Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 6 After Wedding



Untuk. Kesekian kalinya Alana mengembuskan napas lelahnya. kini ia berdiri bosan mendengarkan guru BK yang tengah memberi nasihat Pada murid-murid yang terlambat


" Sstt ... "


Refleks Alana menoleh dan mendapati Gea tengah memberi kode dengan memonyong - memonyongkan bibirnya sehingga menimbulkan suara desiran


" Lo juga telat, "


" Sweet nggak sih kita ? tanya Gea Senyum senyum tak jelas. Alana tahu bahwa ia merasa lega karena ada teman yang akan bersamanya ketika menjalani hukuman


" Kenapa Lo telat, " tanya Alana yang sudah menggeser posisi berdirinya dekat dengan Gea


" Bisalah. Alesan klasik, gue bangun kesiangan,"


Bulan menggaguk


" Lah elo ?"


Alana menyengir, " Sama kayak lo,"


" Eh, si Bara nanyain Lo Mulu tuh," ujar Gea


" Terus Lo bilang apa,"


" itu yang di belakang, " karena suara tersebut sontak semua barisan menoleh ke belakang. Lebih tepatnya ke arah Gea dan Bulan yang tengah mengobrol


" Lagi ngobrolin apa kalian ?" tanya Bapak Niko guru BK


Alana menggaruk belakang kepalanya, " Nggak ada kok Pak, "


Pak Niko menghela nafas dan kembali melanjutkan lagi ceramahnya. Baik Gea atau Alana menghela nafas lega


" Loh sih, "


Gea tak terima, " Kok malah nyalahin gue"


" Diem deh, diem, Dengerin Bapak dulu, " Ujar Alana dan Pandangannya Fokus ke depan


" Mengerti anak-anak,"


" iya Pak, " sahut Alana Paling nyaring. seolah - olah ia-lah yang Paling mendengarkan


" Caper mulu hidup Lo," cibir Gea


" Biarin ! Yang Penting nggak baperan kayak Lo ? Alana menjulurkan lidahnya Pada Gea


" Eh, Ban, hukumannya apaan ? tanya Alana Pada Bani teman satu angkatannya ketika barisan sudah bubar, Pasalnya dari tadi ia kurang mendengar Penjelasan dari guru Bk-nya itu


Bani menoleh, " Nggak di hukum apa-apa,"


Dapat Alana dengar Gea mengumamkan kata Yes


" Tapi minta surat keterlambatan Ke Ketua OSIS, " lanjutnya seraya berlalu dari hadapan keduanya


" Wah, dia serius ? Oke lah kalua gitu ayok Alana kita ketemu Cogan, " ujar Gea bersemangat


Dan begitu sampai di ruang OSIS, semua anak-anak mengantri dengan cara berbaris Panjang ke belakang sebelum mendapatkan surat keterangan terlambat tentu Samudra melayangkan beberapa Pertanyaan terlebih dahulu yang membuat Proses itu terlalu lama


" Lama deh, " geretu Alana tak sabaran


" Sabar elah, " Timpal Gea


" Eh, entar tungguin gue,"


Gea mengacungkan ibu jarinya karena Gea berdiri di depan Alana ,otomatis ia akan selesai terlebih dahulu


" Cepet amat Lo, " gerutu Alana ketika mendapati Gea melambai-lambai sepucuk surat dengan senyuman kebanggaannya


" Gue tunggu di depan. jangan lama lama entar Lo jatuh cinta Lo, " ucapnya tertawa


Alana melangkah mendekati Samudra yang tengah duduk di kursi kebanggaannya dan berhenti ketika mendapati dirinya sudah berdiri tepat di depan meja Samudra hanya menatapnya sekilas


" Kenapa Lo telat ?" tanyanya datar sambil menggenggam Pulpen dan bersiap menuliskannya Pada secarik kertas


" Gue kesiangan, " ujar Alana seadanya


" Bangun kesiangan atau sengaja bangun siang ?" sindir Samudra


Samudra melirik rok yang dikenakan Alana, Dengan gerakan spontan, Alana juga melirik roknya


" Mau gue lagi gunting, "


Alana menggeram, " Enak aja, hari ini nggak ada Razia"


Samudra mendongak, " Gue yang nentuin, bukan Lo, " Ujarnya datar


Alana tak henti-hentinya mendumel dalam hati,


" Besok-besok telat lagi, mending Lo Pulang aja sekalian nggak usah sekolah, yang ada Lo ngerugiin Pihak sekolah, "


Alana merampas kasar kertas yang sudah diisi Samudra dan berbalik begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih.Demi Tuhan Alana, ingin sekali menampar lelaki itu


" Lo dapet Undangan Party Dania nggak ? tanya Gea pada Alana yang tengah melahap siamoy-nya


Alana menggeleng, " Lo dapet, "


Gea menggaguk, " Lo belom kali, "


Alana menggaguk, " iya kali,"


" Di kelas kita belum ada yang diundang Dania mungkin nanti," ujar Raina kalem, kalau kalian diundang Pasti, dateng kan"


" Pastilah gue dateng, " jawab cepat Alana


" Eh Alana Tumben Lo Pakai Cincin " Celetuk Raina


Alana menoleh Pada Cincin yang melingkar di jari manisnya, ia lupa melepas itu semalam ," Dikasih Nyokap Dia kan habis liburan, Gitu " alibi Alana