
Ujian. tengah semester telah berlalu Alana sedikit bebas. Gadis itu tengah menginap di rumah Gea dengan dalih ingin kerja kelompok. Dan ia mendapatkan izin dengan mudah dari Samudra
Padahal yang terjadi adalah ia tengah berada di sebuah Club ternama bersama para sahabatnya. mereka memilih table paling ujung, di bawah hamparan lampu remang minim
" Eh, itu ada Ridwan kan ? Celetuk Abi
Mereka semua menoleh, dan termasuk Bulan Gadis itu baru sadar ada Ridwan besar kemungkinan ada ..."
" Wah ada Samudra juga," ucap Gea yang membuatnya memejamkan mata
" Kok, dia bisa ke tempat ginian sih," gumam Alana
" Lan, mereka ke sini tuh, " Gea menyikut Perut Alana
" Gue harus sembunyi di mana, Gea,Gawat nih " Alana menutup wajahnya
" Apa kabar nih, " sapa Abi Pada Ridwan
" Baik, " sahut Cowok itu
" Gabung di sini aja, masih cukup kok," tawar Abi
" Tolak Please ... " Alana mengkomat kamitkan bibirnya seakan mempengaruhi keputusan Ridwan
" Boleh deh, " Ridwan mengganguk kemudian mengambil tempat kosong di sana dengan Samudra yang duduk di sebelahnya
Samudra sejak tadi melirik tajam ke arah Alana, siap menerkam gadis itu karena telah berani berbohong. ia juga merutuki dirinya karena mudahnya memercayai Alana begitu saja
" Nah, karena orangnya semakin banyak," Ucap Abi meraih botol kosong di atas meja. " kita main truth or dare, "
" Gue setuju,"
Semuanya menjawab Kecuali Alana dan Samudra keduanya sama-sama diam. Baik Alana yang tengah memikirkan kebohongan apa lagi yang harus ia katakan untuk menyelamatkannya hari ini dan Samudra yang tengah memikirkan hukuman apa yang pantas untuk gadis nakal itu
" Kita mulai ya," Abi memulai memutar botol. mata mereka fokus pada botol yang semakin lama berputar lamban itu
" Alana " seru mereka saat botol itu berhenti ke arah Alana
" Hah, " Alana terlonjak kaget
" khusus buat Lo Dare or Dare, " Gea tertawa jahat, " Tantangannya Lo ... "
" Putusin Pacar Lo,"
itu bukan suara Gea. Mereka menoleh ke arah Samudra yang tengah menatap Alana dengan wajah datarnya
" What, " Alana mengerutkan keningnya
" Kenapa ? Takut,"
" Nggak gue nggak takut !" Alana kemudian meraih Ponselnya dan mendial nomor seseorang, " Lo lihat semua,"
" Hallo ? sapa Orang di seberang sana
" Hallo, Kak. Mantan Lo cantik banget," balas Alana
" Hah ? siapa, "sahut Bara bingung
" Kita Putus," Alana Kemudian mematikan secara sepihak
" Gila ! Cara Putus terbaik yang Pernah gue liat, " ujar Boby takjub
" See Udah kan, " tanya Alana sinis
Samudra menganggukkan kepalanya
" Udah ah, yuk lanjut, " Ujar Ridwan lalu memutar kembali botol tersebut
Botol kembali memutar untuk mencari korban selanjutnya dan dengan naasnya ujung botol tersebut mengarah ke arah Alana Kembali
" Ih Pasti Curang nih ! Masa gue lagi, sih " Protes Alana tak terima
Abi Tertawa lebar, " Udah Nasib Lo kali,"
Samudra hanya diam dengan Pandangan yang tak lepas dari wajah Alana
" Gue Pilih truth,"
" Lo harus minum wine 3 gelas gimana Lo berani nggak,"
Abi menuangkan wine ke sebuah gelas botol kecil, " Nih, " ia menyodorkan gelas tersebut yang langsung di terima dengan semangat oleh Alana
Samudra menatap Alana dengan tajam seolah mengisyaratkan jika Alana tidak boleh meminum itu Tapi ia tidak memperdulikan saking kesalnya pada Samudra. ia menghabiskan segelas dengan sekali tegukan, Begitu juga dengan gelas kedua dan ketiga
" Mantep juga Lo, " ujar Boby dengan mengacuhkan jempolnya. Alana Tersenyum lebar. ia tak peduli jika ternyata sedari tadi Samudra menatapnya
" Next nggak nih,"
semuanya menganggukkan kepala dengan semangat
" Eh btw gue ke toilet sebentar, kebelet nih, " Alana beranjak dari duduknya lalu bergegas keluar dari ruangan tersebut karena ada Panggilan alam. ketika Bulan keluar ia merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang
Dan saat ia sudah mencapai toilet, saat di sayangkan toilet dalam keadaan kosong. Perasaannya makin tak enak saja. Alana berbalik. Gadis itu berteriak akibat terkejut tiba-tiba tubuhnya di dorong masuk ke dalam toilet
" Lo apa-apaan sih, "
Samudra tak menjawab tapi tatapannya menghunus tajam pada Alana. ia kemudian mengunci Pintu, sehingga mereka terkurung dalam toilet
" Sam, "
Lagi Samudra mendorong tubuh Alana ke belakang sehingga Punggungnya merasakan sakit akibat benturan dengan dinding toilet, Alana meringis Pelan lalu menatap Samudra Seolah mengatakan Lo Udah gila
" Sam, "
" Lo itu susah banget di bilangin sama gue," desisnya tajam sambil mendekatkan diri ke hadapan Alana yang membuatnya terjepit di antara dinding
" Mau apa Lo ,"
" Harusnya Lo itu dengerin gue. Gue itu nggak pernah suka sama Cewek Peminum. Pa ... "
" Padahal apa ,"
Samudra berdeham Pelan, " jangan pernah minum lagi, ujarnya Pelan tepat di telinga Alana
" Nggak ada urusannya sama Lo," balas Alana tak mau kalah
" Ada .. "
" Apa ? Alana menatap mata Samudra
" Karena gue ... "
" ALANA LO Di DALEM KAN ? CEPETAN IH LAMA BANGET Di TOILET, " teriak Gea
Keduanya yang kaget saling menjauhkan diri
" iya bentar !" sahut Alana sambil memandang samudra yang ada dihadapannya
" Mau gue tungguin nggak, "
" Lo aja duluan, "
Dan setelahnya Alana dapat mendengar suara hentakan sepatu menjauh. Alana mendorong Pelan tubuh Samudra agar menjauh, namun Samudra malah dengan Sengaja melingkarkan lengannya pada Pinggul Alana
" Apa, sih Sam ? Gea udah nyariiin gue entar ketahuan, " Ucap Alana
" Gue rasa gue bakal suka sama Lo, " ujar Samudra pelan tepat di depan wajah Alana Bahkan saat berbicara hampir menyentuh bibirnya
" Hah, "
" Gue suka Lo ,"
Tiga kata Tapi sangat bermakna di hidup Alana
" Gue baru suka sama Lo. Tapi nanti gue Pastiin kalau bakal jatuh Cinta sama Lo"
Alana mengerjapkan kedua matanya
" Ekspresinya biasa aja atau mau gue cium lagi," goda Samudra dengan senyumannya lagi-lagi Alana Terpesona dengan Senyumannya itu apalagi dalam sedekat ini
" Mulai sekarang jangan Pacaran sama siapa pun," Ujar Samudra tegas
Pikiran Alana buntu ia tak bisa berpikir banyak Pada akhirnya ia hanya menggaguk
" Karena Lo itu milik gue, Nggak ada satu Pun Cowok yang bisa sentuh Lo selain gue suami Lo ,"