Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 8 I Will KILL YOU



" Lo lebay banget sih, Gue itu Cuma nongkrong biasa sama temen-temen gue " bela Alana


" Gimana Lo mau bener kalau temen temen Lo bejat semua nggak ada satu pun yang bener Lo harus berhenti bergaul sama mereka, " ujar Samudra dengan mata yang tak lepas dari sosok Samudra


Alana membulatkan kedua matanya. Samudra tak ada hak untuk mengatur dengan siapa dia akan berteman


" Lo nggak ada hak buat ngatur siapa aja yang boleh dan nggak boleh jadi temen gue,"


" Ada, jelas ada, Karena Gue ini suami Lo,"


" Please deh Sam, kita emang udah nikah baik secara agama ataupun negera. Tapi diri gue sepenuhnya milik gue dan semua yang gue lakuin atas kehendak diri gue sendiri Please Lo nggak usah repot-repot ngatur gue, Atur aja diri Lo sendiri,"


" Karena gue ini suami Lo, gue nggak mau Punya istri macem jablay. yang hobinya nongkrong bareng Cowok ngerokok, di tambah nggak Pernah berlaku sopan santun sama kakak kelas. Lo mikir dong Percuma disekolahin kalau otak Lo Cuma adanya di dengkul doang, " sunggut Samudra terbawa emosi


" Gue emang bego, Otak gue di dengkul, Tapi seenggaknya hidup gue nggak mononton kayak Lo ! balasan Alana yang tersinggung atas Perkataan Samudra barusan


Samudra diam sejenak, " Sekali lagi gue lihat Lo nongkrong bareng Cowok yang nggak Jelas dan ngerokok, gue bakal bener-bener ngehukum Lo," ancam Samudra


" Gue bakal tetep ngelakuin itu. semakin Lo larang semakin gue tertantang. inget itu !"


" Lo ... " Samudra kehilangan kata-kata


" Gue ? Kenapa gue ? tanya Alana dengan sorot mata menantang


Samudra semakin mengeraskan rahangnya, " Gue bakal bilang ke nyokap Lo, " Putus Samudra pada akhirnya merogoh saku celananya untuk mengeluarkan Ponselnya


Raut wajah Alana yang semulah merah Padam seketika berubah menjadi Pusat Pasi. Samudra sendiri tak tahu bahwa reaksi Alana akan separah itu


" Lo nggak bakal bilang apa-apa ke nyokap gue, " ucap Alana sedikit gugup


" Kenapa nggak lo yang nantang gue duluan, " balas samudra seraya tersenyum Penuh kemenangan. ia menekan - nekan tombol layar handphonenya dan bunyi telepon tersambung kemudian terdengar di telinga keduanya


Alana menggelengkan kepalanya memberi kode agar Samudra tidak melakukan hal tersebut, " Gue bak ... "


" Hallo, Ada apa Nak ? Tumben telepon, " tanya Rani di seberang sana keheranan


Samudra tersenyum, " Nggak papa. Ma samudra Cuma mau bilang sesuatu tentang Alana "


" Oh ya, Alana kenapa, Nak ? Dia nurut sama kamu kan ?


Samudra menatap tajam Alana ia telah siap meledakkan bom waktu saat itu juga," Maaf Ma sebelumnya, Aku udah jadi suami nggak becus, " Samudra menghela nafas, Alana berusaha untuk menggapai - ngapai handphone. Samudra Namun dengan cekatan samudra berdiri sontak membuat Alana kesusahan menjangkaunya


" Cerita ke Mama, " tuntut Rani


" Hari ini Pas Samudra Pulang. Samudra melihat Alana lagi nongkrong bareng Cowok-cowok di warung kecil Pinggir jalan sambil ngerokok, "


" Kasih telepon ke Alana " Ujar Rani dengan nada suara berbeda


Samudra menyodorkan telepon ke Alana dengan eskpresi Penuh kemenangan. sedangkan Alana menelan ludahnya dengan susah Payah


" iya Ma, ? cicit Alana


" Mama, kecewa sama kamu,"


" Ma Aku bisa jelasin ... "


" Mama nggak pernah didik kamu kayak gitu,"


" Tapi Ma ... "


Telepon di matikan secara sepihak


" Lo rese banget sih Sam ! ujar Alana dengan tatapan Penuh kebencian


Kontan Samudra menyunggingkan sebelah bibirnya, " Nggak masalah. itu hukuman karena Lo nggak dengerin omongan gue. Lain kali, berpikir dulu sebelum bertindak, " Peringat Samudra


" Nyesel gue nikah sama Lo, " Alana menjerit dengan histeris


Samudra yang selalu sensitif jika membahas Pernikahan lalu berdiri


" Maksud Lo apa, ngomong kayak gitu,"


" Kalo di dunia ini Cuma ada satu Cowok dan itu Lo lebih baik sendiri sampe ajal gue dateng. Gue nggak Pernah berharap Lo hadir di hidup gue. Nggak Pernah sedikit Pun," Ujar Alana menggebu-gebu


Mata Samudra memicing, " Tapi sayangnya di dunia ini masih banyak populasi Cowok Dan dari sekian banyaknya Cowok, Lo tetep nikah sama gue"


" itu yang bikin gue benci takdir,"


Samudra keluar dari kamar Begitu saja meninggalkan Alana yang tengah di landa emosi


...•••...


Alana baru saja tiba dan langsung masuk ke dalam kamar, ia heran melihat buku yang berserakan Tentu saja bukan miliknya. dan hanya ada satu orang yang tinggal di sini siapa lagi kalau bukan Samudra yang tengah asyik duduk dengan nyaman di atas sofa dengan memangku beberapa buku Paket


" ini kenapa buku-buku pada berantakan,"


" Belajar," sahutnya datar


" Hah ? Alana berkerut samar


" Lo besok UTS, kan ? Belajar,"


Alana Terkekeh ringan lalu membanting tas ranselnya ke sembarang arah, " Lo nyuruh gue belajar ? Nggak salah,"


Samudra terdiam


" Gue nggak mau belajar, " ujar Alana sinis lalu berjalan menuju Pintu lemari untuk mengambil baju ganti


Samudra berdiri setelah meletakkan buku ke samping sofa kemudian berjalan mendekati Alana setelah berada tepat di belakangnya, ia berhenti, " Jangan Bikin gue emosi, "


Alana menghela nafas lelah lalu berbalik menghadap Samudra, bersandar pada Pintu lemari yang ada di Punggungnya, " nggak usah sok Peduli sama gue, "


" Ayok Alana, Lo nggak bakal suka kalau gue marah, " ujar Samudra Penuh Penekanan


" Kenapa sih Lo selalu ngancem gue ? Gue tuh nggak suka diginiin, Ngerti dikit kek Perasaan cewek," balas Bulan kesal


Samudra menyunggingkan sebelah bibirnya, " Jadi Lo mau gue diingertin ?


" Udah ah Capek gue, " Alana membalikkan tubuhnya namun Samudra menarik tangannya


Alana berdecak, "Mau apa Lo,"


" Cukup Lo belajar dan semuanya berjalan kayak biasanya, "


" Dengar ya Samudra Dari dulu gue itu nggak minat sama namanya belajar. sekolah cuman Formalitas karena bokap gue orang kaya,"


" Kalau gitu kasih aja Otak Lo ke orang yang lebih membutuhkan"


" Lo ngatain gue, "


" Makanya belajar,"


" nggak mau,"


" Alana ," geram Samudra dengan matanya menajam


" sekali nggak, tetep nggak,"


" Oke nggak papa. Gue tinggal nelepon nyokap Lo, "


" Oke, fine, " Potong Alana cepat saat Samudra bersiap meraih Ponselnya


Samudra tersenyum dengan memamerkan giginya yang putih dan rapi. seketika Alana terdiam ia terpana dengan cara Samudra menarik kedua sudut bibirnya dan ketika Samudra memperhatikan Susunan gigi putihnya yang rapi. Dan entah kenapa ketika melihat yang matanya berbinar bahagia, jantung Bulan mendadak berdegup kencang. yang belum Pernah sekali pun Bulan merasakan perasaan ini sebelumnya


" Ya udah sana Lo mandi dulu, " ujar Samudra masih dengan memamerkan senyumnya


Alana menahan nafas untuk sesaat


" Alana, " Samudra memegang kedua bahunya menyadarkan lamunannya


" Hah, " sahutnya kaget


" Lo ganti baju dulu, " ulanganya lagi


Alana mengerjapkan kedua matanya. Kenapa Bulan baru menyadari jika Samudra semenarik ini ?


" Oke, " Jawab Alana Pelan


Samudra berjalan mundur, " sekarang Alana, Gue nggak suka nunggu terlalu lama, " Ujar Samudra lalu berjalan menuju sofa


Diam-diam Alana memegang dadanya, merasakan debaran jantungnya yang tak beraturan, ini sungguh lucu ia berdebar hanya karena senyumannya


...Atau inikah ... yang dinamakan Jatuh Cinta...