Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 37 BREAK



Tanpa pikir panjang ia langsung mengambil handphonenya dan mengecek siapa yang meneleponnya Dan ketika dia tahu siapa penelepon Alana berdecak kesal. Namun akhirnya, ia mengangkatnya juga Sebelumya ia terlebih dulu membuat jarak dengan Iqbaal


" Apa lagi sih ?


" Lo masih marah sama gue, "


" Perlu banget Lo tanyain itu ,"


Samudra menghela nafas lelah, " Kalau Lo nggak suka gue deket sama Cewek lain, Gue nggak bakal deket-deket sama Cewek lain lagi,"


" Nggak Perlu Lakuin apa yang mau Lo lakuin sebebas Lo, "


" Lo kena ... "


" Gue lagi sibuk, Gue tutup, "


" Tung... "


Alana kembali ke tempat duduknya. Memasukkan handphonenya dengan sedikit membantingnya lalu kembali membaca Proposal tersebut dengan teliti


Sekitar 15 menit kemudian Alana telah sampai pada lembar terakhir


" Udah selesai Kak, "


" Jelasin, "


" Jadi Proposalnya yaitu tentang surat pengajuan untuk mengisi acara event ini. Nah, biar acara ini lebih banyak diminati kita bakal ngundang motivator yang sedang naik maka dari itu kita butuh dana buat motivator, kurang lebih isinya gitu, Kak, " Ujar Alana


Iqbaal diam sejenak mencerna kata demi kata yang terlontar dari bibir Alana, " Lo tahu nggak event ini tujuannya buat apa"


Alana mengangguk, " Penggalangan dana,"


" Harusnya Lo lebih memahami event ini Daripada kita ngundang motivator ternama bukannya lebih baik kalau Uangnya kita Pake hal yang lebih Penting lagi. Gue nggak setuju,"


Alana hanya dapat mengangguk


" Apa Lo Punya ide lain, "


" Hah ? ide, "


Iqbaal mengangguk, " selain kita ngundang motivator buat ngisi acara ini,"


Alana diam, " Kenapa kita nggak minta bantuan aja ke anak kampus ini yang Pinter Ngomong selain bisa ngisi acara dengan baik. bayaran Juga nggak Segede ngundang motivator, "


" Boleh juga, "


" Kalau gitu saya revisi lagi Proposalnya,"


" Harus,"


Alana mengangguk, " Ada yang perlu di bicarain lagi, "


Iqbaal diam sejenak memikirkan kira-kira apa lagi yang perlu di bahas. Namun kemudian kepalanya menggeleng, " Nggak ada, "


Alana Tersenyum, " kalau gitu saya keluar, "


" Ya udah nanti setelah Proposalnya selesai langsung kasih gue aja. nggak usah nunggu Perintah, "


" Oke Kak, saya duluan, " Alana melangkah meninggalkan ruangan rapat


Alana melangkah dengan lesu ke arah Perpustakaan yang sudah mulai sepi karena jam sudah menunjukkan jam 5 sore


" Udah Rapatnya, " Ujar seseorang cowok


Sontak Alana menoleh, " Ngapain Lo masih di sini,"


Reno nyengir, " Nunggu Lo, "


" Buat apa nungguin gue segala,"


" Mau Pulang bareng,"


" Tapi dari tadi gue nungguin Lo,"


" Gue nggak minta,"


" Lo Kenapa sih,"


" Nggak kenapa-kenapa gue duluan,"


Alana melangkah dengan cepat Namun baru beberapa langkah ia berjalan lengannya tiba-tiba saja di tahan oleh Reno


Alana memejamkan matanya erat-erat lalu selanjutnya menhentakan dengan kasar tangan Reno ," LO BUDEG APA GIMANA SIH,"


Dahi Reno mengerut dengan samar, " Lo Kenapa ? ada masalah,"


" Cewek Lo nyuruh gue untuk jauhin Lo, " Ujar Alana, " Jadi Lo nggak usah deket-deket gue lagi ngerti "


" Gue nggak Punya Cewek,"


" gue nggak Peduli, Oke ? Urus aja Pacar Lo itu jangan tambah beban hidup gue, "


Alana melangkah menjauhi Reno. dengan langkah lebar, Berharap Reno tidak mengikutinya Dan, harapan terkabul Demi apa pun ia ingin beristirahat sejenak dengan semua masalah ini.


...•••••...


Alana yang tengah menyusun laporan praktikum seketika ia meraih handphonenya ketika mendengar notifikasi LINE-nya yang berbunyi


...Michelle...


...Alana gue temen nya Samudra gue mau jelasin gue sama Samudra nggak ada hubungan apa-apa gue Samudra Cuma temen nggak lebih dari itu gue mohon sama Lo jangan salah paham sama Samudra Mafaafin dia gara-gara Lo Samudra jadi ngejauhin gue gue mohon sama maafin Samudra...


Alana menggeram kesal, jadi selama ini Samudra main belakang sama Alana. Tanpa Pikir Panjang ia langsung mendial nomor Samudra


" Hallo, ? sapa suara di ujung sana dengan semangat


" Gue mau ngomong sama Lo, " Ujar Alana datar


" Gue dengerin,"


Alana menghela nafasnya, " Gimana kalau kita ..." Alana menelan ludahnya, " Break,"


Tak ada sahutan di Ujung sana


" Maksud Lo apa ?


" iya kita break, kayaknya kita emang sama-sama di titik jenuh dalam hubungan ini. mending kita selesain dulu masalah kita masing-masing baru abis itu kita mulai lagi,"


" Gue nggak mau ! Mau alesan apa lagi Lo nggak bisa apa terima maafin gue aja,"


" Kalau kita break, Lo bisa bebas tanpa ada beban, Lo bebas Sam, lo bisa bebas cari Cewek mana aja tanpa ragu karena ada gue aja,"


" Jangan ngawur, Gue nggak bakal lakuin itu Cuma Lo Cewek satu-satunya di hidup gue yang Paling gue cintai, Apa susahnya sih Percaya sama gue,"


Alana lagi-lagi menahan nafasnya, " gimana kalau 3 bulan, "


" GUE NGGAK MAU !


" Lo boleh coba hubungan sama cewek lain dulu selagi kita break, "


" Lo deng ... "


" Selama kita break bagusnya lebih kita jangan saling kabar-kabaran Sam, Lo harus tetep fokus sama. hidup Lo, Begitu juga gue,gue bakal tetep fokus sama hidup gue"


" sekali gue bilang. GUE NGGAK MAU, "


" Manfaatin kebebasan Lo ya Sam, Maafin gue egois karena udah larang-larang segala hal ke Lo. Lo berhak hidup bebas tanpa ada ikatan Sam, tanpa ada gue di hidup Lo, selama kita break gue bakal janji bakal perbaiki diri gue sebaik mungkin biar gue Pantes bersanding sama Lo, "


Terdengar geraman menahan amarah di Ujung sana, " Lo mau Kita break kan ? Oke, kita break,"


Alana memegang dadanya. Hatinya sakit Tapi ia bisa apa ? air matanya menjawab segala kesesakan di dalam dadanya