Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 23 NENEK LAMPIR



" Temen-temen, sekarang kita di suruh kumpul di lapangan. mau ada Perkenalan lebih mendalam dari OSIS, baru, " Ujar Firdan dengan suara lantang


" Males ah, Han Panas, " keluh Nana memasang wajah bete


" Mending mana sama Belajar matematika,"


" iya sih, hehe, " cengir Nana


" Ya udah kuy, sebelum di marahi sama guru BP,"


Mau tak mau. Alana ikut melangkah dengan nombongan kelasnya. ia di rangkul oleh Raina beruntung sekali Alana memiliki sahabat seperti Raina. ia tidak bertanya kenapa atau apa pun yang dapat membuat Alana sedih


Setelah semua siswa dan siswi berkumpul di lapangan. Mereka langsung di suguhkan pemandangan OSIS baru yang sudah berbaris rapi dengan ketua OSIS berdiri Paling kanan dari semuanya. Belum lagi ada OSIS lama yang ikut berbaris di samping OSIS baru. dan yang Paling mencolok bagi Alana adalah jajaran OSIS lama, samudra berdiri dengan gagahnya, tampan Pula


" Udah kali lihatinnya, " sindir Raina


Alana mengendikkan bahunya, " Na, sebenernya kita lagi marahan, " Ujar Alana dengan wajah lesu


Raina menoleh, " Lah, kenapa ?


" Bingung gue jelasinnya, Pokoknya gitulah,"


" Pasti Lo selingkuh kan, "


Sontak Alana menoleh, " Kok, Lo bisa tahu, "


Raina Tersenyum, " Udah biasa, kelakuan Lo kalau di Putusin Cowok tuh ada dua opsi kalau nggak di selingkuhi ya nyelingkuhin, "


" Kampret !


" Tapi Na, masalahnya ini beda Oke gue emang selingkuh, Tapi ada yang lebih Parahnya lagi, " lanjut Alana


" Apa, "


" Tapi Please lo bisa jaga rahasia kan ? Lo jangan sampai bilang ke siapa-siapa apalagi trio ubur-ubur,"


Raina mengangguk Alana mendekatkan mulutnya ke telinga Raina, " Semalam Gue keciduk sama Polisi, "


Sontak Raina menjauhkan wajahnya dengan wajah terkejut, " Gila Lo keciduk Lo habis ngapain, " bisik Raina


Alana menghela nafas berat, " Gue habis di ajak balapan liar sama Riko ya gitu Pas di tengah jalan ada Polisi, Pas mau kabur ban motornya di tembak, Dan lebih Parahnya lagi, yang gue jemput gue di kantor Polisi itu Samudra,"


Raina menggeleng-gelengkan kepalanya, " makanya Lo jangan sembarangan terima Cowok, kenak batunya kan Lo,"


" Tapi Na, Gue nggak ada maksud untuk ... "


" ITU YANG BARISAN KELAS 11 BARISAN KELIMA KALAU MAU NGOBROL, DI DEPAN AJA," teriak salah satu anggota OSIS


Sontak semua Siswa menoleh ke arah Alana dan Raina keduanya hanya bisa menunduk malu


Sekitar tiga Puluh menit berlalu, acara sudah di bubarkan, ketika Raina menarik lengan Alana untuk kembali, ke kelas Alana spontan melepaskan tarikan Raina


" Kenapa, " tanya Raina bingung


" Gue mau temuin Samudra dulu, gue harus selesain masalah ini Raina " balasnya


Raina membulatkan bibirnya, " Oh yaudah Gue duluan, "


Setelah Raina berlalu dari hadapannya dengan kondisi lapangan masih Penuh sesak dengan orang-orang yang berlalu lalang. Alana berjalan mencari keberadaan Samudra. Begitu melihat Samudra masih berkumpul dengan anggota OSIS yang lain, tanpa pikir panjang Alana menghampirinya


" Sam, " tegurnya sambil memegang lengan Samudra


Samudra menoleh dengan sedikit terkejut. Begitu tahu yang memegang lengannya adalah Alana, ia menghempaskanya dengan kasar Dan setelahnya ia kembali mengabaikan Alana


" Sam, gue mau ngomong sama Lo , " Ujar Alana agak keras takut-takut Samudra. tak mendengar sebab suara di sekitar sini masih bising. Dan lagi-lagi samudra masih mengabaikannya


Alana Tersenyum miris, tapi ia tak akan menyerah, " SAM, GUE MAU NGOMONG," Ujar Alana setengah berteriak


Sontak Alana jadi Pusat Perhatian sekelilingnya. Samudra menoleh lalu mendengkus kesal, " Apa , " tanyanya dengan mimik yang tak mau di ganggu


Alana sedikit terkejut dengan reaksi Samudra, tapi ia mengabaikannya, " Gue mau ngomong, "


" Gue lagi sibuk, " sahut Samudra sarkastis


" ini Penting, Gue mohon Sam, sama Lo ini Penting banget " Ucap Alana memelas. ia sudah Cukup Lelah menurunkan harga dirinya untuk menghampiri Samudra tengah lapangan yang seramai seperti ini


" Nggak, "


Alana menggigit bibir bawahnya. Penolakan Samudra seolah bogeman mentah bagi dirinya. Belum lagi semua orang melihatnya. Pasti mereka baru melihat sosok Alana yang biasanya menolak, Cowok, kini malah ditolak Cowok, Miris memang


Alana dengan berani melangkah mendekati Samudra dan menarik belakang bajunya, " Gue mohon Sam, "


" Gue bilang nggak ya, nggak, Agresif banget jadi Cewek, " Maki Samudra setelah mendorong Alana hingga membuatnya tersungkur mengenaskan di tengah-tengah lautan manusia


Alana menundukkan wajahnya menahan malu seolah harga dirinya berada di dasar jurang


" Jadi Cewek Punya harga diri dikit, " Ujar Samudra tajam. Lalu meninggalkan Alana begitu saja


" Dengan Nangis gini, harga diri lo nggak balik gitu saja, " ucap seorang Cowok mengulurkan sebelah lengannya


Alana mendongak dengan air mata yang tak henti mengulurkan air mata, " Nih Pake hapus air mata Lo, " ucap Cowok itu melemparkan sapu tangan tepat di tangan Alana


" Udah jangan Nangis lagi Untungnya buat Lo apa Ruginya buat dia apa, " ujarnya berlalu begitu saja


...••••...


Alana berbaring di atas tempat tidur lengan menggenggam erat handphonenya Takut-takut Samudra menghubunginya dan ia tak mengetahuinya jika ia melepaskan barang sedikit saja handphonenya Padahal sudah 2 jam ia berbaring tapi tak ada Perubahan Hanya QA, QA, tidak penting yang mengisi Penuh notifikasinya


Ketika mendengar suara pintu Utama di buka, enggak kenapa Perasaannya jadi sumringah. ia berlari dari dalam kamar, menuruni tangga, lalu menuju Pintu depan


...•••...


" Sam, Lo Pulang ? tanya Alana dengan senyum lebar Padahal lawan bicaranya menatapnya dengan datar


" Kenapa Kalau Samudra Pulang ? ini kan juga rumah Samudra, " sahut suara di belakang Samudra


Alana sedikit mengernyitkan dahinya. Dari suaranya ia hafal betul itu milik siapa. ia sedikit menengokkan kepalanya kebelakang Samudra


" Eh, ada Oma aku kira siapa. Masuk, Oma, " ujar Alana dengan senyum Palsunya


" Tanpa kamu Suruh masuk, saya bakal masuk," Ujarnya lalu masuk begitu saja ke dalam rumah


" Kamu suka beres-beres nggak sih, "


" itu ... Oma kita suka manggil cleaning servis,"


" Terus tugas kamu, selama ini ngapain aja ? Tidur, Maen, "


" Nggak gitu Oma Ak ... "


" Udahlah, nggak usah banyak alesan, " wanita tua itu mengibaskan lengannya ke Udara, " Kata Samudra kamu ikut les masak. kebetulan Oma belum makan, kamu juga, kan Sayang, "


Samudra terdiam, ia hanya mengangguk


" Ya udah, kamu sekarang masak sana, "


" Tapi ... "


" Harus enak, kamu kan udah les masak selama dua bulan ini. Zaman sekarang bocah SD aja udah Pinter masak, masa kamu Udah gede gini nggak bisa masak, "


Alana meremas ujung bajunya lalu sedikit melirik samudra guna meminta bantuan, Tapi Samudra sendiri malah Cuek


" Udah sana Cepetan masak, "


Alana menghela nafas. Dengan kebingungan ia berjalan ke arah dapur


" Aish bego banget sih Gue kan nggak bisa masak, " gumamnya gelisah. Alana berjalan mondar


mandir memikirkan 1001 cara agar ia bisa memasak dengan cepat enak, dan tentunya aman


" Aha, Gue kan bisa lihat cara masak di internet Ya ampun Alana Pinter banget sih, " Pujinya seraya membanggakan diri sendiri


Cepat-cepat ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan benda Persegi tersebut. kemudian dengan tergesa, ia mengetik sesuatu pada keyboardnya. Baru selesai mengetik. Ponsel Alana tiba-tiba mati


" Berengsek banget sih Hp ini Pakai mati segala," makinya pada handphone yang ada di genggaman. Alana menarik nafas lalu membuangnya kasar. Oke demi keselamatan jiwa dan raganya, ia lebih baik tidak melakukan sesuatu yang hanya akan membuatnya dalam kesulitan


Dengan langkah Pelan, ia melangkah ke ruang tengah di mana terdapat Oma dan Samudra yang sedang duduk bercengkrama Samudra juga telah mengganti bajunya dengan baju santai


" Lho, kok Cepet banget, "


" Oma sebenarnya aku .. "


" Masak apa Kamu ? 15 menit udah selesai, "


" itu Oma, ... "


" Bawa ke sini kalau udah selesai, "


Alana menghela nafas, " Anu Oma ... "


" Anu apa masakan kamu belum beres,"


" Bukan ... "


" kalau bukan kenapa ? Ngomong itu yang jelas,"


...Lah, kan lo yang bikin ngomong gue kepotong-kepotong, Juleha," batin Alana...


" Aku nggak bisa masak, Oma, " ujarnya dengan sekali tarikan nafas


Hening


" Lah, Sayang kata kamu dia udah ikut les masak, "


" Emang udah Oma, ya gitu deh nggak tahu Orang nya, gimana, " jawab Samudra dengan senyum sinisnya


" Kamu ngapain aja selama dua bulan ini kamu itu jadi istri sebenarnya bisa apa ? Apa aja kelebihan kamu Heran, saya, mamanya Samudra kok bisa restuin kamu, Nyesel saya dulu nggak ada di Indonesia. kalau ada saya tolak mentah-mentah mantu kayak kamu, " Ujar Oma seraya menunjuk tepat di muka Alana


Alana menggigit bibir bawahnya, ia menatap Samudra, namun Samudra terlihat acuh ia tak bisa lagi minta Pertolongan ia akan habis kali ini


" Kenapa diam ? Udahlah, Pisah aja kalian berdua, Demi Tuhan Oma nggak setuju cucu kesayangannya saya Nikah sama Cewek yang bisa jadi benalu di kehidupannya, "


Cukup ! kenapa Alana selalu mendapat sial kalau bertemu dengan wanita bau tanah di hadapannya ini ?


" Oma, nggak boleh hina aku, " Ujar Alana dengan suara keras


Oma menatapnya dengan raut syok , " Ya ampun, kamu berani ngelawan saya ? kalau Orang tua lagi bicara itu di dengerin bukan malah ngebantah, kamu pernah nggak sih di ajarin sopan santun sama Orang tua kamu, "


" Tapi Oma terus-terusan hina aku, Oma Pikir enak ? Tiap ketemu di hina terus, Aku capek Oma, Oma selalu bilang ini sama aku, seolah-olah cuma aku yang salah dan. Oma yang bener, "


" Cukup Alana ! Teriak Samudra akhirnya membuka suara, membela Oma


" Tapi Sam Oma, Udah, ... "


" Samudra Oma nggak Kuat lagi lihat dia lagi Sayang, Oma ingin Cepet-cepet cari wanita yang cocok buat kamu. Yang nggak cantik mukanya aja, Tapi hatinya juga, " balasnya dengan Penuh Penekanan


" Ya udah Oma Cari Cewek yang lebih baik di luar sana. Aku udah Capek harus ngelakuin semua omongan Oma, Lagian aku cuma mau jadi istri bukan Pembantu, " Alana berlari ke lantai atas di mana kamarnya berada lalu merebahkan badannya


Alana Pikir, Samudra mengantarkan Nenek tua itu Tapi ternyata tidak. Perlahan ia menuruni kasur lalu menghampiri Samudra yang tengah mengemasi Pakaiannya dalam ransel sekolahnya


" Sam, Lo mau ke mana, "


" Bukan Urusan Lo Ngerti ,"


" Elo nggak boleh Pergi, " ujar Alana menahan lengan Samudra yang tengah menresletingkan ranselnya


Samudra tak menjawab, ia malah menyingkirkan lengan Samudra


" Sam, Please gue mohon maafin gue Lo mau apa Gue Pasti lakuin, Lo mau gue ikut kelas masak lagi, Oke gue bakal masuk lagi Tapi please Lo jangan marah lama-lama lagi, "


" Mau ikut les Masak apa nggak itu terserah Lo, Gue nggak bakal ikut campur, " balasnya


Alana menggeleng, " Gue Suka kalo ikut campur di kehidupan gue, Lo waktu itu bilang cinta sama gue, kan ? Please Lo Percaya sama gue,"


Samudra tersenyum sinis , " Tiga hal yang Paling gue benci di dunia ini Kebohongan, kepalsuan sama pengkhianatan Dan Lo Udah ngelakuin ketiganya jadi Apalagi yang gue Pertahanin dalam hubungan kita ini"


" Please Sam kasih gue kesempatan kedua lagi, "


" Buktiin, " balas Samudra sebelum berlalu dari hadapan Alana dengan menggendong tas ranselnya