Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 24 PEMBUKTIAN



Namun kebanyakan dari reaksi Para siswa-siswi yang Paling terngiang di telinga Alana rasa kecewa Para cowok yang dapat melihat pemandangan secara gratis lagi. Kurang ajar memang


" OMG ! Demi apa pun, gue kira elo itu murid baru Dan ternyata sahabat gue yang Paling berlangsak ini yang jadi Pusat Perhatian Alana elo hari ini nggak sakit kan, " seloroh Abi yang kontan meletakkan telapak tangannya di dahi Alana


Alana menghempaskan tangan Abi begitu saja dari dahinya, " Elo Pikir gue ini nggak Waras, "


lantas Abi nyengir, " ada angin apa nih tiba-tiba elo berubah kayak gini, "


" Ya Terserah gue dong, "


" Yailah ini anak di tanya baik-baik malah nyolot," Abi menoyor kepala Alana


Kontan saja Alana mengusap kepalanya, " Masih Pagi ish, " kesalnya


" YA AMPUN ! YA AMPUN, INI BENERAN ALANA TADI MALAM GUE MIMPI APAAN YA KOK ALANA BERUBAH KAYAK GINI, "


Alana menghela nafas lelah. Ada satu Orang alay lagi yang akan mengacuhkan Paginya


" Bi, emangnya Alana Punya kembaran ya Sumpah mirip banget, " Celetuk Firdan dengan begonya


" ini Gue Alana, Celengan Semar, " Ujar Alana menggeram kesal


Firdan nyengir, " Nggak Kesambet Lo ?


Alana tak menjawab, hanya memutar kedua bola matanya jengah


" Gila Cabe-cabean insyaf, Woy, " seru Satya berlarian di ujung sana seperti orang gila, " Alhamdulillah dapet hidayah juga, Lo, " Ucap Satya saat sudah berada di hadapan Alana sembari meneliti dari atas sampai bawah


" Kayaknya kita harus ngadain syukuran nih , " Ujar. Firdan lalu di susul tawa keduanya


Alana berjalan dengan cepat mendahului ketiga temannya yang berengseknya, " Woy, mau ke mana lu ? mau Sholat Dhuha ya Buru-buru amat, " seru Satya yang lagi-lagi jadi bahan tertawaan bagi ketiganya


Karena langkah kakinya yang buru-buru secara tak, sengaja menabrak seseorang


" Eh, Sorry Gue nggak sengaja, " Ujar Alana Panik sebab ia melihat buku berceceran di lantai. Buru-buru ia memungutinya


" Nih, Sorry ya sekali lagi ? ujarnya lagi disertai dengan senyuman tulus


" Eh, iya nggak apa-apa, " Jawab Cowok yang di tabrak oleh Alana dengan sorot takjub. Mimpi apa ia Semalam bisa mendapatkan senyuman wanita idola sekolahnya.


" Ya udah Gue Pamit duluan, " Pamit Alana lalu meninggalkan cowok tersebut yang masih menganga lebar


Alana melangkah masuk ke dalam kelas yang masih lumayan sepi, Pasti ketiga temannya Pergi ke kantin terlebih dahulu. Tapi ada seorang cowok yang duduk di Pojokan kelas sambil menundukkan Pandangannya dengan tangan menggenggam Handphone


Sedikit Ragu Alana menghampiri sebelum Setelahnya mengeluarkan sebuah benda dari dalam ranselnya


" Dion ,"


Dion menoleh


" Nih, Thanks, " Alana menyodorkan sapu tangan Pada Dion, " Gue tahu Lo emang Orang baik, "


Dion tanpa suara mengambil sapu tangan tersebut, " Bukan berarti gue Maafin elo ya, " ketusnya


Alana Tersenyum masam, " iya, Terserah Lo,"


Tanpa mengucapkan apa-apa lagi Alana berjalan keluar kelas. Tentu saja berada di dalam kelas sangat Canggung baginya Toh ada hal yang lebih Penting lagi


...••••...


" Sam, Lo Udah keterlaluan Mau gimana juga Alana itu Cewek, " Ujar Boby


Samudra menghela nafas, " Ya terus ?


" Gue sih golongan Putih ya, Tapi ya diomongin Boby bener juga, Namanya juga manusia yang selalu bener itu cuma Tuhan, " timpal Kevin


Samudra mendelik tidak suka, " ini masalah gue, Lo nggak berhak ikut Campur, "


Surya menghela nafas, " Lo tahu nggak Sam, ? Si Alana hari ini Pakai Pakaian yang nggak banget maksudnya rapi banget. Biasanya dia kan Pake Pakaian anak TK. Coba Lo Pikir, dia berubah buat siapa ? Buat Lo kan ? Dia aja bisa ngilangin kebiasaan dia. Lah elo, cuma maafin dia aja masa nggak bisa ?


" Nggak Punya hati lo, Nih ya walaupun gue jomblo, Tapi seenggaknya gue nggak bikin anak orang nangis, " Ujar Boby tak kalah antusias


" Terus gue harus gimana, " setelah sekian lama diam akhirnya samudra bersuara


Boby tersenyum cerah akhirnya yang langsung sambut oleh Boby, Kevin dan Surya


" Lo kasih dia kesempatan, buat dia "


" Lo yakin ? tanyanya Ragu


" Tanya diri Lo sendiri. Lo Percaya nggak sama dia, "


Samudra Kembali diam, Tapi hatinya tengah memantapkan sesuatu


" Gini ya Sam, kita Peduli karena dia itu istri Lo, kalau dia sekadar Cuma Pacar lo atau gebetan, gue mah Ogah ikut campur intinya, Lo yang mutusin dan Lo juga yang ngerasain, " Ujar Surya


" Nah, bener Tuh jadi Cowok jangan Pli-Plan,"


Samudra menghela nafas, kemudian berdiri


" Mau ke mana Lo ? tanya ketiga temannya


" Toilet, "


Senyum ketiganya luntur begitu saja hingga berubah menjadi umpatan. Apa faedahnya dari tadi mereka memberikan Petuah ini itu jika Samudra enggan mencernanya ?


Samudra masa Bodoh. ia melangkahkan kakinya menuju toilet. Dan di tengah langkahnya ia mendapati Alana yang tengah berjalan berlawanan arah dengannya benar yang di katakan Surya, Penampilan Alana berubah 💯 %. Samudra dapat melihat senyum cerah yang terpatri di wajah cantiknya Alana ketika mata bersitatap dengannya


" Sam, mau ke mana, "


" Toilet, " Jawab Samudra tanpa bertanya balik atau sekadar basa-basi lainnya


" Gue mau ke kelas Lo, " Ujar Alana


" Oh, "


Ada sedikit raut wajah sedih yang Samudra tangkap di wajah Alana, Namun dengan segera Alana menggantinya dengan sebuah senyuman


" Gue mau ketemu sama Lo, Sam,"


Samudra mengangkat sebelah alisnya, menunggu kelanjutan ucapan Alana


" Gue Cuma mau nanya, lo bisa anter gue ke tempat les masak nggak ? tanyanya Penuh harap


" Gue nggak bisa anterin elo, "


Lagi-lagi Samudra dapat melihat raut kesedihan itu.


" Oh, Pasti sibuk ya ? Yaudah nggak apa-apa, " Alana sedikit memundurkan langkahnya, memberi jalan bagi Samudra untuk melewatinya


Ada Perasaan enggan untuk meninggalkan Alana dalam keadaan seperti itu, Tapi ego Samudra memaksanya untuk Pergi. Samudra baru melangkah, namun ia kembali menghentikan langkahnya lalu berbalik dan mendapati Alana masih berdiri di tempatnya berada


" Gue Pikirin, " ujarnya datar berlalu begitu saja


Alana yang tak diserang Penyakit budeg tentu mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Samudra sudut bibirnya terangkat ke atas, senyumannya mengembang begitu saja Oh, inikah rasanya jatuh Cinta ?