
Tiga hari yang lalu, sesuatu yang tidak Pernah Alana bayangkan datang ke rumahnya, yaitu surat Penceraian Dan Fakta yang lebih mengejutkannya lagi, ternyata Samudra sudah beberapa kali mengiriminya surat Penceraian. Tapi dengan baiknya Rani menyembunyikan surat-surat tersebut. alasannya hanya satu. Rani tak ingin melihat Alana makin terpuruk lagi. Padahal dulu ia-lah yang menyarankan agar Alana bercerai dari Samudra. Kasih seorang ibu memang tidak Pernah ada batasannya
Alana bak orang yang benar-benar kehilangan separuh jiwanya setelah benar-benar menandatangani surat Penceraian tersebut. Dua hari selanjutnya sidang dilakukan, Dan semuanya berjalan dengan seadanya
Ketika Hakim mengetuk Palu tiga kali Pertanda keduanya telah selesai. Alana hanya diam Tak ada air mata dan Tak ada kehisterisan lainnya. ia hanya diam bahkan beberapa hari selanjutnya ia tetep diam mengurung diri di kamarnya. Tak pernah sedikit pun untuk Alana memikirkan Samudra. Samudra memang bukan Pacar Pertamanya, Tapi ia jatuh cinta pertamanya tak ada orang yang baik-baik saja setelah cinta pertamanya hilang begitu saja
..." Gue janji Alana Lo itu Cinta Pertama gue dan terakhir Gue karena apa karena gue Sayang sama Lo, Alana"...
..." Sam, Lo harus janji sama gue Lo nggak bakalan ninggalin gue kan, "...
...Samudra tersenyum, " Janji gue nggak kan ninggalin Lo, Alana, "...
Semua janji itu kini hanya omong kosong yang sama sekali tidak artinya. setiap kali ingatannya mengingatkan tentang cowok itu, maka saat itu maka saat itu Pula hatinya akan mengalami sakit yang tiada taranya. Alana tak habis Pikir bagaimana Samudra bisa melupakan semuanya dengan mudahnya itu, sepertinya Alana butuh ribuan tahun untuk benar benar bisa melupakan semuanya
" I love you, "
Alana tak akan Pernah melupakan saat Pertama kalinya Samudra mengungkapkan rasa cintanya Namun beberapa saat ia kembali tersadar, sekarang ia bukan siapa-siapanya Samudra, kini ia hanya Orang lain di dalam hidupnya. Dada Alana semakin sesak rasanya. kristal bening menumpuk di Pelupuk matanya. sudah seminggu ia menahan air matanya tidak Jatuh Namun apa daya Pertahanannya akhirnya runtuh juga
Air matanya mengalir begitu saja, disusul dengan tangis Pilu menyayat hati. Alana memukul Dadanya yang berdenyut nyeri. Apakah salah jika ia mencintai seseorang dengan sedemikian dalamnya ? salahnya, ia hanya terlalu bodoh, ia pikir ia adalah number one-nya Samudra. Nyatanya Samudra membagi cintanya air matanya tumpah begitu derasnya, mengalir bagai Perasaannya yang tak kunjung membaik
Tiba-tiba Pintu kamarnya di ketuk dari luar. Alana tak menjawab, ia menunggu orang itu berbicara lebih dulu, " Sayang, di luar ada Reno, " Ujar Rani dengan suara lembut. ia tahu bagaimana perasaan putrinya. Di mana pun seorang ibu akan sangat mengetahui perasaan anaknya, " katanya Pengin ketemu kamu,"
Hening tak ada sahutan
Rani menghela nafasnya, ia tak bisa berbuat banyak untuk hal ini. hati manusia bukan ia yang mahir mengatur
" Ya udah kalau kamu masih ingin sendiri, Mama suruh dia Pulang aja ya, "
" Suruh masuk, " Ujar Alana lirih
Akhirnya Rani mengembangkan senyumnya sudah seminggu Alana mengurung diri di kamar dan tak mau seorang Pun untuk mengunjunginya bahkan sahabat-sahabatnya
Alana mengusap kasar air matanya lalu mengatur deru nafasnya, menutup mata sejenak, Namun itu adalah sesuatu yang salah, sebab setiap kali ia menutup matanya maka bayangan Samudra yang mengakui dirinya telah bertunangan dengan Cewek lain yang selalu muncul dalam ingatannya
Bunyi Pintu terbuka menginterupsi lamunannya
" Hai, " sapa Alana dengan melambaikan tangannya di susul senyuman yang bahkan Orang bodoh Pun tahu bahwa senyuman itu adalah sebuah Kepalsuan
Tiba-tiba saja Reno memeluknya begitu erat, " Lo nggak boleh Pura-pura bahagia di depan gue Alana, "
" Ren, gue bego banget ya ? tanya Alana dengan nafas tak beraturan
" Gue bego, Gue bego karena udah Jatuh Cinta sama cowok itu,"
Reno diam, lebih ke menyimak ia membiarkan Alana meluapkan rasa emosinya
" Gue bego karena sampai saat ini gue masih Cinta sama dia, Gue nggak bisa lupain dia, " Ujar Alana makin lirih, " Rasanya, Sakit Ren, Gue nggak bisa hidup tanpa dia, " Alana terisak, " kalau gue bilang gue baik-baik aja itu bohong, Ren Nyatanya ... nyatanya hati gue teramat sakit bukan sekadar lupain dia, Gue nggak bisa, gue nggak akan Pernah bisa lupain dia,"
Reno melepaskan pelukannya, lalu menangkup wajah Alana, jika Alana sakit karena Samudra. lalu apa kabarnya dengan dirinya yang selalu Patah hati setiap Alana bilang bahwa ia mencintai cowok itu di depannya ? Namun apa, pun asal Alana bahagia, akan Reno lakukan Cinta adalah sebuah ketulusan. Reno rela melakukan apa pun itu asalkan Cintanya bahagia. Asalkan Alana bahagia walau nyatanya Perasaannya ikut terluka karena itu semua Reno tak bisa melihat Alana terluka lebih dalam lagi. ia mengusap air mata yang membasahi wajah cewek cantik yang ada di depannya, " Jangan nangis, " gumam Reno Pelan, " Lo nggak tahu gimana Perasaan gue ketika lihat Lo nangis, Gue ikut sakit, Alana, "
Alana makin menangis mendengar Pengakuan Reno. ia seolah tersadar banyak orang yang menyayanginya masih banyak orang yang masih ingin melihatnya bahagia
" Please ... gue bakal lakuin apa pun asal nggak nangis lagi. Asal Lo bisa senyum kayak biasa lagi, gue mau lakuin apa pun gue kangen sama Alana yang selalu ceria kayak dulu " Ujarnya Putus asa
Alana lagi-lagi seolah baru tersadarkan. ia telah mengabaikan seseorang Cowok dengan Perasaan tulusnya Alana menatap Reno dan ia dapat melihat rasa terluka di dalam mata tersebut
" Lo mau apa ? Bilang ke gue sekarang, gue bakal lakuin apa pun itu sekarang juga, "
" Lo nggak berhak nangisin cowok berengsek kayak dia, masih banyak orang yang sayang sama elo, " Reno mengusap air mata Alana yang kembali jatuh
" Gue rela dengerin Curhatan Lo tentang betapa Lo Cinta sama Cowok itu tiap harinya, Gue rela Lo selalu membangga banggakan Cowok itu di depan gue, waluapun hati gue juga sakit, gue rela Asal Lo jangan gini, Lo itu terlalu berharga buat nangisin cowok berengsek itu, " Alana makin menangis, ternyata sebegitu dalam rasa cinta Reno untuknya. ia tidak sadar telah melukai perasaan cowok yang ada di hadapannya
" Orang bilang, nyembuhin Patah hati itu akan Jauh lebih lagi dengan jatuh Cinta. Gue harap Lo bakal buka hati, gue akan ngelarang Lo suka sama siapa aja asal Lo bisa bahagia, itu sudah Cukup bagi gue, " Ujar Reno tersenyum
Alana kembali memeluk Reno erat, " Maafin gue Reno, " lirih Alana, " Maafin gue yang nggak sadar kalau ternyata di samping gue masih ada orang yang mencintai gue dengan tulus,"
Reno menggeleng-gelengkan kepalanya, " Nggak Lo nggak salah, ini semua salah gue karena udah jatuh Cinta dengan gampangnya,"
" Maafin gue karena udah bikin Lo Patah hati, setiap harinya, "
" Asal Lo bahagia, " sela Reno
" Tapi, Lo sakit Ren, "
" Asal Lo bahagia, Alana. Nggak ada hal yang Paling gue inginkan di dunia ini selain lihat Lo bahagia,"
Alana makin menangis sejadi-jadinya. ia benar-benar telah menjadi Cewek jahat selama ini, ia lalu melepaskan pelukannya lalu menatap Reno, " Reno ajarin gue, " Alana menghela nafas, " ajarin gue buat nyembuhin Patah hati gue. Lo bilang akan Jauh lebih baik kalau obatnya jatuh hati lagi. Ajarin gue biar bisa buka hati gue buat Lo, " Ujar Alana mantap