
Begitu juga Alana ia sampai mengelus dadanya berulang kali saking senengnya
" Alana, abis ini Lo minta tanda tangan ke Iqbaal ya Gue mau ngurus surat-surat yang lain, " Ujar seorang Cewek yang sebidang dengan Alana. Dan sepertinya Dia adalah kakak tingkat Alana
" Tap ... "
" Nih, Proposalnya Gue duluan, " Cewek itu langsung memberikan Proposal tanpa mendengarkan apa yang di katakan Alana lalu berlalu begitu saja
Alana berdecak kesal lalu memegang Proposal tersebut dengan benar. Lalu ia menuju ke tempat ketua Pelaksana berada
" Kak, lihat Kak Iqbaal nggak ?" Tanya Alana Pada anggota Panitia
" Eh, Dek Alana, ngapain nyari Iqbaal, "
Alana Tersenyum, seramah mungkin, " Ada keperluan Kak, "
" Minta ID LINE Lo dong, " Celetuk Cowok yang lainnya. Mau SMA mau Kuliah cowok di mana-mana sama aja, Mata keranjang lihat yang bening dikit, langsung deketin
" iya dong kan sesama Panitia, jangan Pelit dong, "
Seorang Cewek datang lalu menjitak kepala cowok yang tadi berusaha menggoda Alana
" Sakit, Bego, " Keluhnya
" Rasain tuh Buaya darat emang harus di gituin," sahutnya Sadis
Si cowok pada nyengir, sedangkan Alana, ia cuma jadi Penonton
" Eh, Lo Tadi nyariin siapa, ? Tanya si Cewek
" Nyari Kak Iqbaal, Kak, "
" Oh Iqbaal. Tuh di sana lagi ngobrol sama dosen, " Cewek itu menunjuk Cowok yang ada di ujung koridor yang tengah berdiri bersama dosen
" Makasih, Kak, " Lalu Alana berlalu dari hadapan-hadapan kakak-kakak tingkatnya yang playboy itu
Setelah melihat Iqbaal, ia mulai mendekati keberadaannya, Namun berhubungan Iqbaal tengah mengobrol dengan dosen, ia menunggu dengan menjaga jarak yang cukup jauh. Alana menghela nafasnya, lalu melirik jam yang melingkar di Pergelangan tangannya 22,45, Huff ini mah Pulang tengah malam ?
" Lo, nyari gue, "
Alana mengamati sepatu yang berada di hadapannya lalu mendongakkan kepalanya kemudian tatapannya bersibobrok dengan Iqbaal ia lalu membenarkan posisi berdirinya, " Eh, iya Kak, " Ujarnya sambil tersenyum
" Ada apa ? Yang tadi kurang jelas, "
Alana menggeleng, " Bukan, Kak "
" Terus apa, ?
Alana menyodorkan Proposal yang ada di dekapannya, " Saya di suruh minta tanda tangan Kakak buat Proposal ini,"
Iqbaal menerima proposal tersebut, lalu membolak-balik tiap lembarnya, " ini proposal apa ?
Alana diam sebentar. kalau di ingat-ingat si Rina sialan tadi nggak bilang apa-apa selain minta tanda tangan Iqbaal, " Maaf Kak saya kurang tahu, "
Iqbaal mengerutkan dahinya, " Kalau nggak tahu kenapa harus ngajuin proposal ini ke gue ? kalau gue mau gue tanda tangan minimal Lo harus ngejelasin apa isinya, " Ujarnya setengah kesal, " Lo, divisi apa, ?
" Humas, Kak, "
" Ya udah nih, " Iqbaal menyodorkan Proposal tersebut
" Tanda tangannya mana, Kak ? tanya Alana Polos
" Nanti, kalau lo udah Paham sama isinya, " balasnya
Alana menghela nafas Sabar, " Ya udah makasih Kak, " ujar lalu mengambil Proposal tersebut, " Lalu ia berlalu dari hadapan Iqbaal,"
Ketika sampai di koridor, ia tak melihat satu pun orang yang tersisa di sana kecuali satpam kampus
" Pak, " Sapa Alana sambil melemparkan senyum ramah Pada satpam tersebut
" Belum Pulang Neng,"
" Belum Pak, "
" Mau Bapak anter ke depan, "
" Oke kalau gitu ati-ati di jalan, "
Alana mengangguk lalu berlalu begitu saja
Ketika sudah sampai di depan gerbang, Alana Celingukan ke sana-kemari berharap ada taksi yang lewat Tapi nyatanya nggak ada sama sekali taksi yang melintas Alana mulai melangkah menjauh gedung dengan langkah yang lumayan tergesa. tiba-tiba saja bunyi klakson membuat Alana berjengit kaget
" Eh, Monyong ! Alana yang kaget memegang dadanya sendiri yang berdegup kencang. Tuh klakson nggak tahu diri
Alana menoleh ke belakang, " Pulang sendiri, " tanya cowok yang ada di atas motor dengan wajah watadosnya
Namun ketika melihat Cowok yang ada di atas motor itu, barulah Alana dapat bernafas lega. Dia Iqbaal
" Eh, i ... iya, Kak, "
" Naik, " Ujarnya, " Gue anterin Lo pulang, "
" Emangnya nggak apa-apa Kak, "
Iqbaal tak mengatakan apa-apa ia hanya menyodorkan helm Pada Alana. Dengan sedikit ragu Alana menerimanya dan memasangkannya, Dengan langkah kikuk, ia melangkah ke belakang motor Iqbaal dan menaikinya
" Udah ?
" Udah, Kak, "
Lalu motor melaju meninggalkan gedung Kampus
" alamat rumah di mana, "
" Perumahan redesince Kak, dekat supermarket," Ujar Alana
Lalu setelah 5 menitan berlalu, Keduanya Pun sampai. Alana turun dari motor dan melepaskan helmnya memberikannya helm Pada Iqbaal
" Makasih ya Kak, "
Iqbaal mengangguk, " Jangan lupa Pelajarin Proposalnya, "
Alana mengangguk
" Ya udah gue duluan, "
" Sekali lagi, Makasih Kak,"
Setelah Iqbaal berlalu dari Pandangannya, Alana melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah lesu setelah sampai di kamar, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur begitu saja tanpa melepaskan ransel atau sepatunya
" Nyesel gue ikut kepanitiaan. Mendingan jadi kupu-kupu aja sekalian gue, " keluhnya
Tiba-tiba bayangan Samudra muncul di benaknya
" Samudra lagi ngapain ya ? Gue telepon ah,"
Alana merogoh ranselnya untuk berpikir menelepon Samudra. ia berpikir lebih baik video call sekalian Maka dari itu tanpa pikir panjang. ia langsung mendial nomor Samudra. tepat pada dering keempat Panggilan tersebut di angkat
" Sam, gue ke sa .... "
" Lo Siapa ? tanya Alana di seberang sana
Alana tak mendapati Samudra di layar Ponselnya Tapi yang muncul adalah sesosok Cewek asing yang sama tidak Alana kenal
Seolah oksigen di sekitarnya menipis, Alana merasa pernafasan tergganggu, jantungnya berdebar sangat kencang. ia tidak ingin berpikir aneh-aneh Pada Samudra
" Where, Samudra, " Tanya Alana dengan hati-hati
" Samudra lagi Mandi, " Jawabnya
Cewek itu mengarahkan layar ponselnya pada pintu kamar mandi Samudra dan terdengar suara gemercik air di seberang sana. Lalu ia mengarahkan lagi kamera tersebut padanya. Dan Penglihatan Alana dapat menangkap kalau cewek itu sedang mengenakan pakaian yang amat sangat di kenali, Pakaian Samudra
Mata Alana berkaca-kaca tak kuasa membayangkan apa sebenarnya terjadi pada orang itu, secara sepihak Alana mematikan Panggilan tersebut
Dan, tanpa bisa ditahan lagi air matanya Jatuh begitu saja
" Berengsek, Lo Sam, "