Married With Boyfriend

Married With Boyfriend
Chapter 43 BENAR-BENAR BERAKHIR



" Lo nggak Percayaan sama gue, "


Sontak Reno menggeleng-gelengkan kepalanya, " Nggak, gue .. "


" Reno gue tahu si hati Lo, "


Reno menoleh lagi dengan cengiran khasnya, " Bener nih Udah tahu si hati gue, ? tanyanya dengan kerlingan jahilnya


" apa-apaan sih, " Ujar Alana sambil memukul lengan Reno Pelan


" Gue Percaya kok sama Lo, " Ujar Reno dengan Pandangan lurus ke depan, " akan selalu Percaya, "


Keduanya bungkam, Dan 15 menit kemudian keduanya telah sampai di sebuah apartemen mewah


" Lo ikut aja Ren, " Reno menggeleng Pelan," Gue lho Rasa kalian butuh Privasi,"


" Percaya sama gue, nggak ada yang terjadi Oke, "


Reno mengangguk mengelus rambut Alana dengan Sayang, " Ya Udah sana gue tunggu di basement, "


tanyaan ia dapat dari mana alamat samudra, karena nyatanya ia masih menyimpan nomor Boby.


" 13 memencet bel


" Siap ... "


Samudra terhenti ketika tahu siapa orang yang membunyikan bel. lalu dapat Alana lihat Samudra terdiam kaku di ambang Pintu apartemennya


" Ujar Alana hati-hati ia berusaha mengenyahkan kenangan Pahit yang tiba-tiba saja hadir di benaknya


Samudra membuka Pintu apartemen mempersilahkan Alana masuk


duduk di sofa ruang tamu. Alana sebenarnya sangat terkejut dengan Penampilan Samudra yang acak-acakan. Badannya terlihat lebih kurus dari terakhir Alana lihat, mungkin 3 mingguan yang lalu jangan lupakan lingkaran hitam di bawah matanya, dan dengan mata yang memerah, Tapi tak ada yang bisa ia lakukan kecuali diam


" Mau minum apa ?" tanya samudra


Alana menggeleng, " Nggak usah. Gue Cuma sebentar, "


" Oke, "


Samudra terdiam Cukup lama


" Lo nggak boleh nikah sama dia Alana," Ujar Samudra tiba-tiba


Alana menghentikan langkahnya


" Lo nggak boleh jadi milik Orang lain"


Alana membalikkan badannya, Maksud Lo apa ngomong kayak gitu, "


Samudra berdiri menghampiri Alana


" Lo nggak boleh nikah sama dia, Alana " Samudra memeluk erat tubuh Alana


Alana menggeleng-gelengkan kepalanya, " Lo nggak boleh kayak gini, Sam, " ujar Alana berusaha melepaskan Pelukan Samudra, " Lo sendiri kan yang bilang kalau kita nggak mungkin bisa bersatu lagi. dan Lo juga bilang kalau Lo udah nggak Cinta sama gue lagi, " lanjut Alana dengan suara bergetar


Samudra melepaskan pelukannya lalu tatapannya bersitatap dengan Alana,


" Gue Cinta banget sama Lo Alana Please Lo jangan nikah sama dia Alana," Ujarnya frustasi


" Kita masih bisa ngemulai lagi semuanya, " Ujar Samudra


" Gue nggak mau, "


" Gue Pikir dengan ngerelain Lo bahagia sama orang lain, gue bakal tetep bahagia. Nyatanya nggak gue nggak bahagia, "


" Andai Lo bilang gitu 3 minggu yang lalu, Samudra " Alana lirih


Samudra kembali memeluk Alana, lebih erat " Gue mohon jangan nikah sama dia Gue sakit Lihat Lo deket sama banyak cowok. Gue mau Lo bahagia, tapi nggak sama cowok lain, Gue mau lo bahagia bareng sama gue, Please, " Ujar Samudra Putus asa


Kenapa semuanya berjalan Tidak sesuai direncanakannya ? Alana sakit, Samudra sakit Dan jika Alana membatalkan Pernikahannya maka Reno Pun akan ikut sakit


" Gue nggak bisa Sam, hati gue udah buat orang lain,"


Samudra menggeleng, " Nggak Lo bohong kan sama gue ! Gue tahu Lo masih Cinta sama gue,"


" Nggak ! Gue Udah nggak Cinta sama Lo sama sekali sejak Lo bikin hati gue sakit, hati, " balas Alana, Padahal hatinya berkata lain


" Semuanya bisa di Perbaiki, kita bisa mulai lagi dari awal. Gue janji, gue nggak bakal bikin kesalahan yang sama, "


" Bukannya Lo yang Bilang sendiri sesuatu yang rusak nggak bisa di Perbaiki lagi, " tanya Alana sinis


" Gue mohon, gue nggak bisa Hidup tanpa Lo, " sahut Samudra setengah berteriak


Alana menahan air mata di Pelupuk matanya karena ia juga merasakan sesuatu yang sama dengan Samudra, " Bulshitt ! Nyatanya Lo udah tunangan, "


Samudra menggeleng, " Kinan sodara gue Alana ! ucapnya dengan Penuh Keputusaan


Lalu tetesan bening itu meluncur begitu saja dari Pelupuk air mata Alana


" Gue bilang dia tunangan gue Cuma buat bikin Lo lepasin gue. karena Cuma dengan Cara itu gue bisa lepasin lo, "


" Kenapa, ? Kenapa Lo berusaha lepas dari gue,"


" Karena gue Sayang sama Lo, "


" Sayang ?! Dengan Lo ngelepas gue ? Nggak ada rasa sayang yang kayak gitu,"


" Gue Pikir Lo nggak bahagia sama gue, "


" Kapan gue bilang nggak bahagia sama Lo Kapan,"


" Semuanya udah berakhir Sam, kita udah berakhir sejak Lama, "


" Nggak ! kita nggak Pernah berakhir,"


Alana menggeleng-gelengkan kepalanya, " Gue yakin, ada waktunya Lo ataupun gue bakal biasa aja kalau kita pas-pasan, nggak akan ada lagi perasaan apa pun nantinya, " Ujar Alana dengan lembut


Lagi-lagi Samudra memeluk Alana. Tapi keduanya hanya diam, tak ada yang berani bersuara Alana merasa ini adalah Pelukan terakhirnya dengan samudra. maka dari itu ia akan menikmatinya untuk terakhir kali


" m ada yang tahu,"


" Apa gue terlalu telat, "


Alana mengganguk