Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 27 SAHABAT TERBAIK



" UN tinggal sebulan setengah lagi Otomatis gue bakal sibuk Pemantapan. Pokoknya jangan macem-macem di belakang gue, " Peringat Samudra


Pagi ini keduanya tengah berada di Perjalanan untuk menjalani rutinitas seperti biasanya di sekolah.


Alana memutar bola matanya, " iya gue nggak bakal macem-macem gue takut Lo marah lagi kalau Lo marah itu serem banget tau ngalahin Hantu, "


" Lo bisa minta anter Pulang Satya, aja Kalau nggak sama gue, "


" Nggak enak, ah Siapa tahu dia mau apel sama pacarnya, terus tiba-tiba gue minta anter Pulang, kan nggak enak banget, "


" Ya udah kalau gitu tunggu gue Pulang aja,"


" Ya kali gue nunggu sejam Cuma buat nunggu Lo kan sayang waktu juga, "


" Terus, ke gue nggak Sayang gitu,"


" itu Mah, beda Ceritanya, "


" Ya terus gimana dong, "


" Ya udah santai aja kali, kan masih ada Ojek Online, angkot, atau Pangkalan, Mentok-mentok ya minta anter Cowok lain aja"


" Awas aja kalau, iya, " Sahut Samudra cepat


Alana Terkekeh, " intinya Lo tenang aja. Lagian selama ini kan juga gue jarang kan Pulang bareng Lo,"


" iya, kan selama ini Lo selalu dianter pulang sama cowok lain, "


" Ya udah sih, itu mah masa lalu, nggak usah diungkit-ungkit, "


Keduanya kembali diam. Lima menit selanjutnya mobil dikendarai Samudra memasuki gedung sekolah


" Oh iya, lo mulai pemantapan Kapan, "


" Kayaknya hari ini udah mulai, Tapi baru Pengenalan dulu jadi bisa Pulang nggak Cepet,"


" Ya Udah semangat ya Mm sebenarnya Lo nggak usah ikut Pemantapan juga nggak Pengaruh sih, kan Lo udah Pinter,"


" Kan nggak ada Pinter spontan, Tetep harus belajar, "


" Yaudah gue duluan Mau nyalin tugas, " sahut Alana diakhiri dengan kekehan


" Kan gue udah bil ... "


" Dadah Suami ku, " Alana memotong Pembicaraan Samudra dengan mencium pipinya sebelum keluar dari mobil. setelah itu ia melambaikan tangannya dari luar


Samudra tersenyum lalu melambaikan tangan. Lalu sosok itu hilang dari Pandangannya


Alana berjalan di sepanjang koridor sekolah dengan senyum mengembang di bibirnya. Tatapan Alana terhenti Pada sosok Cewek yang mengenakan ransel berwarna Pink dengan gantungan boneka di belakangnya, Raina


" Sendiri aja Bu, " sapa Alana lalu merangkulkan lengannya di lengan Raina.


Raina menoleh, " Bikin kaget aja tau, "


Alana Terkekeh, " Pokoknya hari ini gue lagi seneng banget, "


" Cielah yang udah baikan, "


" Gitu tuh Contoh Orang yang nggak tahu diri, nggak inget apa Kemarin nangis-nangis, Kayak Orang Gila " sindir Raina


Alana nyengir, " Jangan diingiten ngapa, Na, "


" Pokoknya hari gue Traktir Lo, Na Baik kan gue,"


Raina mendengkus malas, " Pasti ada maunya,"


Alana nyengir, " Tahu aja sih, Lo, Gue nyontek PR kimia Lo ya, Na, "


" Tuh, kan, "


Lagi-lagi Alana nyengir, " Baik banget sih sahabat gue ini, "


" SATYAAA SAHABAT GUE, " teriak Alana lalu menghampiri bangku Satya


" Apaan sih ! Budeg anjir Pagi-pagi, "


Alana Tersenyum manis, " Pokoknya kata makasih nggak bakal cukup buat gue berterima kasih sama Lo. Gue seneng bangettt ya ampun Sat, lu itu emang sahabat terbaik gue, "


Satya mendengkus malas, " Ya Udah sih nggak muji-muji Bilang aja makasih aja gue, bakal terima, "


Alana menggeleng, " Nggak Cukup kalau bilang makasih, Pokoknya lu gue traktir,"


" Beneran, " tanya Satya


" iya Beneran masa gue Boong Samudra aja udah ngasih gue duitnya, "


" Nah, gitu dong Gue kan nggak jadi rugi,"


Alana mengacuhkan kedua jempolnya


" Gue juga boleh kali ditraktir, " Ujar Abi yang baru masuk ke dalam kelas


" Gimana ya sebenarnya gue nggak mau Tapi karena Lo udah ada Pas gue lagi butuh, oke deh gue Traktir juga, "


Abi nyengir lebar, " Pantesan gue mimpi mancing dapat ikan gede, Eh tahunya bakal di traktir gini. Nikmat mana lagi kau dustakan, Ya Allah, "


" Lebay amat sih Lo, " Alana menoyor kepala Abi


" Gue ikhlas Alana, lu toyor gue ya Penting dapet traktiran, "


" Sinting Lo, "


" Bau-baunya ada yang bakal traktiran ini, " interupsi orang yang tiba-tiba duduk di antara mereka


Alana memutar bola matanya jengah, " Udah kagak usah ngomong apa-apa lagi. lu juga gue Traktir, "


Firdan nyengir lebar, " Lo emang selalu tahu isi hati gue deh Alana, makin Cinta deh, " Ujarnya dengan mengedipkan matanya


" Jijik gue sama Lo, "


" Saran dari gue sih, Sering-sering aja marahan biar kita kena untungnya, " Ujar Abi tertawa


" Yee enak aja kalua ngomong, "