Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 18 KEBOHONGAN



Hari ini jadwal Alana untuk mengikuti kelas memasak dan Alana datang sendiri ke tempat tersebut karena Samudra tidak bisa mengantarkannya


" Buset ! Lagi apa Lo ? tanya Alana kaget ketika melihat Riko duduk di depan ruang kelas memasak


" Nunggu Kakak guelah," jawabannya


" Selow aja Bos, " sahut Alana


Riko Terkekeh. Alana berjalan melewati Riko begitu saja


" Alana, Cabut yuk, " ajak Reno tiba-tiba


" Ogah, "


" Lo takut ketahuan nyokap Lo,kan Tenang, aja selagi dia kagak tahu, Lo aman, "


Sebenarnya Alana enggan mengikuti kelas masak jika tidak di paksa Samudra. Lebih baik main daripada ikut kelas masak yang membosankan ini


" Ayolah gue Traktir lagi deh. Mumpung lagi banyak duit, "


" Setan Lo, ya ngehasut Orang, "


Reno Tertawa karena tahu pasti Alana akan bujuknya," Kuy, deh, " ujar Alana


Reno nyengir, " Kuy, "


Selagi Samudra tidak tahu, tidak masalah kan ? Hanya sekali aja


...Alana...


...Sam, Lo ke mana...


jam sudah menunjukkan pukul 7 malam tapi Samudra masih belum menunjukkan batang hidungnya atau sekadar menanyakan kabar


...Samudra...


...Gue lupa kabarin elo, gue ada rapat sampe malem banget, kayaknya gak pulang dulu gue nginap di rumah temen...


...Alana...


...Hati-hati iya...


...••••...


...Riko...


...Bareng kuy...


Gila nih Reno Pagi-pagi udah LINE, aja batin Alana. Alana sendiri telah siap dengan perlengkapan sekolahnya, Jam juga sudah menunjukkan pukul 6.30


...Alana...


...Males gue liat muka Lo lagi, gimana dong ?...


...Riko...


...jangan gitu Bentaran lagi Lo suka sama gue...


...Alana...


...jangan ke-gerran , Oke deh...


...Reno...


...Otw nih ya...


...Alana...


...iya gue tunggu di depan kompleks gue...


...Reno...


...Oke...


Alana bergegas berangkat dan berjalan sekitar 5 menit hingga sampai di depan kompleks perumahannya


" Selamat Pagi Calon Pacar gue, " sapa Reno dengan senyum manisnya


" Udah ah, ayo berangkat bentar lagi masuk, "


Reno memberikan helm pada Alana, Dengan cepat Alana memasangnya lalu menaiki motor Riko


" Udah siap, "


" Udah,"


" berangkattt, "


Sebenarnya sekolah Alana berlawanan arah dengan sekolah Reno. Makannya Alana selalu merasa tak enak jika Reno ingin menjemputnya


" Turunin gue di sini aja deh. sekolah Lo kelewat tuh," Ujar Alana


" Ya elah bentar lagi juga nyampe. sekalian mau nongkrong di warung depan sekolah Lo, "


" Lo Mau bolos, "


Reno mengangguk, " iya dong, entar aja belajarnya kelas 12 sekarang. seneng-seneng dulu, "


Reno Terkekeh, " Alana, lo lagi nggak pacaran kan, "


" Kenapa ? Mau nembak ceritanya,"


" Ya kali, nggak elit banget nembak di sini. Cuma nanya gue, "


" Tapi otw nembak kan, "


Reno nyengir, " iyalah, sekarang kan lagi Fase PDKT-an dulu kita, "


Alana hanya berdeham Pelan, Sebenarnya Alana Tak enak hati pada Reno, ingin menjauh namun Riko terlalu baik Tapi kalau di lanjutkan, Alana juga sudah Pnya Samudra


" Cari Cewek lain aja, "


" Ngapain nyari Cari Cewek lain kalau gue udah ada Calon nya, sekarang Calon Pacar gue ada di depan gue,"


" ish Lo, tuh ya, " Alana mencubit pelan pinggang Reno hingga menyebabkannya meringis Pelan, " Ati - ati aja lu harepin gue, Tahunnya sama gue duain Lo gimana,"


" Nggak papa Lo bebas mau ngeberapain gue yang penting gue Cinta sama Lo ,"


" Sarapan ih, udah ah berhenti. sekolah gue tuh ? Alana menunjuk sekolahnya yang sebentar lagi akan terlewati, "


" Lah, kenapa berhenti di sini kenapa nggak di depan aja sih,"


" Nggak mau, gue Punya gebetan, yang sekolah di sini" Bohong Alana tentu saja. kalau sampai Samudra atau Teman-temannya Samudra tahu, bisa panjang Urusannya


Reno berdecak, memberhentikan motornya di tempat yang Alana mau, Alana turun lalu membuka helmnya dan memberikannya pada Riko, " Thanks ya, "


" Pokoknya Persiapin diri, gue Otw nembak Lo,"


" Tapi ... "


" Gue duluan, " selanya lalu pergi


Alana menghela nafasnya dan memutuskan untuk berjalan menuju gerbang sekolahnya dengan pikiran yang berkecamuk


" Berangkat sama siapa tadi, "


Alana mendongak dan mendapati Samudra yang tengah berdiri di depan gerbang sekolah. Mungkin jadwal jaga diorganisasi OSIS-nya hari ini


Aduh, Samudra lihat nggak ya tadi ? batin Alana sedikit resah


" Naik Ojek Online tadi, "


Samudra tersenyum, " Sorry ya, nggak bisa bareng Gue semalem sibuk banget, "


Alana menghela nafas lega. Syukurlah Samudra tidak melihatnya, " Nggak papa, kok Sam,"


" Mau bareng nggak ke kelasnya, " tawarnya


" Lo kan lagi jaga, "


" Nggak kok, Gue cuma nemenin yang lain doang,"


Samudra menghampiri Teman OSIS-nya lalu membisikkan sesuatu lalu selanjutnya menghampiri Alana, " Ayo, "


Alana mengangguk mengiyakan, dengan sigap Alana memapah tubuh Samudra


" Tongkat Lo mana, "


" Udah nggak Pake, "


" Udah nggak sakit, ? tanya Alana menatap wajah samudra lagi


" Udah nggak mendingan kok, "


" Lo udah sarapan, " tanya Alana


" Belom, "


" Mau gue beliin sarapan di kantin,"


Samudra menyergai, " gue kangen sama Lo Alana,"


Alana mencubit Pinggang Samudra, " ini masih Pagi Pak "


Samudra terkekeh, " kayaknya dua hari lagi kruk gue bisa di lepas, "


" Ya udah dua hari lagi kita ke rumah sakit, " Ujar Alana," mau gue anterin sampe ke atas,"


" Kan gue yang mau anterin Lo bukan nya gue yang minta anterin Lo, ke kelas"


" Terus kalo Lo naik tangganya gimana Udah nggak bawa tongkat lagi, "


" Udah selow aja gue nggak papa,"


Alana berdecak, " Ya Udah sampe depan aja, " ujar Alana ketika keduanya telah sampai ke depan kelas Alana


" Yaudah sana masuk Belajar yang Pinter supaya bisa ranking Pertama "Ujar Samudra mengusap pelan rambut Alana


" iya Samudra, "


" Yaudah gue masuk ke kelas dulu"