Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 26 BAIKAN



menahan nafasnya sejenak, mematiskan apakah ia mengalami gangguan Pendengarannya


" Maaf Karena gue Udah kasar sama Lo, "


matanya langsung terpusat PadNamun dengan segera Alana menepisnya. Satu saPosisi duduknya agar semaki" iya, gue tahu gue salah, Gue Udah bikin Lo sakit hati. Makanya gue minta maaf. Gue udah kalah sama emosi gue. Gue nggak Pakai otak kalau lagi emosi


" Lo jahat tahu nggak, " jerit Alana sambil memukul Dada Samudra sekuat tenaga.


" iya Gue Pantes di Benci, "


" Lo udah bikin gue nangis ! Walau rasa


" Asal jangan nangisin Cowok lain aja " temuin, ",


Kontan Samudra tertawa


hubungannya,"


Mukanya biasanya aja"Segampang itu Lo bilang Maaf. Apa kabar gue yang sakit hati beberapa hari belakangan ini. Lo peduli nggak ? Nggak, Kan Dan sekarang Lo dengan seenak jidatnya malah bilang Maaf ? Pergi aja deh Lo dari sini, " sentak Alana kesal


Samudra menggeser Posisi duduknya agar semakin mendekati Alana, " iya, gue tahu gue salah, Gue Udah bikin Lo sakit hati. Makanya gue minta maaf. Gue udah kalah sama emosi gue. Gue nggak Pakai otak kalau lagi emosi


Alana menghela nafas, Namun tiba-tiba air matanya keluar begitu saja, " Lo jahat tahu nggak, " jerit Alana sambil memukul Dada Samudra sekuat tenaga.


" Gue Benci Lo ! Benciiii, "


Samudra Terkekeh lalu meraih Alana ke Pelukannya, " iya Gue Pantes di Benci, "


" Lo udah bikin gue nangis ! Walau rasa kesalnya belum juga reda tapi ia tersenyum dalam Pelukan Samudra


" Asal jangan nangisin Cowok lain aja " balas Samudra sambil mengelus rambut Alana dengan lembut


Alana masih sesenggukan di dekapan Samudra, " Lo Cowok berengsek yang Pernah gue temuin, "


Samudra Terkekeh, " I Love you too "


" Lo masih hutang Penjelasan sama gue,"


" Soal tadi, "


" Pokonya jelasin sekarang !"


" Dia itu temen sekelas gue, " Ujar Samudra


" iya, "


" Berengsek Lo, " Alana memukul dada Samudra, " Jelasin sejelas-jelasnya, "


Samudra Terkekeh lalu mengecup ringan kening Alana, " Gue anterin dia beli Peralatan kelas. Dia kan bendahara dan gue ketua kelas Udah, gitu doang nggak lebih dari itu, "


Alana diam sejenak, " Bener, "


" iya Sayang, "


" Pokoknya Lo nggak boleh ngeyain Tawaran Oma, "


" Tawaran apa, " Dahi Samudra mengernyit


" Alah, Pura-pura nggak tahu, " Alana menyedekapkan kedua lengannya di depan dada Samudra


" Oh yang itu ... " senyum Samudra muncul menghiasi wajahnya, " Kenapa nggak kata Ahmad Dhani aja Punya istri dua itu enak, "


" NGGAK MAU ! AWAS AJA, "


Kontan Samudra tertawa


" Gue nggak bakal Nikah lagi, Lo aja udah cukup,"


Mau, tak mau Alana tersenyum juga, " Janji ya,"


Samudra mengganguk


" Oh iya gue sampai lupa, " Alana menepuk jidatnya, " Kok Lo bisa sampe minta maaf, "


" Yakin Lo mau denger, "


Alana mengangguk antusias


" Tanyain aja sama Satya, "


" Lah kok nanya sama dia apa hubungannya,"


Samudra Mengusap wajah Alana dengan kedua telapak tangannya, " Mukanya biasanya amenepis lengan Samudra, " ish, Gue Seriu menghela nafas, " Ya gitu Satya nemuin gue, dia ngejelasin sejelas-jelasnya sampe nggak ada yang kelewat sediengan Samudra, " ish, Gue Serius Samud Ya gitu Satya nemuin gue, dia ngejelasin sejelas-jelasnya sampe nggak ada yang kelewat sedikit pun, Masa sih, Mau tahu apa yang bikin ngakak ?


" Dia nangis di depan gue. Bujuk-bujuk gue biar bisa maafin sama Lo, "