
Makin dekat dengan langkahnya dengan Bandara. makin tak karuan juga Perasaannya, Hatinya menyuruhnya tinggal tapi batinnya menyuruh untuk emua anggota keluarga mengantarnya ke bandara begitu Pula teman-temannya
" Sesibuk apapun nantinya, jangan lupa buat Pulang ya, Sayang, " Ujar Sandra memeluk Samudra
Samudra mengusap Punggung mamanya
" Pasti, Ma," Mama sebenernya Pengen tetep kamu tinggal di sini, Sayang, Tapi kalau ini Pilihan terbaik buat kamu, Mama nggak papa, Yang Penting kamu bahagia, " Ujar Sandra tak kuasa menahan air matanya
" Aku bakal Pulang kok Ma, sesering yang Mama mau, " Ujar Samudra memenangkan
Setelah Puas, Samudra melepaskan Pelukannya dan membiarkan Samudra yang memeluk lainnya. setelah memeluk Papa dan Omanya, Samudra menghampiri Teman temannya
" Thanks, Udah nganterin sampe sini"
" Lo kayak sama Siapa aja, dah, " seloroh Boby lalu merangkulkan lengannya di Pundak Samudra
" Tahu nih, " timpal Surya yang ikut-ikutan merangkul Pundak Samudra
" Jangan lupain kita Bro, senyaman nyamannya negeri orang, lebih nyaman lagi negeri sendiri," Ujar Ridwan menepuk Pundak Samudra
Samudra mengangguk, " iya gue bakal inget, "
" Nanti Pas lo Pulang gue Pengin lihat Lo Gandeng Cewek baru, " Celetuk Boby setelah melepaskan rangkulannya
Samudra tersenyum, " Pasti, "
" Kalau Alana bisa bahagia sama Cowoknya yang sekarang Lo Juga mesti Bahagia. Nggak ada Cewek dunia Lo nggak akan kiamat,"
" Ya udah Gue, Pamit Pergi, Pesawat Ge take off 10 menitan lagi. Gue Pulang kalian harus udah Pada nikah? Ujar Samudra Terkekeh sedangkan ketiganya mengacuhkan jempolnya
Lalu Samudra berpamitan sekali lagi ke keluarganya sebelum benar-benar Pergi dari hadapannya
Samudra memejamkan kedua matanya, berusaha menyimpan semua kenangan baik itu yang indah ataupun yang buruk dan memorinya yang terdalam
ia ingin memulai semuanya dalam suasana baru, lingkungan baru, dan diri yang baru Pula
Namun nyatanya, makin ia memejamkan matanya makin jelas Pula ingatan Alana tentang bagaimana Cewek itu bisa membuatnya jatuh Cinta sedalam dalamnya, tentang Bagaimana Cewek itu yang membuatnya berada di titik terlemah dan tentang Bagaimana ia bisa menyakiti Alana
Samudra membuka matanya, tak di sangka air mata sudah di Pelupuk matanya, Buru-buru ia menyeka air matanya, " Banci, " gumamnya lalu Terkekeh
Namun bukannya lebih baik, Tapi dadanya ikut berdenyut sakit. ia benar-benar tak bisa melupakan semuanya. Samudra berjalan gontai menyusuri bandara menuju Pesawat yang akan ditumpanginya
Biarkan, Biarkan ini berlalu. Lima tahun yang akan datang, Pasti semuanya akan kembali baik-baik saja kan ? Tapi 5 tahun ke depan, mungkinkah Alana juga telah bahagia dengan hidupnya ? Apa 5 tahun ke depan Alana sudah memiliki anak ? Atas Pemikirannya sendiri, Samudra memegang yang berdenyut sakit. Ada rasa iri dalam benaknya. Membayangkan Alana memiliki anak dengan Cowok lain saja sudah sangat membuatnya sakit, apalagi itu ke depannya matanya sendiri
Andai saja waktu bisa di ulang kembali, Samudra bersumpah tidak akan menjadi sepengecut ini. Di mana lagi ia bisa mendapatkan Cewek seperti Alana ? Atau pertanyaan besarnya, Kapan ? kapan ia akan menemukan sosok seperti itu lagi di hidupnya
Samudra sakit teramat sakit. Tapi apakah Alana tahu ? apakah ia merasakannya juga ataukah ia malah tengah berbahagia karena sebentar lagi ia kan resmi jadi milik Orang lain
" Aw ! Ringisnya memegang kepalanya yang tekenak lemparan sesuatu
"