
berdecak kesal lalu menyentakMakasih genggaman Samudra. Alana yang mempunyai kehidupan bebas tiba-tiba disuruh kursus masak yang ada dia di ketawain abis-abisan sama tem berlan wanita yang ada di sana, " Mbak saya mu daftarin dia kursus masak, " Ucap Samudra menunjuk ke arah Alana yang berada d" Ceweknya, ya Mas ? Tanya wanita tersebut dengan tersenyu" iya, Mbak, "
" silahkan Mas bayar, administrasiny mengeluarkan dompet dan engambil ATM card lalu menyodorkan ke wanita itu
" Terima kasih Mas, Mbak, Mbaknya bisa kursus minggu depan. Dan ini ID Mbak Alana nya mas," wanita itu lalu memberikan ID card yang bertanda bahwa sekarang Alana resmi jadi ikutan kursus masak
" Makasih ya Mbak, "Makasih
Lalu keduanya keluar
" Sam, Lo jangan gini dong, gue nggak mau dipaksa," ujar Alana setelah keduanya telah masuk ke dalam mobil
" Lo jalanin dulu aja, " sahut Samudra santai sambil menyetir mobil.
" Elo enak nggak ngerasain sih. Gue kan masih mau main barengan anak-anak mumpung masih SMA kalau gini caranya, kapan gue mainnya, " tanya Alana
Samudra menoleh Pada Alana, " Seminggu kan ada 7 hari . Lo kursus Cuma dua hari doang. Bukan berarti karena Lo ikut masak dunia Lo kiamat Lo masih bisa main sama yang lain, kursus cuma beberapa jam paling lama 2 jam selebihnya Lo bebas mau ke mana aja,"
Alana diam. Kalua dipikirin bener juga sih apa yang diucapin Samudra. Alana menghela nafas sekali, " OKE DEH, "
Samudra Tersenyum, " Nah, Gitu dong, "
" iya demi Lo ,"
" Makasih ya, " Samudra menularkan Senyumannya begitu saja. Nyatanya juga Alana ikut tersenyum juga
Alana dan Samudra memutuskan untuk tidur. namun bukannya tidur Alana malah menggerak-gerakkan badan ke sana kemari karena sejak tadi ia terus terusan memikirkan hal yang mau di sampaikan Pada Samudra
" Mau sampe kapan Lo gerak gerak terus ? Tidur, " Ucap Samudra yang ada di belakangnya dengan suara berat kantuk
Alana menghela nafas lalu berbalik dan Pemandangan Pertama yang ia lihat wajah Samudra
" Sam, " Panggil Alana Pada akhirnya
30 detik tak ada jawaban
Lagi-lagi Alana menghela nafas berat
" Lo kenapa, " tanya Samudra kemudian membuka matanya. Melihat raut gelisah di wajah Alana. mau tak mau membuat Samudra merasakan hal yang sama. tangan samudra terukur menyentuh Wajah Alana
" Gue mau jujur sama Lo ,"
Dahi Samudra mengerut
" Gue ngerasa nggak pantes buat Lo Gue udah rusak," Alana ingin mengeluarkan semua unek uneknya setidaknya dengan begitu sedikit rasa kegelisahannya selama ini berkurang, " Lo itu terlalu baik buat gue Sam, "
Samudra menatap mata Alana dalam, " Lo Ngomong apaan sih, "
" Gue selalu ngerasa kalau Lo bukan buat gue. Apalagi Lo masih ragu kan sama gue, "
Samudra diam, " Siapa yang bilang gitu ? tanya Samudra datar
Alana diam sesaat, " Gue selalu malu nerima kenyataan kalau ternyata cewek bejat macem gue nggak pantas dapetin cowok sebaik Lo ,"
Tangan Samudra mengusap rambut Alana dengan lembut, " Gue orang beruntung karena bisa dapetin Lo"
" Bohong, "
" Siapa yang bohong, "
" Gue nggak Pantes buat Lo Harusnya dapet Cewek baik-baik di luaran sana, "
Samudra menggeleng, " Cuma Lo yang gue mau nggak ada yang lain , "
Alana Tersenyum
" Nah gitu dong senyum I love you,"