Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 44 SUARA DARI SAMUDRA



Seolah waktu berhenti begitu saja, dada


Samudra diam mencerna apa yang di bilang Boby barusan. Mungkin benar, Alana tengah di titik terjenuhnya Pada hubungan keduanya


" Tapi ... gue nggak bisa Bob, " Ujar Samudra dengan wajah memelas


" Terus Lo mau gimana, Maksain Dia lagi ? Lo mau hal kayak gini ke ulang-ulang lagi. Lo mau liat dia gitu terus ? Ujar Boby, " Mungkin dia bener-bener mau main-main dulu sebelum dia mantepin hatinya buat Lo. Apa salahnya kasih dia waktu selagi kalian break, ada banyak hal yang mungkin bisa kalian lakuin yang nggak pernah kalian lakuin Pas lagi sama-sama, " Ujar Boby


Samudra kembali bungkam, " Tap .. "


" Lo mau dia berubah kan ? Potong Boby karena kesal juga melihat samudra yang terlihat tidak teguh pada Pendiriannya


" Oke, gue bakal kasih waktu buat dia Bob ? balas Samudra Pada akhirnya


Bobby Tersenyum, " Inget dunia itu bukan tentang Cewek doang. Kalau kata the Changcuters mah. Wanita tuh racun dunia, " ia merangkul bahu Samudra lalu tertawa


Kalua di Pikir-pikir omongan Boby ada benarnya juga. Tidak ada salahnya ia memberi waktu untuk Alana


...••••...


" sesalah apapun dia, kamu wajib maafin dia. Cara nyelesaiin masalah yang terbaik itu dengan ngobrol bareng bukan malah jauh-jauhan kayak gini, "


" Tapi Ma ... "


" Kamu kan Cowok masa gitu aja nggak tahu sih," Sela Sandra tersenyum simpul lalu berdiri dari duduknya dan melangkah keluar kamar Samudra


Samudra kembali terdiam, kini Pikirannya bercabang. Di satu sisi ia masih sakit hati namun di sisi lain ia benar-benar ingin melupakan semua yang telah terjadi dan memulai lembaran baru


...••••...


Setelah memantapkan Keputusannya Samudra melajukan mobilnya ke kediamannya Alana


ketika telah sampai di depan gerbang Komplek ia mulai memelankan lajunya mobilnya. Belum juga sampai ia ke teras rumahnya, ia kembali melihat Alana dengan Cowok yang kemarin. sepertinya Cowok itu mengantar Alana dari kampusnya. Hal itu mempertegas bahwa Alana memiliki semacam hubungan spesial dengan cowok itu


Dan ketika cowok itu mengelus lembut kepala Alana dan bagaimana ekspresi malu-malu Alana. hati nya kian memanas ia memegang stir kemudi begitu erat, guna melampiaskan kemarahannya


Dan untuk kesekian kalinya, Samudra jatuh karena Cinta


...••••...


" Jadi Pacar Pura-pura aku buat semalaman aja mau nggak,"


" Apa ! Enak aja, nggak mau, " tolak Kinan mentah-mentah


" Kenapa,"


" Yang seharusnya nanya itu aku bukan kamu kenapa kamu mau aku jadi Pacar pura-pura kamu Sam, kamu kan udah Nikah sama Kak Alana, "


" Please Kinan bantuin aku sekali ini aja Please mau ya " Pinta Samudra dengan wajah memelas


Kinan mendengkus, " Iya deh Tapi sekali ini aja aku bantuin kamu, "


Samudra Tersenyum, " Makasih Kinan Cantik nanti aku traktir makan sepuasnya, "


" Bener, nih, " mata Kinan berkilat-kilat Penuh kesenangan


" Ngomong dari tadi kek aku Pasti bakal iyain dari tadi,"


...••••...


" Kamu bego banget sih Sam, Kak Alana itu Cinta banget sama kamu, Tahu gini tadi aku nggak mau jadi pacar pura-pura kamu, " Celoteh Kinan sangat keduanya tengah Perjalanan Pulang setelah mengikuti acara reuni SMA Samudra tadi


" iya aku memang bego, aku Cowok terbego, " ujar Samudra Putus asa


Kinan menghela nafas, lelah, " Kamu belum telat kok Sam, kamu masih Punya kesempatan,"


Bukannya memutar stir dan kembali Alana, kini ia malah duduk tenang dalam Posisinya


" aku Cuma Pengin lihat dia bahagia, walau nggak sama aku Kinan, "


" itu ucapan ter-bulishit Para cowok. sekarang aja bilang gitu entar mah nyesel 7 turunan Percaya deh sama aku"


Samudra diam, " Dia nggak bahagia sama aku, Kinan, "


" Dia yang bilang sendiri, "


Samudra menggeleng


" Terus kamu tahu dari siapa kalau dia nggak bahagia sama kamu,"


Samudra kembali diam


" Udah ah Gue Pusing dengan hubungan kalian berdua"


" Ren, gue mau nikah sama Lo, "


Samudra diam seribu bahasa, Wajahnya Pucat pasi ia mengamati dua sejoli di hadapannya yang saling berpelukan. Apa tak ada kesempatan untuknya lagi ? Apa benar selama ini Alana sudah benar-benar tak mencintainya lagi Dada Samudra sesak. ia meraba bagian dadanya terasa amat sangat menyakitkan. Tahu-tahu matanya sudah basah. Samudra mengusap kasar matanya yang sudah berair. selanjutnya ia berlari dari dua orang itu, berlari sejauh-jauhnya


" Sam, kamu kenapa ?" tanya Kinan Panik ketika melihat Samudra dalam keadaan yang tidak baik-baik Buru-buru ia mengejarnya


" Sam,"


Samudra terdiam ketika sudah mencapai Parkiran


Kinan memeluknya dari belakang, " Kamu bisa Cerita sama aku, "


Bagi Kinan, Samudra adalah sosok Kakak yang sangat Kinan sayangi. sejak kecil dulu, sebelum keluarganya Pindah rumah keduanya selalu Pergi ke mana-mana bersama. Dan semua orang menganggap keduanya saling kandung saking dekatnya


" Benar kata kamu Kinan, aku sekarang nyesel, " Ujar Samudra, " sekarang dia mau nikah sama Cowok lain "


Kinan mengusap wajahnya Samudra dengan lembut, " Dengerin aku Samudra kalua kamu mutusin satu hal, kamu juga harus siap sama konsekuensinya. kamu mau dia bahagia, biarin dia bahagia walau nggak sama kamu, karena emang itu kan yang kamu mau melihat dia bahagia sama Cowok lain,"


Samudra memeluk Kinan dengan erat tak kuasa menahan air matanya, Kinan Pun membalas pelukannya " Tapi nyatanya aku nggak bisa lihat dia bahagia sama Cowok lain selain aku, "


" aku yakin kamu bisa Sam, Biarin dia bahagia, Dia udah terlalu sakit hati selama ini, "


Akhir-akhir ini Samudra tidak makan dan tidak memperdulikan lagi Penampilannya. ia sering lakukan bolak-balik Club malam, Berharap bisa melupakan semuanya yang telah terjadi. Tapi nyatanya apa ? semakin ia menghindar, maka semakin Pula terasa sakit


Dan setelah Alana menemuinya dan memberikan Undangan Pernikahan Padanya, hatinya Samudra sakit kembali remuk redam. ia tak bisa merasakan apa-apa lagi saat ini. Hatinya sudah mati, seiring Pemilik hati pergi meninggalkannya Mungkin benar apa kata Kinan dan Mamanya jika melepaskan Alana membuat cewek itu bahagia, maka akan Samudra lakukan apa pun untuk Alana Apa Pun. Demi Alana bahagia ?