Me And Daddy

Me And Daddy
Episode 20



Banyu sengaja menghadiri pesta yang Hany adakan dengan megah, bukan hanya mewah bahkan ini adalah pesta orang kaya karena banyak artis korea bahkan beberapa artis terkenal dunia. Tidak ada yang tau siapa Hany namun mereka sangat menghargai orang penting Fenzo, banyak karangan bunga di halaman depan.


"Besok aku mau ngirim karangan bunga juga," gumam Banyu.


"Tidak usah," ucap Hany yang dengan cantik terbalut baju pengantin dengan bahan yang begitu mewah, design clasik namun tetap glamour. Bagian payatan banyak yang berupa emas murni dan berlian asli.


"Selamat... semoga bahagia," gumam Banyu, dilengkapi senyum datar yang sungguh hanya ingin mengejek kebahagiaan Hany.


"Bagaimana keadaan istrimu yang di ambil Dave," ucap Hany.


"Aku bahkan tidak tau, dari mana kau mendapatkan ide omongkosong seperti itu," ucap Banyu.


"Omong kosong?" tanya Hany.


Banyu mengangguk pelan.


"Bukannya harusnya berita itu terbit hari ini," gumam Hany.


"Iya... perusahaan Banyu Chorporation sedang naik daun bahkan di tengah isu yang menggeparkan dunia."


Penjelasan Banyu sontak membuat Hany terkejut, dia hanya meninggalkan media sosial selama kurang lebih dua minggu semenjak dirinya sibuk dengan persiapan dan jadwal segunung yang telah dia rencanakan sendiri.


"Bagaimana bisa? Aku membayar mereka untuk berita itu," geram Hany.


"Dan satu lagi, tiket Gold yang kau tunjukkan padaku itu palsu, jelaslah, aku hanya memberikannya pada Tiara ketika kau tidak ada, jadi jelas kau tidak tau bagaimana bentuk Gold Tiket yang istimewa itu."


penjelasan yang Banyu katakan sungguh di luar nalar Hany. Membuat Hany menghentakkan kakinya. Dia sungguh gagal kali ini, Banyu sekarang berjalan menjauh karena memang urusannya belum selesai. Dia ingin menemui Dave dan menanyakan keberadaan Tiara.


"Dave," panggil Banyu.


"Eh iya," jawab Dave memandang Banyu dengan tatapan heran.


"Ada apa?" tanya Dave.


"Di mana Tiara?" tanya Banyu.


"Tiara? Apakah kau tau bahkan aku tidak tau apa maksudmu," ucap Dave. Keningnya berkerut saat Banyu memandangnya dengan tajam.


Dave terlihat mengajak Banyu berjalan nenjauh. Posisi Dave juga pelik, berulang kali dia di gosipkan dengan artis dunia, yang lebih sering artis korea. Yang memang Dave sendiri tidak menginginkannya. Namun ketampanan dan kemewahannya sungguh mengharuskan dia diam dan menerima demi kejayaan yang akan menjadi batu loncatan kesuksesan.


Usia Dave dan Banyu terlihat cukup dekat, sehingga tidak salah jika mereka di julukin Rival yang hanya bermain di meja penuh kertas, bukan dengan minuman keras. Tapi dengan secangkir tinta pekat dan masalah yang terikat kuat.


"Apa yang ingin kau tau," ucap Dave datar.


"Aku menyesal," gumam Banyu.


"Menyesal?" Ucap Banyu lagi.


"Aku menyesal," desis Banyu.


"Simpan saja penyesalanmu dalam hati karena Tiara sudah tidak ada lagi," gumam Dave.


"Apa maksud kamu?" tanya Banyu.


"Tiara sudah meninggal," gumam Dave.


"Meninggal? Meninggal!" tanya Banyu dengan muka heran.


"Kau berbohong, aku yakin kau berbohong," gumam Banyu.


"Aku tidak bohong, Tiara telah meninggal dan kau tidak akan pernah bisa menemuinya lagi," lanjut Dave dengan cepat pergi meninggalkan Banyu yang berjalan dengan pandangan kosong.


#####


Banyu Pov


Duniaku benar-benar runtuh lebih luluh dari yang aku bayangkan sebelumnya. Ini memang kesalahanku dan aku sangat terlambat untuk menyadarinya.


"Apakah ada yang lebih mengerikan dari ini? Duniaku utuh namun dia tidak tersentuh," gumamku.


Aku berhasil menghancurkan benalu yang memikatku dari akar hingga ujung dahan, kenapa aku harus kehilangan orang yang begitu banyak membuatku sadar. Aku mungkin telah mencintainya sejak lama.


"Dia meninggal,"


"Dia meninggal,"


Mobil melaju membelah kota, aku sama sekali tidak ingin hidup sendirian di kota sunyi ini. Hartaku sangat banyak namun kebahagiaanku, kini lenyap.


Berulang kali aku menggeram pelan.


Bagian sudut hatiku hancur, "aku menghamilimu Tiara, dua bulan yang lalu saat kau pingsan, aku sengaja menyetubuhimu berharap kau mengerti, bahwa kau adalah milikku, hanya milik Banyu," gumamku.


Aku menangis, bahkan pikiranku di penuhi seberapa banyak dosaku pada mereka, ya... aku sangat berdosa kepada Bayu dan juga istrinya Milla, sebenarnya tidak sah dalam hukum karena mereka tidak menikah, mereka hanya menjalin hubungan terikat hingga membuahkan seorang anak yang tidak berdosa. Korban segalanya, kekurangan segalanya dan mereka gila akan cinta.


"Cinta? Ya aku mencintai dirinya,"


Aku terus mengingat masa bahagia dirinya. Siapa yang bilang aku jahat, berarti dirinya tidak mengerti ketakutan Tiara yang akan terluka.


Malam sepertinya tau aku terluka, guyuran hujan membasahi kota.


"Aku kehilangannya, dan selamanya aku harus kehilangan semuanya, Tiara... aku mohon kembalilah... kembalilah... kembalilah padaku,"


Tiba-tiba mataku buram.


Brruuuaaakkkkk


Bruuuaaakkkkk


Duk


Mobil ternyata berhenti, "aku masih menantimu kembali."


#####


Kecelakaan terjadi begitu saja, tidak ada yang tau penyebabnya, seorang terluka cukup parah dibagian kepala, sungguh miris, seorang pengusaha kaya yang hidupnya berkecukupan diduga hendak menggencarkan aksinya untu mengakhiri hidupnya. Bahkan memang beberapa gosip mengatakan, bahwa pengusaha itu putus asa melihat mantan sekretaris dan juga kekasihnya menikah dengan pengusaha lain yang sedang naik daun.


Tersiar berita Tv yang membuat Dave terkejut. "Dasar Banyu ceroboh," gumam Dave.


"Apa yang kau katakan semalam," tanya Andi.


Dave mengingat apa yang dia katakan, "aku hanya mengatakan kebenaran, biasanya dia akan mencari tau keberadaan siapapun yang dia kehendaki dengan mudah, namun kenapa dia seputus asa ini," geram Dave.


"Andi... aku mau kau lindungi perusahaan Banyu," gumam Dave.


"Tapi bukankah ini baik untuk kelangsungan bisnis kita,"ucap Andi.


"Apakah kita terlalu sering melakukan cara kotor? Kamh lupa? Siapa orang yang membantu kita saat bisnis kita anjlok, saham hancur bahkan kita tidak tau apa solusinya?" ucap Dave.


"Tapi anda terlihat begitu berambisi menghambisi Banyu," ucap Andi.


"Aku memang ingin menghancurkannya, semata hanya mengingatkan apa yang dia perbuat tidak ada untungnya," gumam Dave.


Andi menggeleng pelan, bosnya selalu saja plin plan dalam mengambil keputusan terlihat angkuh dan sombong nyatanya suka menolong bahkan cenderung bertolak belakang dari kelihatannya.


####


Andi sedang menemui dokter yang merawat Banyu.


"Bagaimana keadaanya dokter?" tanya Andi.


"Keadaannya stabil," gumam dokter.


"Hanya stabil? Kita sudah menunggu 24 jam kenapa enggak disuntik mati aja," gumam Andi.


"Suntik mati?" tanya Dokter.


"Eh... astaga blepotan kalau ngomong dah, maaf dokter maksud saja kapan dia sadar lagi," gumam Andi.


"Belum bisa di pastikan, apakah ada seseorang yang bisa membantuku?" tanya dokter.


"Membantu? Apakah anda kelelahan?" tanya Andi.


"Tidak... dia akan sadar ketika seseorang yang dia cari datang," gumam Dokter.


"Sudahlah... jangan percaya dengan kenyataan yang pahit, kalau ada perkembangan sagera hubungi, aku tidak mau ada wartawan masuk lagi, pokoknya pastikan tempat ini bersih," ucap Andi. Sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan dokter yang menggeleng cepat.


"Aku ini penyelamat bukan penjilat," geram dokter.