Me And Daddy

Me And Daddy
Episode 19



2 minggu berlalu dengan begitu cepat. Banyu yang hanya mampu duduk di depan rumah,  terkadang juga di taman yang Tiara buat dengan indah. Menatap bunga mawar yang mekar lalu tersenyum. Perusahaan terbengkalai, benar-benar bukan seorang Banyu yang biasanya santai dan dingin. Dengan ambisi membara menguasai seluruh dunia, tidak ada kata pasrah apa lagi menyerah dalam kamusnya, selalu ada jalan dan pasti ada jalan untuk masalah sepelik apapun.


"Tuan... apakah ada masalah?" ucap Tejo yang tidak tega melihat Banyu terus saja melamun.


"Penyesalan selalu datang di akhir," gumam Banyu. Sepertinya menyuratkan penyesalan yang teramat sangat.


"Tidak ada kata terlambat jika Tuan mau berubah, akan ada banyak jalan yang mampu membawamu ke jalan yang lebih baik. Jangan takut merasa bersalah, karena kesalahan lebih sering menampar kita dengan banyak hal benar."


Penjelasan Tejo, pria ndeso yang membuat Banyu mengangguk setuju, untuk pertama kalinya dirinya mampu mengakui kesalahannya. Biasanya Banyu akan beradu argument bahkan bisa di jamin Banyu yang menang. Dia bukan pria yang mudah untuk di kalahkan sekali kecap, dua kali teriak atau bahkan ribuan kali amarah.


Banyu menengok pelan membuka hp canggihnya lalu tersenyum pahit. Ada sosok wanita yang terkapar tidak berdaya. Berulang kali Banyu mencari namun dengan kekuasaannya yang semakin menurun. Membuat Banyu hanya mampu melihat fotonya. Bagaimana mungkin Banyu mampu membayar biaya pengobatan Tiara. Jika dirinya sekarang hanya memiliki 50% saham perusahaan yang susah payah dia dirikan.


Hany berhasil menguasai hampir 50% saham perusahaan Banyu. Kini pandangan Hany ke Banyu hanya manusia miskin yang begitu mudah tergoyahkan oleh sosok yang belum tentu benar.


"Alangkah lebih baik anda bangkit, anda hancur mungkin Nyonya tidak akan mampu mengingat Anda," ucap Tejo.


"Semua telah hancur, sahamku anjlok, semenjak kehilangan dia aku tidak punya ambisi apapun," gumam Banyu.


"Buatlah bara ambisi, jika anda gagal sekali akan ada ribuan jalan yang baru," ucap Tejo sebelum akhirnya pergi meninggalkan Banyu.


Banyu mulai menyadarinya, ada banyak celah yang selama ini tidak pernah ingin dia telusupi. Akan ada banyak keajaiban dengan keyakinan pasti memulai. Tidak akan ada kata terlambat, jika masih mau memperbaiki kehancuran yang ada.


Dengan senyum singkat, Banyu mulai berkutat dengan kelihaiannya  yang tidak bisa di anggap remeh. Bahkan dalam menyusun strategi, tidak ada orang yang dia percaya dalam bisnis, karena bisnis selalu memikirkan keuntungan bukan kerukunan apalagi menjaga perasaan.


Dua jam Banyu meng-hack gold folder milik Hany. Yang dia pikir asli ternyata hanya tipuan, sebenarnya Hany tidak tau apa-apa. Apalagi tentang saham Bayu yang diam-diam Banyu sembunyikan untuk biaya hidup Tiara kelak.


Tak


Tak


Tak


Tak


Ada langkah pelan lantai beradu dengan sepatu wanita. Ternyata Hany menyempatkan diri mampir ke rumah Banyu.


"Apakah sudah selesai berdukanya? Atau masih ingin meratapi seseorang yang telah mati?" ucap Hany.


Banyu sama sekali tidak ingin menanggapinya.


"Oh... iya kamu udah miskin masih aja belagu ya, sebentar lagi kamu akan menjadi gelandangan," bisik Hany yang beberapa saat kemudian tertawa jahat.


"Ehm," Banyu berusaha tenang. Kali ini dia akan berhasil jika sebentar saja diam.


"Kenapa? Biasanya kau akan terluka lalu marah dan menampar atau setidaknya melapiaskan amarahamu?" ucap Hany.


Banyu menatap Hany lekat-lekat.


"Aku tidak membutuhkan pelampiasan amarah, boleh aku mengatakan, lebih baik segera menyingkir dari sini sebelum akhirnya kamu menyesal karena aku bisa saja memakanmu sekali kunyah."


Hany merinding, tatapan sinis Banyu sungguh memang bisa yang paling berbahaya untuk siapapun.


Puk


Hany melempar undangan itu dengan tidak sopan, "aku harap kamu datang karena di sana banyak makanan gratisan yang pastinya uenak banget," ucap Hany.


Banyu diam, membiarkan Hany perasaan lalu pergi dengan sendirinya, dengan santai Banyu membuka undangan lalu menyobeknya.


Banyu tahu benar siapa Feroz sebenarnya, dia adalah pria yang sangat tampan, terkenal licik dan tidak suka di bantah. Jika ada seorangpun yang membantahnya, maka kematian akan terus menghantuinya, bahkan ketika Feroz dengan bahagia menyiksanya, maka tidak akan ada ujung yang tenang. Selain raungan kengerian dan juga kesakitan dari sang pembuat kesalahan.


"Kau domba yang mendekati buaya yang menyamar menjadi domba," ucap Banyu.


Dirinya dengan cepat memutar balikkan fakta, ada banyak fakta miring yang dibuat Hany dengan blak-blakan membuat Banyu dengan cepat mengklarifikasi ketidak benarannya dengan akun Hany yang berhasil dia Hack.


"Selamat untuk kejutannya," gumam Banyu.


####


Malam ini Bayu sedang duduk di ruangan tamu bersama Banyu. Hal yang langka juga aneh. Sangat jarang saudara kembar ini mau bahkan punya waktu untuk sekedar  berbicara berdua.


"Kau tumben ada di rumah," ucap Bayu.


"Besok aku mau cek in ke Hongkong," gumam Banyu.


"Mana para bidadari yang sering nempel kala kamu ada jam kosong?" tanya Bayu.


"Mereka udah aku pecat," geram Banyu.


"Paling juga besok mereka datang," ejek Bayu.


"Hei... kau juga tumben enggak sama Hany... sekretaris barumu yang cantiknya seperti bidadari itu," gumam Banyu. Bayu terlihat sedikit murung.


"Kenapa?" Sahut Banyu.


"Dia bukan sebaik yang aku kira," gumam Bayu.


"Alah... bilang aja kamu enggak mau dia sama aku, aku bisa kok cari yanglain," ucap Banyu.


"Aku serius," bisik Bayu.


Banyu kemudian tertawa, tidak ada bedanya bagi Banyu wajah Bayu saat ini, sungguh sangat memalukan, mempunyai wajah tampan namun hanya mampu digunakan untuk kegalauan tidak berujung dan juga tidak ada gunanya.


Bayu mengerutkan keningnya. 'kau akan merasakan yang aku rasakan saat kamu tau sebenarnya siapa Hany,' ucap Bayu dalam hati.


#####


Mengingat saat itu, Banyu hanya mampu terdiam, mungkin ini yang di rasakan Bayu sesaat sebelum akhirnya Hany membunuhnya. Tidak ada cara lain kecuali mati, jika Bayu masih hidup dan berada di tangan Hany. Maka harta karun yang dia miliki akan secepatnya jatuh ke tangan Hany. Namun demi harta itu tidak hanya Bayu yang kehilangan nyawanya, namun juga satu-satunya orang yang di miliki Bayu kala ini. MOMMY Tiara yang juga menjadi korban kebejatan Hany.


Tidak sampai di sana, Hany juga memasukkan banyak aura negatif melalui ucapan yang dia katakan saat Tiara masih sangat kecil. Di mulai dengan perkataan bahwa Hany adalah Istri Daddynya, sampai ke Daddy yang membunuh Mommy, karena pergaulan hebat yang dia lakukan bersama banyak pembantu. Bahkan beberapa kali Hany mengalami penyiksaan, malang tak dapat digantung, untung tak dapat di raih, Setelah Tiara Amnesia ternyata Hany masih gencar menyiksa batin Tiara dengan perkataan tanpa sepengetahuan siapapun. Bukan hanya bagaimana wanita iblis itu menghancurkan keyakinan Tiara namun juga bagaimana wanita jalang itu memanfaatkan keadaan.