Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 25 KESALAHPAHAMAN



ana kaget ketika Satya dengan tiba-tiba membalikkan tubuhnya ketika keduanya baru sampai di depan Pakkirash, Lo apaan sih, Awas, " Ujar Alana jengaatya terlihat gelagapan, " Entar dulu, deh, " Satya diam.Terlihat ia sedang berpikir keras, " Kenapa Lo nggak rapiiin dulu rambut Lo ? Lepek tuh, " Ujar Satya sambil mengacak-acak rambut Alanpaan sih ? Gue ini baru keramas tadi Pagi, Udah ah, gue mau nunggu di dal .. "Bentar dulu deh, " sekali lagi Satya menahan lagi Apaan lagi, "Sumpah bibir Lo Pucet banget, nggak kayak biasanya, lana spontan memegang bibirnya, " Emang gue nggak Pakai Lipstik, sekarang gue Pake lipbalm, atya menggaruk belakang kepalanylana mengerutkan dahinya, " Lo kenapa sih Satya kok tiba-tiba aneh kayak gini, Nggak .. itu anu ... "Udah ' lah nggak jelas Lo, " Ujar Alana dan hendak berlalu dan lagi-lagi Satya menahannyaApa sih Sat, " bentak Alana kesalLo nggak boleh ke Parkiran, !" Ujar Satya Frustas Maksud Lo apaan sih, "Nggak ada. Pokoknya Lo nggak boleh ke sana, Lepasin tangan gue Satya " Alanengan sekali hentakan melepaskan cekelan lengan Satya dan langsung berbalik untuk mencapai Parkiran. Tapi sepertinya itu bukan ide yang bagKarena di sana di dalam Parkiran terlihat Samudra yang memasuki mobil dengan seorang Cewek berjilbab. Alana menahan napas ketika Samudra mengendarai mobilnya dan berlalu begitu saja di depannya. Apakah obrolannya dengan Cewek berjilbab itu lebih asyik sampai-sampai ia mengabaikan keberadaan Alana yang tengah berdiri bagai orang idiot di Pinggiran Parkiran ?di ini alasan Satya melarangnya masuk ke Parkiran. ini adalah kombinasi sempurna untuk menghancurkan suasana hatinya. Lagi dan lagi Samudra membuatnya melambung tinggi, lalu detik berikutnya ia juga menghempaskan dengan sekali hentakan ke dasar tanah.Gue kan udah bilang jangan ke Parkiran, " Ujar Satya dengan tatapan ib Gue udah berubah demi dia, Tapi elo liat sendiri kan, Sat ? Dia malah jalan sama Cewek lain, terus apa arti Pengorbanan gue, " Ujar Alana lirih


Kalau dia nggak mau nganterin gue, gue nggak apa-apa asal di bilang, bukan malah bikin gue berharap dan nyatanya ..., " Alana tak sanggup lagi melanjutkan kata-katanatya menggapai kedua bahu Alana, " Udah Alana, Kita Pulang aja gue anterin Lo pulang, " Satya menggiring tubuh Alana di mana motornya beradepanjang Perjalanan keduanya diam mem Alana, lu mau makan dulu apa nggak, " Nggak, "


" Ya udah kalau nggak mau, jalan aja Kuy,


Alana diam tak menjaw Alana jangan kayak gini dong, kalau Kayak gini gue nggak tahu harus gimana, " Ujar Satya Frustasi, " Lo mau makan gue yang traktir, Lo mau belanja ayo, gue temenin Tapi jangan diem kayak gini serem tahu, "na tak menjawab lagi. ia lebih memilih bungkam. Satya menghela nafas Lebih baik ia bonyok di gebukin Alana daripada diam kayak ginitelah sampai di depan rumah. Alana turun dari motor SatyaMau gue temenin nggak,


Alana, "


Mending lo Pulang aja, Makasih udah mau nganterin gue Pulang, " Ujar Alana lesu dan berjalan ke dalam rumah


Satya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tapi pada akhirnya, ia tancap gas meninggalkan kediaman rumah Alana