
" Ish Gila ya, Lo, " Ngagetin aja, " geretu Alana dengan suara Parau ketika mendapati Samudra dengan wajah lelah tengah memeluknya dari belakang
Alana membalikkan badannya, " Baru Pulang, " tanyanya karena samudra masih mengenakan seragam sekolahnya
" iya, "
" Mandi sana, Jangan langsung tidur, " Alana mendorong dada Samudra Pelan
" Nanti aja, " tiba-tiba Samudra mendekap tubuh Alana erat. Alana melirik jam dinding yang menggantung di dekat lemari
" Ngapain aja baru Pulang jam segini, ?" Alana mengerutkan dahinya karena jam sudah menunjukkan Pukul 23.00 WIB.
" Rapat OSIS, " Samudra menenggelamkan kepalanya di ceruk leher samudra
" Geli, " Alana menjauhkan kepalanya dari jangkauan Samudra, " Cepetan mandi sana, biar enakan tidurnya, "
Samudra menghela nafas, " Nanti aja sekarang gue Capek banget, "
Alana tak mendengar lagi sahutan dari samudra Dan suara selanjutnya terdengar hanyalah dengkuran halus yang mengalun di Pendengarannya. Alana menghela nafas, membenarkan Posisi tidurnya, lalu menyelimuti tubuh Samudra
...••••...
" Clubing, Yuk, " ajak Gea Pada Alana ketika keduanya tengah makan berdua di kantin
Alana mengerutkan dahinya, " Ogah, ah gue nggak bakalan diizinin sama Samudra,"
" istri Penurut nih, Ceritanya, " Cibir Gea, " ayo,ih Lo itu Udah jarang banget kumpul yang lain pada nanyain Mulu kan gue males Jawabanya,"
" Kalau Kak Samudra nggak tahu, mana mungkin dia marah, lagian dia kan sekarang sibuk banget Gue juga tahu Lo gabut sendirian di rumah, Ayo ih, " rayu Gea
Gea sangat Pandai menggoda, sedangkan Alana sangat mudah terkena godaan Gea, " Ya udah gue ikut Tapi gue izinnya gue inap di rumah Lo ya,"
Gea nyengir, " Siap, Bos, "
Hanya sekali ini saja tidak masalah, kan ?
...Alana...
...Sam, gue mau nginep di rumah Gea...
...Samudra...
...Ngapain nginep...
...Alana...
...Gue ada kerja kelompok sama Gea...
...Samudra...
...Yaudah gue izinin Lo nginep di rumah Gea...
...Alana...
...makasih...
...Samudra...
...iya...
Alana segera keluar dari rumah dan menghampiri mobil yang terparkir manis di depan rumahnya. Alana mengerutkan dahinya melihat mobil yang sama sekali tak ia kenal. seolah menjawab pertanyaan yang ada di benaknya kaca mobil Perlahan terbuka dan memperlihat muka Riko
" Hai Calon Pacar, " Reno melambaikan sebelah tangannya. dengan cengiran seperti biasa. lalu kaca penumpang terbuka dan barulah sosok sahabatnya muncul
" Nggak usah bengong kek Orang bego, Cepetan !"
Alana dengan ragu melangkah, mendekati mobil itu
" Lah, kok duduk di belakang ? sini Duduk di depan aja sama gue, " Ucap Reno
" iya, Lo nggak Peka banget sih, "Celoteh Gea
Dengan berat hati Alana menurutinya. Alana mengerutkan dahinya samar, ia mencurigai Gea ikut ambil dalam semua ini. Memang Gea tipe teman yang laknat
" Udah, siap, " tanya Reno
" Berangkat !" Seru Gea dengan semangat sedangkan Alana diam dengan ketidaknyamanannya
" Diem Mulu Lo,"
" Ya terus gue harus apa ? salto gitu,"
Reno tertawa, " Entar gue Punya kejutan buat Lo,"
" Kejutan apaan,"
" Kalau gue bilang, bukan kejutan namanya,"
" ya udah iya,"
" Tumben Lo bawa mobil," tanya Alana
" Kasihan aja, udah lama gue anggurin,"
" Orang kaya mah bebas,"
Reno Terkekeh, " Gue kan bisa jemput Lo tiap hari Pake mobil ini, mau, kan "
" Sorry aja nih, gue nggak buka lowongan nyari sopir, "
Reno Terkekeh, " jangan bayar Pakai uang, Pakai hati Lo aja cukup buat gue,"
" Nggak lucu,"
" Btw, tawaran gue itu serius lho,"
" Kagak usah, elah Gue masih bisa pulang sendiri,"
" Ya kali aja lo berubah Pikiran, Gue selalu siap,"
" Hmmm,"
Lima belas menit kemudian, mereka tiba di depan Club ternama di daerah tersebut. Karena sudah jadi Pelanggan tetap, mereka langsung aja masuk ke dalam
" Alana, gue mau ketemu Cowok gue dulu ya, " Pamit Gea
Gea nyengir, " Ya udah Lo sama Reno aja dulu di sini, " Kemudian tatapannya beralih ke Reno " Ren, gue titip temen gue bentar, ya ,"
Reno mengacuhkan jempolnya, Gea berlalu begitu saja
" Ayok, " Reno menarik lengan Alana ke tempat duduk yang ada di sana
" Lo mau Pesen apa ? tanya Reno
" Nggak deh, nggak Nafsu minum,"
" Tumben, "
" Ngejek, "
" Beneran nggak minum, "
Alana mengangguk. Lalu meraih handphonenya dan mengotak atiknya agar terlihat sibuk
" Ya udah lo tunggu di sini ya,"
Alana mengangguk, selanjutnya Riko hilang dari Pandangannya
" Cek... Cek.."
Lamunan buyar Alana ketika dentuman keras dihentikan dan suara mikrofon tiba-tiba terdengar. Alana melihat ke atas Panggung dan Reno berdiri di sana. Reno menatapnya dengan Pandangan yang sulit di artikan
" Maaf, kalau gue ngeganggu waktu kalian, tapi ada sesuatu yang penting yang harus gue sampein, Ceritanya gue mau ngungkapin isi hati gue, ya walaupun udah basi sih, Tapi kenapa nggak coba dulu iya , kan Gue Jatuh Cinta sama orang lagi gue Pandang Udah lama banget. Gue udah nembak beberapa kali, tapi nggak pernah di terima Nggak tahu karena apa Sekarang gue mau nyatain lagi Perasaan gue Alana, gue cinta sama Lo, sayang juga, Gue mau Lo jadi Pacar gue, Gue rela Lo jadiin yang ke berapa. Asal Lo mau jadi Pacar gue, semuanya udah Cukup, jadi Lo mau nggak jadi Pacar gue, "
Semua Orang menatap Penuh harap ke arahnya Demi Tuhan, Alana berada di ambang kebimbangan. ia benar-benar tak ada niatan mengkhianati Samudra. Tapi melihat usaha Reno yang telah ia lakukan, membuatnya tak tega, Apalagi Reno menembak dirinya di depan umum sekali ia tolak Reno akan kehilangan wajahnya
" Jadi, " tanya Reno sekali lagi dengan wajah penuh harap
Alana bungkam ia memikirkan seribu satu masalah. jika ia salah mengambil langkah ini semua bagai buah simalakama Maju kena mundur kena
" Wah Cabe gue selamat ya, akhirnya nggak jomblo lagi ,"
Alana belum menjawab sepatah kata pun. karena ucapan dan pelukan tiba-tiba dari Gea, semua orang menyaksikan lantas menghela nafas lega. Reno tersenyum di atas Panggung sana, semua Orang salah Paham !
" Gea, Lo apa-apaan sih ? Gue nggak jawab iya, " desis Alana tajam di dekat telinga Gea
" Diem aja Lo bakal malu kalau berontak,"
" Tapi nggak gini juga Caranya, Gue Udah Punya Samudra, Lo itu Temen gue bukan sih, " sentak Alana
Gea melepaskan pelukannya, bertepatan dengan itu, Reno sudah ada di hadapannya dengan senyum lebar, " jaga temen gue ya, Rik Awas aja kalau bikin nangis, " Ujar Gea
Reno nyengir, " Siap !" ia mengacuhkan dua jempolnya
" Ya udah gue ke sana dulu Congrast ya kalian berdua, " ujar Gea lalu berlalu begitu saja. seolah-olah yang ia lakukan pada Alana tak berarti apa-apa
" Ren sebe .... "
" Makasih ya, " Ujar Reno dengan senyum kelegaan terpatri di wajahnya
Alana makin merasa tak enak hati ingin rasanya ia menangis saat itu juga. ini semua salah Gea menyebalkan !
" Gue bakal bikin Lo bahagia, "
" Gue seb ... "
" Lo Jangan kayak keluarga gue ya. Lo Janji kan bakal selalu ada buat gue, " tanyanya penuh harap
jadi Riko itu anak broken home. Orang tuanya sibuk dengan Pekerjaan dan hidupnya masing-masing tanpa mempedulikan keberadaan Reno
Alana menggigit bibir gelisah. Dengan pertimbangan yang cukup berat, ia menganggukkan kepalanya. Dan lagi-lagi, Riko Tersenyum lebar
" Makasih Alana Makasih banget Udah kasih gue kesempatan, " Reno tiba-tiba memeluk tubuhnya
Alana terharu dengan ketulusan Riko, ia tak akan tega jika menghancurkan semuanya. ia menghela nafas berat Biarlah ini menjadi balasan budinya karena Reno telah baik padanya selama ini. Dan entah resiko apa yang akan di hadapi ke depannya
...••••...
Alana sudah memikirkannya matang-matang Apa pun resikonya nanti, ia akan tanggung jawab. Yang terpenting adalah ia harus jujur pada Samudra. tentang semuanya ini Alana berjalan ke sana kemari mencari keberadaan Samudra. ia telah menyusul ke kelasnya tapi ia tak ia temukan batang hidungnya. Pilihan terakhirnya adalah ruang OSIS. Belum sampai di depan pintu. Samudra sudah keluar dari ruang OSIS dengan langkah santai. ia akan memberitahu semuanya hari ini juga, sebab tak ada waktu lagi, makin hari Samudra. makin jarang Pulang dan jika dibiarkan begitu saja ia takut masalahnya makin tambah runyam.
" Sam, " Panggil Alana
Samudra Celingkukan karena merasa terpanggil Alana berlari kecil ke arahnya
Samudra Tersenyum, " Lo Manggil gue, "
" iyalah siapa lagi, "
Dahi Samudra mengerut, " Tumben ada, apa,"
" Gue mau ngomong sama Lo, " ujar Alana Pelan sambil menunduk
" Ngomong aja, " Ujar Samudra
" Sebenernya ini, aduh gue bilangnya gimana, ya, " sahut Alana kebingungan
" Lo mau Ngomong apa ? Yang jelas, " titah Samudra
" Seb ... "
" Sam Di tungguin malah Pacaran, " seru salah satu Cowok yang baru keluar dari ruang OSIS
" Bentar, " sahutnya cepat
" Nanti aja Ngomongnya gue ada Rapat dadakan ini, " Ujar Samudra berlalu dari hadapan Alana
Satu hal yang Paling membuat Alana tak nyaman yaitu bertemu Dion. Senyum Alana luntur begitu saja ia berlalu tanpa mengucapkan sepatah kata Pun. Tapi langkahnya terhenti mendengar ucapan Dion
" Gue mau ngucapin selamat buat Lo, "
Alana mengerutkan dahinya,
" Semalam lo abis jadian kan " tanya Dion
Alana membulatkan kedua matanya. Bagaimana orang ini bisa tahu, " Jangan ngomong aneh aneh deh Lo, " sentak Alana kasar
Dion Tersenyum sinis, mengotak-atik Handphonenya yang tengah di genggamanya lalu selanjutnya menyodorkan layarnya Pada Alana, " Apa ini belom Cukup bukti, "
...itu adalah video Reno menembak Alana ?...