku, kau tau bukan... aku begitu takut sendirian," bisik Bella.


"Aku sedang ingin berada di sini, pergilah atau kau akan menyesal," gumam Banyu dengan suara teramat dingin.


"Bagaimana aku bisa pergi tanpa kamu, ayolah Ben... tubuhku begiru merindukanmu," bisik Bella dengan sedikit menghembuskan napas panas ke telinga Banyu.


"KELUAR," geram Banyu.


Jelas mendengar ucapan yang tidak pernah Banyu lakukan, membuat Bella merasakan sakit teramat sangat.


"Jalang! Bangun!" teriak Bella yang berjalan cepat menarik kaki Tiara hingga jatuh.


Buuukkk


Tiara yang setengah sadar, telah di seret Bella menuju tangga yang tak jauh dari kamar tempat Tiara terlelap.


"BELLA!" teriak Banyu dengan nada yang mengerikan.


"AHHH... LEPASKAN!" teriak Tiara yang kesakitan.


Dengan senyum iblis bahkan Bella sama sekali tidak memperdulikanya.


"Kau pantas mati jalang," geram Bella.


Dengan santai menendang Tiara hingga berguling, dari lantai dua jatuh ke bawah


Banyu yang mengetahuinya dengan cepat mencengkram rahang Bella.


"Percuma aku mengasihani pemulung sepertimu," gumam Banyu.


Plaaakkkk


Banyu dengan kuat menampar Bella hingga sudut bibirnya berdarah.


"ingat... tidak akan ada seoranng pengusahapun yang mau menerima jasamu, jangan pernah mengusikku, atau media sosial akam terus membullymu tanpa tau di mana kesalahanmu."


Banyu mendorong Bella dengan cukup kuat. Lalu berlari menolong Tiara, yang sudah tidak sadarkan diri, tanpa menunggu lama Banyu mengangkat Tiara ke dalam mobil. Lalu mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Kekhawatiran Banyu bertambah dengan merembesnya darah segar dari tubuh bagian bawah milik Tiara.


"Maafkan aku sayang... akan aku pastikan Bella hancur, sehancur-hancurnya debu tak berguna," bisik Banyu.


Bella terdiam sejenak


"Kau meninggalkan rumahmu yang indah ini, akan aku pastikan kau turut hancur bersamaku,"gumam Bella. Berjalan mencari sesuatu di kamar Banyu.