Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 32 TENTANG DION



" Lah, kesehatan semuanya,"


Raina mengangguk, " Kalua Lo, "


" Ortu gue, sih Penginnya gue masuk kedokteran Samudra juga nyaranin buat gue masuk kedokteran Tapi gue takut Njir, Otak gue kan Pas-pasan Tapi kemungkinan besar sih gue masuk ke jurusan kedokteran, "


" BTW Lo udah milih kampus ? tanya Satya


" Nah, itu masalahnya, Gue takut salah milih,"


" Lo Pengennya apa ?


" UI, "


" Yaudah bagus tuh. Lagian Katanya yang masuk UI kagak ada, " Sahut Abi


" Lah, yang bener lu,"


Abi mengangguk


" Kalau, Lo Na, ? UI juga, "


Sebenarnya sih Alana berharap bisa masuk kampus kedokteran bareng Raina. Masalahnya kalau Raina daftar di situ juga bisa-bisa Alana kebanting dengan nilainya Raina secara kan Ranking Raina di atas Alana. Pasti Alana yang gagal


" Ortu gue sih nyaranin di UGM, "


Alana menghela nafas lega, " Alhamdulillah seenggaknya gue ada Peluang lolos, "


" Btw kita pada mau daftar SNM ? keburu ketutup nih, " Ujar Alana kemudian


" Entar ajalah, masih ada 2 Minggu ini


" iya, sih, "


...•••...


Ketika Alana melihat Dion, Rasanya ia memiliki hutang yang belum di bayar. Hutang kalau belum di bayar kerasa ngeganjel. Dan Alana merasa belum sebelum melunasi hutangnya


Setelah membuat janji untuk bertemu di Perpustakaan, akhirnya keduanya duduk saling berhadapan dengan tatapan yang sulit di artikan


" Gue tahu dulu gue bikin sama Lo, Nggak sekarang gue ngerasa bersalah banget sama Lo. Tiap ngelihat Lo rasanya gue punya hutang yang belom di bayar, rasanya nggak enak sebelum kita bener-bener nggak ketemu lagi, gue minta maaf, Maafin gue ya, Dion, " ujar Alana tulus


" Sekarang Lo Udah tahu caranya minta maaf Kemaren-kemaren ke mana aja, " sindirnya


Alana jadi mengingat kesalahannya dulu memang sangat kertelaluan


Dua tahun yang lalu, tepatnya Alana baru masuk kelas 10


" Jadi selama ini gue cuma bahan dare lo sama temen-temen Lo, "


Alana menyedekapkan kedua lengannya di depan dada, " iyalah, Mana gue Pacaran sama Lo kalau nggak di Paksa


Orang-orang di Club tertawa tanpa terkecuali


" Selama ini Lo nggak tulus sama gue ? tanya Cowok itu sekali lagi Yap, dia Dion


Alana Tersenyum mengejek, " Lu tuh Udah Cupu bego lagi, Ya Pikir aja sendiri !


" Biasanya kan orang Cupu lumayan ada otaknya ya, Lah ini, " Celetuk seorang cowok yang ada di dalam Club


Dion membenarkan letak kacamatanya, Lalu berjalan mendekati Alana. ia berusaha memegang lengan Alana, " Lo lagi bercanda kan ? ini cuma bohongan kan


" ish apa-apaan sih. " Alana menyentak kedua lengannya, " Nggak usah Pegang-pegang, gue itu jijik sama, Lo, "


" Tapi selama ini gue tahu kalau Lo tulus cinta sama gue, " belanya sekali lagi


" Maksa banget sih ! sahut yang lain dan melemparkan kulit kacang tepat di depan wajah Dion


Dan yang lain ikut-ikutan melemparkan kulit kacang tepat di wajah Dion. Bahkan ada yang berani melemparkan botol Aqua yang masih ada isinya. Yang lain tertawa melihat Penderitaan Dion, begitu juga Alana


" Waluapun Lo cuma Pura-pura tulus sama gue, waluapun kita Pacaran karena dare lo sama temen-temen Lo, dan walaupun lo ngelakuin dengan terpaksa, Lo harus tahu, gue Sayang sama Lo tulus dari hati gue yang Paling dalem," Ujar Dion dengan sorot mata kecewa


Entah kenapa Alana tiba-tiba Terdiam, mencermati setiap kata yang keluar dari mulut Dion. Suara tawa di sekitarnya pun tak terdengar. ia hanya benar-benar terfokus pada Perkataan Dion


" Gue seneng lihat Lo senyum walau nyatanya itu semua cuma fake. Makasih waktu satu bulannya makasih buat kepalsuannya, " lanjut Dion menusuk. ia membenarkan kembali letak kacamatanya


" Gue harap di masa yang bakal dateng, Lo akan terjebak sama ketulusan Lo sendiri. Di mana Lo bakal ngerasain apa yang gue rasain, kemakan sama ketulusan yang Lo bikin sendiri, " Ujar Dion


" Semoga Lo bisa bahagia abis ini, " Ujarnya Penuh Penekanan lalu begitu saja


Suara tawa makin nyaring. Tapi Alana terdiam Baru kali ini ia merasa menyesal telah menyakiti hati seorang cowok


...•••...


Alana jahat, memang ! Tapi itu dulu Ketika ia masih labil dan kekanak-kanakan. Menganggap semua lelaki akan memujanya, dan ia dengan senang hati akan menjatuhkannya begitu saja. waluapun kemarin-kemarin ia masih mempermainkan perasaan para cowok tapi tak pernah separah kasusnya Dion. ia tidak hanya Di Permainkan tetapi di Permalukan di depan umum Pula.


" Gue bener-bener minta maaf, Dion kalau waktu bisa di ulang, gue nggak bakalan ngelakuin itu Dulu gue masih kekanak-kanakan dan nggak mikir sejauh itu, " Ujar Alana lagi. ia tidak ingin Punya musuh dalam hidupnya.


Dion menghela nafas, " Gue mau tanya sama Lo,"


Alana bersiap mendengarkan


" Selama 1 bulan Lo Pacaran sama gue, sedikit aja ngerasa Cinta sama gue, "


Alana merenung sejenak sebelum menjawab, " Ada, "


" Seberapa banyak, "


" Sebanyak gue nyankal kalau gue cuma mau manfaatin Lo, "


" Sekarang, "


" Sekarang apa, "


" Gimana perasaan Lo ke gue sekarang"


" Sekarang gue mau kita berteman, "


Dion mengangguk, " iya gue mau, "


Alana Tersenyum, " berarti Lo udah maafin gue nih, "


" iya Yang Penting Lo udah nyadar dengan kesalahan Lo, "


" Makasih ya Dion, "