
Untuk. Kesekian kalinya Alana mengembuskan napas lelahnya. kini ia berdiri bosan mendengarkan guru BK yang tengah memberi nasihat Pada murid-murid yang terlambat
" Sstt ... "
Refleks Alana menoleh dan mendapati Gea tengah memberi kode dengan memonyong - memonyongkan bibirnya sehingga menimbulkan suara desiran
" Lo juga telat, "
" Sweet nggak sih kita ? tanya Gea Senyum senyum tak jelas. Alana tahu bahwa ia merasa lega karena ada teman yang akan bersamanya ketika menjalani hukuman
" Kenapa Lo telat, " tanya Alana yang sudah menggeser posisi berdirinya dekat dengan Gea
" Bisalah. Alesan klasik, gue bangun kesiangan,"
Bulan menggaguk
" Lah elo ?"
Alana menyengir, " Sama kayak lo,"
" Eh, si Bara nanyain Lo Mulu tuh," ujar Gea
" Terus Lo bilang apa,"
" itu yang di belakang, " karena suara tersebut sontak semua barisan menoleh ke belakang. Lebih tepatnya ke arah Gea dan Bulan yang tengah mengobrol
" Lagi ngobrolin apa kalian ?" tanya Bapak Niko guru BK
Alana menggaruk belakang kepalanya, " Nggak ada kok Pak, "
Pak Niko menghela nafas dan kembali melanjutkan lagi ceramahnya. Baik Gea atau Alana menghela nafas lega
" Loh sih, "
Gea tak terima, " Kok malah nyalahin gue"
" Diem deh, diem, Dengerin Bapak dulu, " Ujar Alana dan Pandangannya Fokus ke depan
" Mengerti anak-anak,"
" iya Pak, " sahut Alana Paling nyaring. seolah - olah ia-lah yang Paling mendengarkan
" Caper mulu hidup Lo," cibir Gea
" Biarin ! Yang Penting nggak baperan kayak Lo ? Alana menjulurkan lidahnya Pada Gea
" Eh, Ban, hukumannya apaan ? tanya Alana Pada Bani teman satu angkatannya ketika barisan sudah bubar, Pasalnya dari tadi ia kurang mendengar Penjelasan dari guru Bk-nya itu
Bani menoleh, " Nggak di hukum apa-apa,"
Dapat Alana dengar Gea mengumamkan kata Yes
" Tapi minta surat keterlambatan Ke Ketua OSIS, " lanjutnya seraya berlalu dari hadapan keduanya
" Wah, dia serius ? Oke lah kalua gitu ayok Alana kita ketemu Cogan, " ujar Gea bersemangat
Dan begitu sampai di ruang OSIS, semua anak-anak mengantri dengan cara berbaris Panjang ke belakang sebelum mendapatkan surat keterangan terlambat tentu Samudra melayangkan beberapa Pertanyaan terlebih dahulu yang membuat Proses itu terlalu lama
" Lama deh, " geretu Alana tak sabaran
" Sabar elah, " Timpal Gea
" Eh, entar tungguin gue,"
Gea mengacungkan ibu jarinya karena Gea berdiri di depan Alana ,otomatis ia akan selesai terlebih dahulu
" Cepet amat Lo, " gerutu Alana ketika mendapati Gea melambai-lambai sepucuk surat dengan senyuman kebanggaannya
" Gue tunggu di depan. jangan lama lama entar Lo jatuh cinta Lo, " ucapnya tertawa
Alana melangkah mendekati Samudra yang tengah duduk di kursi kebanggaannya dan berhenti ketika mendapati dirinya sudah berdiri tepat di depan meja Samudra hanya menatapnya sekilas
" Kenapa Lo telat ?" tanyanya datar sambil menggenggam Pulpen dan bersiap menuliskannya Pada secarik kertas
" Gue kesiangan, " ujar Alana seadanya
" Bangun kesiangan atau sengaja bangun siang ?" sindir Samudra
Samudra melirik rok yang dikenakan Alana, Dengan gerakan spontan, Alana juga melirik roknya
" Mau gue lagi gunting, "
Alana menggeram, " Enak aja, hari ini nggak ada Razia"
Samudra mendongak, " Gue yang nentuin, bukan Lo, " Ujarnya datar
Alana tak henti-hentinya mendumel dalam hati,
" Besok-besok telat lagi, mending Lo Pulang aja sekalian nggak usah sekolah, yang ada Lo ngerugiin Pihak sekolah, "
Alana merampas kasar kertas yang sudah diisi Samudra dan berbalik begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih.Demi Tuhan Alana, ingin sekali menampar lelaki itu
" Lo dapet Undangan Party Dania nggak ? tanya Gea pada Alana yang tengah melahap siamoy-nya
Alana menggeleng, " Lo dapet, "
Gea menggaguk, " Lo belom kali, "
Alana menggaguk, " iya kali,"
" Di kelas kita belum ada yang diundang Dania mungkin nanti," ujar Raina kalem, kalau kalian diundang Pasti, dateng kan"
" Pastilah gue dateng, " jawab cepat Alana
" Eh Alana Tumben Lo Pakai Cincin " Celetuk Raina
Alana menoleh Pada Cincin yang melingkar di jari manisnya, ia lupa melepas itu semalam ," Dikasih Nyokap Dia kan habis liburan, Gitu " alibi Alana