Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
46



Rani dengan segera menekan tombol Panggilan yang ada di ruangan tersebut. Tak menunggu lama, dokter dan Para suster memasuki ruangan. Alana tak bisa berbuat apa-apa selain keluar dari ruangan ini bersama sang Kamu anaknya irwan ?" tanya seorang Pria paruh baya yang Alana ketahui bernama Pak Dirga


setelah mencari ke sana-kemari, akhirnya Alana mengetahui Perusahaan milik Pak Dirga, tanpa Pikir Panjang ia lantas menghampirinya.


" iya Om, " jawabnnya harap-harap Cemas


Dirga mengelus dagunya pelan," sudah lama saya tidak bertemu dengan dia, Bagiamana kabarnya ?


" Tidak terlalu baik Om, " Alana menunduk , " Ma-maksud saya datang ke sini mau .. "


Dirga Tersenyum lembut, " Katakan saja, jangan ragu Nak,"


Dirga tertegun Ia terdiam sejenak membuat Alana harap-harap cemas," Memangnya kamu sudah siap ?" tanyanya Penuh empati


Alana yang tak pikir panjang lantas menggaguk . Makin cepat lebih baik, Pikirannya


Dirga berdiri, " Oke kalau begitu satu minggu saya akan ke rumah keluarga kamu dan merundingkan semua ini"


lagi-lagi Alana menggaguk, " Terima kasih Om, "


Dirga tersenyum senang, " Saya sangat bahagia mendengar kabar baik ini. Sejak dulu Papamu yang selalu jual mahal Pada saya, " Dirga Tersenyum," jangan lupa sampaikan pada Papa mu untuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengan saya"


Kamu anaknya irwan ?" tanya seorang Pria paruh baya yang Alana ketahui bernama Pak Dirga


setelah mencari ke sana-kemari, akhirnya Alana mengetahui Perusahaan milik Pak Dirga, tanpa Pikir Panjang ia lantas menghampirinya.


" iya Om, " jawabnnya harap-harap Cemas


Dirga mengelus dagunya pelan," sudah lama saya tidak bertemu dengan dia, Bagiamana kabarnya ?


" Tidak terlalu baik Om, " Alana menunduk , " Ma-maksud saya datang ke sini mau .. "


Dirga Tersenyum lembut, " Katakan saja, jangan ragu Nak,"


Dirga tertegun Ia terdiam sejenak membuat Alana harap-harap cemas," Memangnya kamu sudah siap ?" tanyanya Penuh empati


Alana yang tak pikir panjang lantas menggaguk . Makin cepat lebih baik, Pikirannya


Dirga berdiri, " Oke kalau begitu satu minggu saya akan ke rumah keluarga kamu dan merundingkan semua ini"


lagi-lagi Alana menggaguk, " Terima kasih Om, "


Dirga tersenyum senang, " Saya sangat bahagia mendengar kabar baik ini. Sejak dulu Papamu yang selalu jual mahal Pada saya, " Dirga Tersenyum," jangan lupa sampaikan pada Papa mu untuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengan saya"


Saya sangat bahagia mendengar kabar baik ini. Sejak dulu Papamu yang selalu jual mahal Pada saya


Dirga Tersenyum," jangan lupa sampaikan pada Papa mu untuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengan saya"


Jangan lupa sampaikan pada Papa mu untuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengan saya"


Dirga Tersenyum," jangan lupa sampaikan pada Papa mu untuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengan saya"


Jangan lupa sampaikan pada Papa mu untuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengan saya"


Rani dengan segera menekan tombol Panggilan yang ada di ruangan tersebut. Tak menunggu lama, dokter dan Para suster memasuki ruangan. Alana tak bisa berbuat apa-apa selain keluar dari ruangan ini bersama sang m


" Kamu anaknya irwan ?" tanya seorang Pria paruh baya yang Alana ketahui bernama Pak Dirga


Kamu anaknya irwan ?" tanya seorang Pria paruh baya yang Alana ketahui bernama Pak Dirga