Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 22 KEMARAHAN SAMUDRA



kembali suara gerung motor terdengar, lebih kencang dari sebelumnya saat gadis berpakaian seksi berdiri di tengah-tengah seraya membawa sebuah kain kecil, seperti bendera. Tahu pertandingan akan segera di mulai, Alana memeluk erat tubuh Riko


" GO !!!


" JANGAN TEGANG, " teriak Reno


" GIMANA NGGAK TEGANG ? NYAWANYA GUE TARUHANNYA, " teriak Alana tak kalah kencang


Reno Tertawa, " Gue Udah sering balapan seenggaknya gue bukan amatiran,"


Reno lalu membelokkan strirnya ketika di depannya ada tikungan tajam. kekhwatiran Alana sedikit berkurang sebab ia dapat merasakan juga skill balapan Riko yang lumayan


sudah sekitar sepuluh menit Reno mengendarakan motornya dengan kecepatan penuh, namun tak kunjung Alana temukan garis Finish. Apa memang selama ini ? Dan karena kurang fokus, Reno menjadi urutan ketiga Tak apa Alana tak mempermasalahkannya, yang penting nyawanya aman itu, saja


" Ren ati-ati Jalannya licin, " Ucap Alana di dekat telinga Reno


" Selow, kemarin gue baru ganti ban, "


Lagi-lagi Alana menghela nafas lega


" Pegangan yang kenceng gue bakal susul mereka, " Ujar Reno ketika menemukan si nomor dua tak jauh darinya, dan tanpa banyak bicara Alana langsung memeluk Pinggang Reno erat


Reno dapat melewatinya dengan begitu mudah Reno lalu kembali menambah kecepatannya untuk menyusul si nomor satu. Dan ketika hampir dekat suara sirene Polisi membuyarkan Konsentrasinya. Dengan wajahnya Seketika berubah pucat pasi, begitu juga dengan Alana. ia tak kalah Panik ketika melihat beberapa Polisi di depannya tak jauh dari mereka tengah berlari mendekati keduanya


" Ren, Gimana nih ? tanya Alana Panik


Dan ketika Reno akan memutar stangnya, Polisi tersebut menembak ban motornya. kini sudah tak ada lagi jalan keluar selain Pasrah karena dengan apa yang akan terjadi selanjutnya


" Ren seanakal- nakalnya gue, nggak ada niatan buat terlibat sama Polisi, " lirih Alana


Alana turun dari motor ketika Polisi tersebut menyuruhnya turun. Dengan Pasrah Alana mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, begitu juga Riko


" Maafin gue, " ujar Reno


Alana mendengkus. ketika kedua tangannya di putar ke belakang tubuhnya dan Polisi tersebut menggiring masuknya ke dalam mobil Polisi


" Masih muda udah bikin ulah, " Polisi duduk di sampingnya mendecak


...Hanya satu yang ada di Pikiran setelah ini Bagaimana keadaan Samudra ?...


Alana menundukkan kepalanya dalam-dalam ketika dua Polisi di depannya terus-terusan bertanya


" Saya nggak tahu apa-apa, Pak, " Ujar Alana


Reno menatap Alana dengan wajah cemas, di kursi yang tak jauh darinya, ia telah selesai diintrogasi lebih dulu


Polisi di depannya hanya menghela nafas, " jadi anak muda itu yang baik. yang berbakti sama negara ngerti kan, "


" Ngerti, Pak"


" Kamu masih SMA "


Alana mengangguk


" Kelas berapa ,"


" Kelas 11 "


" Tuh, kan masih kecil apa kata orang tua kamu kalau mereka tahu kelakuan kamu"


" iya Pak, maaf Nggak bakal lagi, "


" jangan mau-mau diajak sama Pacar ke tempat begituan Nih ya, saya kasih tahu, Pacaran itu sama cowok yang bertanggung jawab, Yang mau ngejaga kamu, bukan malah ngebayangin kamu,"


Alana kembali diam


" Ya udah gini aja, kamu telepon orang tua kamu buat jemput kamu,"


Alana mendongak, " Tapi, Pak orang tua saya rumahnya jauh, saya nggak tinggal sama orang tua,"


" Ya udah, wali aja kalau gitu, "


Alana menelan ludah susah Payah. kalau Samudra tahu, bisa bahaya apalagi kalau orang tuanya sampai tahu Bisa-bisa baik Alana ataupun Samudra kena marah


Setelah membuat Keputusan yang amat sangat spontan, dengan ragu Alana mengeluarkan handphone di Slingbag-nya lalu mengotak atiknya


Di dering Pertama tak ada jawaban, Barulah dering kelima terdengar suara di seberang sana


" Hallo ?


" Sam ... "


" Kenapa ? tanya samudra dengan suara parau Mungkin ia sudah tidur, maklum sekarang udah jam setengah 1 dini hari


" Lo .. bisa nggak ke kantor polisi ? tanya Alana takut-takut


" Kantor polisi, ? Lo kenapa, bisa Di kantor Polisi " tanyanya dengan suara yang lebih segar dari sebelumnya


" Lo ke sini aja dulu, entar Gue share lock , "


Sambungan terputus, Dan tinggal menghitung menit, Samudra akan datang, selagi menunggu Alana berhenti menggerak-gerakkan tubuhnya ia benar-benar gelisah menunggu kedatangan Samudra


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Samudra datang Napas Alana langsung tercekat. Melirik sekilas, Alana kemudian berjalan dan duduk berhadapan dengan Polisi


Alana menatap cemas Pada Samudra yang tengah berhadapan dengan Polisi menyangkut Penjemputannya walauapun Reno menatapnya Penuh tanya, Alana tetap bungkam. rasa cemasnya telah melewati batas


" Pulang, " Ujar Samudra datar dan tentu saja tak menatapnya barang sedikitpun, Tatapannya tertuju pada manusia yang duduk di samping Alana, Reno


" jangan sekali Lo deketin Cewek gue Ngerti " Ujar Samudra Penuh penekanan pada Reno


Reno tersenyum miring, " Cewek Lo ? Tapi sayangnya dia juga Cewek gue, juga,"


Alana menundukkan kepalanya dalam-dalam tak berani menatap wajah Samudra


Rahang Samudra mengeras dan lengannya mengepal erat kemudian ia meraih lengan Alana dan menariknya dengan kasar


" Sam, Gue bisa jelasin, " cicit Alana


Samudra menghentikan langkahnya, " jelasin apalagi, hah, "


Samudra memutari mobilnya menuju kursi Pengemudi Dan dengan Perasaan tak menentu Alana memasuki mobil Samudra lalu menutupnya tanpa berlama-lama Samudra lantas mengemudikan mobil dengan kecepatan Penuh. lengannya mencengkram lengannya mencengkram kemudi erat terlihat dari kuku-kuku jarinya memutih


Entah kenapa rasanya ingin menangis muncul begitu saja Pada benak Alana. ia sangat menyesali semua perbuatannya. Andai saja air mata bisa menyelesaikan semuanya.


Begitu sampai, Samudra turun begitu saja tanpa menghiraukan keberadaan Alana. Alana meremas jari-jemarinya menyalurkan kegelisahan. Perlahan, ia membuka Pintu mobil ketika kakinya sudah menginjak lantai kamar ia melihat samudra yang tengah duduk di ujung kasur dengan pandangan fokus pada handphone-nya


" Sekarang apalagi Alana Gue Capek sama tingkah Lo ini ? tanya Samudra dingin setelah meletakkan Handphonenya


Alana menunduk, " Maafin gue, gue tahu gue salah, " ujarnya dengan terbata-bata


" Apa aja kesalahan Lo yang Lo sembunyiin dari gue ? tanya Samudra tajam


" Gue udah bohongi Lo,"


" Terus Apalagi "


" Gue Pacaran sama Reno di belakang Lo selama ini, " lanjut Alana dengan suara Pelan


" Terus apa lagi kebohongan Lo,"


Alana mengernyitkan dahinya, setahunya hanya itu yang menjadi kesalahan terbesarnya


" Nggak Pernah masuk ke kelas masak, bilang nginep ke rumah Gea tapi ke Club, ikut balapan tapi nggak mau ngaku, " tanya samudra sinis


" Lo .. Lo tahu ?


" Semua yang Lo lakuin gue tahu, Gue juga tahu pas Lo ikut ke tongkrongan si Reno, "


Alana melangkah mendekat lalu memeluk tubuh Samudra, " Maafin gue sam, Gue tahu gue salah, Gue nggak akan ngulangin kesalahan gue, Gue janji,"


Samudra melepaskan Pelukan Alana, " Bukan kata maaf yang mau gue denger. Maaf Cuma bisa diucapin, dan besoknya Lo ngelakuin lagi kesalahan yang sama dan setelahnya lo bakal bilang maaf lagi. Buat apa ?


" Nggak Sam, kali ini gue benar-benar nyesel, Gue jadian sama Reno karena terpaksa, " ujar Alana


" Terpaksa ? Basi ,"


Alana menggeleng, lalu tangannya meraih kedua lengan Samudra, " Lo harus Percaya sama gue, seenggaknya dengerin Penjelasan gue dulu Gue Sayang sama Lo, gue nggak ada niatan buat duain, Lo, "


" itukan yang Lo omongin ke Cowok Cowok luaran sana iya kan Udahlah sia-sia selama ini gue kasih kepercayaan sama Lo, Pada dasarnya sekeras apapun manusia berusaha berubah, mereka bakal balik lagi ke tabait awalnya, Munafik ? Lalu Samudra berlalu Pergi dari hadapan Alana begitu saja. Tapi belum juga lima langkah Alana kembali berbicara.


" Lo nggak boleh nuduh gue yang nggak-nggak ke gue Sam, Bukannya selama ini Lo cuma sibuk dengan Organisasi Lo yang nggak penting itu ? So, bukan salah gue dong, cari perlarian, Lo itu ngebosenin, " Ujar Alana penuh penekanan ia kesal pada Samudra yang tidak mau mendengarkan penjelasannya


Samudra berbalik, Senyum sinis menghiasi wajahnya, " Dengan Lo omong kayak gitu, gue bisa ngambil kesimpulan Lo itu cewek murahan,"


Kedua telapak tangan Alana mengepal kuat, " iya gue memang cewek murahan gue ini Cewek rendahan Tapi gini-gini juga gue punya hati Sam, gue ini Cewek Lo lupa, "


" Makanya jadi Cewek itu jangan Pakai hati, Pake otak,"


Alana mendelik, " seburuk apapun gue elo nggak berhak ngehina gue,"


" Terus, selain di hina, Cewek kayak Lo harus diapain lagi ? tanya Samudra dengan nada merendahkan itu


" Berengsek Lo ! jerit Alana setelah menampar pipi Samudra, " Nggak Punya hati Egois maunya di dengerin, nggak Pernah mau ngedengerin Orang. Banci, " karena tak kuat lagi menahan kekesalan pada cowok yang ada di hadapannya ini tanpa sadar Alana mengeluarkan air matanya Namun buru-buru ia menyekanya dengan kasar


Samudra tak menjawab, ia berbalik hendak berlalu namun lagi-lagi Alana menahannya


" Jangan Pergi ... " Alana terdiam sesaat menatap Samudra ," Apa salahnya sih dengerin alesan gue dulu Kenapa sih elo itu selalu egois, selalu nekanin ini itu ke gue tanpa mau tahu apa yang gue rasain ? Lo nggak tahu gimana rasanya jadi gue, banyak yang hujat gue ? Cuma karena orang itu tahu bahwa kita Pacaran, Pernah nggak sekali aja Lo bela gue di depan mereka bilang sama mereka jangan ganggu gue, nggak pernah kan ? Gue mohon, dengerin alesan kenapa gue lakuin itu semua, " ujar Alana frustasi


Samudra diam, tak merespons sedikit pun, ia melangkah Pergi meninggalkan Alana seorang diri


" Sam, jangan Pergi, Samudra ? kita harus selesain masalah ini, dulu


Sayang, teriakan Alana tak digubris samudra sebab setelah beberapa saat kemudian terdengar deru mobil menjauhi area Pekarangan rumah, Alana tertawa dalam tangisannya, " Ternyata gue yang Bucin"


" Berengsek Lo , " makinya kemudian