
" Gue udah nyuruh Firdan bikin surat,
Samudra mengangguk
" Sam, itu buburnya di makan dulu entar ke buru dingin,"
" Nggak enak rasanya hambar ,"
" namanya juga sakit Pasti Rasanya nggak enak makanya elo itu cepat sembuh gue suapin ya, "
Samudra mengangguk tandanya menyesetujui. Lagi pula tangannya belum bisa terlalu beraktivitas. setelah menyuapi samudra dan memberinya obat kepada Cowok itu
" Alana Lo nggak pulang dulu Mandi istirahat Nanti balik lagi ke sini lagi," Samudra membujuk ketika Alana bersikukuh untuk tetap menjaganya
" Kok maksa sih ? Nggak mau, "
Samudra menghela nafas, " Pulang ya ?"
" Nggak mau, "
" Lo jelek tahu, Udah nggak mandi seharian ,"
" Biarin, "
" Lo kurang tidur dari semalem, makan juga dikit doang kalau Lo sakit ? siapa yang jagain gue kalau Lo juga sakit, " Ujar Samudra, " Please Pulang ya "
Alana diam, " Tapi gue nggak mau ninggalin Lo sendirian,"
Samudra tersenyum, " Gue papa Lagian gue cuma tiduran aja"
" Tapi tetep aja gue nggak bisa ninggalin Lo sendirian,"
" Gini aja, Kalua gue tiba-tiba butuh sesuatu atau kenapa-napa, gue bakal telepon Lo saat itu juga gimana,"
Alana berpikir sesaat, lalu mengembuskan napas beratnya, " Yaudah gue Pulang, Tapi inget, kalau ada apa-apa langsung telepon gue,"
Samudra mengembangkan senyumnya, " iya, Sayang, "
Alana beranjak dari duduknya dan membebani barang-barangnya ke dalam tas, ia lalu berjalan ke arah brankar Samudra, " Gue Pulang dulu, bentar doang. Jangan kangen, "
" iya Bawel banget sih. Ya udah gue balik dulu ingat kata-kata gue, " Ujar Alana memperingati sebelum berlalu dari hadapan samudra
...•••...
Setelah sekitar 3 jam waktu bagi Alana untuk bersih-bersih dan beristirahat, akhirnya ia kembali melangkahkan kakinya ke kamar inap Samudra
Dan inilah momen yang sangat tidak diinginkan olehnya. melihat di ruang rawat tersebut ada sosok wanita baya yang tengah menatap sinis pada dirinya. Alana berjalan kaku ke sebelah ranjang samudra, kali ini tidak ada mertuanya
" Suami lagi sakit malah keluyuran, aja " sindirnya tajam
Alana merutukinya dalam hati. kalau bukan Omanya Samudra, ia Pasti akan menyumpahinya cepat mati atau pun yang membuat hatinya senang
" Oma, kan tadi aku udah bilang Alana pulang aku yang nyuruh Oma, " ujar Samudra menengahi
" Sayang Oma Carikan wanita yang lebih Pengertian mau ya, " tawar Oma dengan lembut
" Oma, apaan sih, ? Nikah itu sekali umur hidup Alana juga udah Cukup," balas Samudra menggenggam lengan Alana yang berkeringat dingin dengan erat
" Heran, Oma sama kamu Apa bagus nya dia sih ? dumelnya
Samudra hanya tersenyum, " Oma katanya mau sebentar doang, "
" Kamu ngusir Oma, "
Samudra menggeleng-gelengkan kepalanya, " Tadi Oma yang bilang sendiri, "
" Kamu jadi ketularan dia, kan ! Nggak punya sopan santun sama yang tua, " Oma Langsung menunjuk ke arah Alana dengan tatapan tajam, " Udah, ah Oma Capek ngurusin kalian berdua. Oma Pulang dulu, " Kemudian Oma beranjak dari duduknya, mencium kening Samudra dan mengusap lembut rambutnya, setelah itu barulah Oma meninggalkan ruangan
" Siapa juga yang mau di urus situ Emang gue bayi apa, ? Alana memdumel kesal karena wanita tua itu sudah pergi
Samudra Terkekeh, " Nggak boleh gitu, "
" Untung ya Sam, hati gue terbuat dari baja, Coba kalau nggak, udah gue jorogin kali tuh orang, "
" Udah, udah jangan omongin orang dari belakang dosa,"